
" hanya dirimu yang berani menendang botol ke pala saya. " ujar dengan tatapan tajam
" Kan saya tidak sengaja Tuan. " ucap Vero
" Orang kepala Tuan juga gak bocor kan, jadi ini cuma kesalahan paham an. " ujar Vero yang sudah mulai kesal
" kesalahan paham he. " ujar dengan Senyuman sinsi
" Kalo gitu Tuan mau ganti rugi gitu ha ! " ucapnya
" Saya kasih tau ya Tuan, saya itu juga dirugikan karena sepatu saya juga kena jadi kita seimbang. " jelas nya
baru kalik ini aku dapet cewek yang gak aku langsung aku kasih pelajaran, tapi nih cewek cantik juga kalo sedang marah² gumah Gavin.
" noh kan Malah bengong gak jelas banget. " ucap Vero yang ingin langsung menerobos hadangan Gavin
" Udah salah mau pergi gitu aja? dasar pecundang "ucap nya
" Apa anda bilang saya pecundang heyy! bukanya gua yang pecundang tapi tuan yang gak ini kalah dari cewek, cuma masalah kecil tapi dibesar²kan. " ucapnya Vero
" kalo gitu ikut gua.. " ucap Gavin yang langsung menarik tangan Vero
" Heyy jangan kurang ajar ya. " ucap Vero yang memberontak
" Aku tau kalo luh itu masih Mahasiswa kan, tapi berani² ny luh berpelaku kurang ajar. " lanjut Vero yang diabaikan Gavin hingga sampai lah disebuah tempat yang sangat menyeramkan bagi Vero, banyak laki² yang melirik dengan tatapan tajam kearah Vero.
glekkk
*sialan tempat apaan ini, kenapa banyak cowok² gk jelas gini gumah vero yang sudah ketakutan.
brakkk
__ADS_1
seketika Gavin Membuka pintu khusus nya*
" Boss." ucap Anak buahnya kaget yang
tapi hanya Di abaikan oleh Gavin
" Brengsek lepaskan dasar bejat."ucap Vero yang berusaha melepaskan cengkraman Gavin
" Dasar Cewek sialan, berani sekali mau ma.. " ucap Salah satu anak Buah nya terpotong karena dapat tatapan tajam oleh Gavin
"Masuk." ucap Gavin
" gak akan. "jwb Vero yang memberanikan diri
" Masuk.. " ucap Gavin tegas karena tidak ada respon akhirnya Gavin pun menggendong Vero melewati tangga sedangakan anak buahnya hanya melongo melihat kelakuan sang boss nya.
sampai lah diruang Gavin.
" karna hanya dirimu yang berani sama saya, jangan harap kamu bisa lolos dari saya. " ucap Gavin
"Apa mksd luh ha! bilang yang jelas gk perlu bertele²." ujar Vero yang kesal meski sedikit gemetar
" Jadi perempuan ku. " ucap Gavin
" Ha!! gk salah dengar. " tanya balik Vero
" Sekarang Tanda tangan surat ini. " ucap Gavin Melemparkan Selembar kertas
" Mimpi. " ucap Vero sinsi
" Oke, kalo gitu jangan salahkan aku kalo aku berbuat Licik dikeluarga mu. " ancamanya
__ADS_1
" Heyy apakah gua takut dengan ancaman mu. " Ujar Sinsi Vero
" Ternyata Anda meremehkan Veronica chintya Wibowo putri dari Herry Wibowo. " ucap menekankan kata²nya
" kenapa luh tau tentang ku? " tanya Vero yang masih belum percaya bagaimana dia bisa tau keluarga ku dan apakah secepat ini dia menyelidiki isi pikiran Vero
" apakah masih ingin melawan? " tanya Gavin santai
" kalo kau tidak ingin menandatangani kontrak ini jangan salahkan aku bakal buat perusahaan Keluarga Wibowo bangkrut ludess dan tidak ada sepeser pun harta yng tersisa. " jelas Gavin dengan santai
" Dasar Pria gila brengsek, jangan pernah luh menyentuh keluarga gua.. " teriak Vero yang dipenuhi emosi
" itu tergantung kamu. " jwb Santai
aku harus gimana lagi, cobaan apa lagi ini kalo aku menandatangani kontrak ini akankah bisa mengubah hidupku atau tidak, ah sudahlah hanya 2 bulan jadi pacar palsu gumah Vero
" puas.. " ucap Vero yang langsung melemparkan lembar kertasnya yang sudah di Tanda tangani
tapi hanya di disenyumin tipis oleh Gavin.
" Kalo sudah selesai, gua pergi dulu. " ucap Vero yang langsung pergi meninggalkan tempat terkutuk itu bagi Vero
ini gak akan puas Grily sayang sebelum aku mendapatkan dirimu sepenuhnya. gumah Gavin dengan muka liciknya.
sedangkan tempat lain
" Emm ya ampun nih cilok enak banget.. " Gumah Tere Yang sedang menikmati Cilok dipinggir jalan tadi
" Eh tunggu kok kaya ada yang ketinggalan ya tapi apa? " bingung Tere yang terasa Janggal
" Ya Ampun Verooo. " teriak Tere yang lupa bawa dia tadi jalan berasama Sahabat nya
__ADS_1
" Ah sial, bakal kena ceramah lagi ini. " ucap Tere yang langsung mencari Vero di tempat Tadi.