
" Kamu. " ucap Kejut Dokter tersebut saat melihat gadis cantik yang sadari mengganggu pikiran nya.
" Mau mati kamu Gaza. " ucap Gavin yang langsung melepaskan pelukan tangannya
" sadis bener men. " ucap Gaza yang langsung membuyarkan tatapan nya.
" ternyata singa bisa sakit juga ya. " ceplos Gaza yang langsung menghampiri kedua sejoli
" Diamlah. " ucap Gavin
" wah sejak kapan luh bisa galak gini Vin, biasanya kamu bakal berubah jadi kucing kecill kalo sedang sakit. " ucap Gaza yang sempat terkejut dia udah tau betul oleh kelakuan sahabat satunya ini kalo sedang sakit.
" emm Nona bisa minggir sebentar? " tanya Gaza
" emm baik.. " ucap Vero menggantung
" tidak Boleh, " ucap Langsung Gavin yang langsung mengeratkan pelukan tangannya
" kalo gak boleh gimana mau priksa nya oneng. " kesal Gaza
" Priksa ya priksa aja sih Om, jangan suruh² kekasih ku untuk minggir. " ucap Gavin yang hanya dijawab pasrah oleh kedua manusia beda kelamin itu
" Gimana dok? " tanya Vero yang Antusis saat Gaza sudah selesai memeriksa nya
" cuma Demam aja Nona? " ucap Gaza
" Huft syukur lah. " jwb tenang Vero
" ini ada obat buat Tuan Gavin Nona, obatnya diminum setelah makan ya Nona. " jelas Gaza
" emm Baiklah. " jwb Vero
" Oh iya bagaimana luka lutut Nona? " tanya Gaza
" lutut? kok tuan bisa tau kalo lutut saya berluka." tanya Vero
" ehh apa Nona tidak mengenali saya? " tanya Gaza yang langsung digelengkan oleh Vero
" saya yang tadi pagi nabrak Nona? " jwb Gaza
" oh jadi kamu yang nabrak. " ucap Vero yang langsung dijawab kikuk Gaza
" Maaf Nona, saya tdi sedang terburu² kalo memang luka parah biar saya priksa. " ucap Gaza
" gk perlu cuma lecet aja. " jwb Vero
" tapi bisa jadi Infeksi Nona kalo tidak segera di kasih obat. " ucap Gaza yng langsung duduk di dibawah Vero
" tidak usah.. " jwb Vero yang mundur.
" GAZA... APA KAMU MAU MATI. " ucap Gavin yang langsung mengeluarkan aura dingin tak lupa dengan tatapan memangsa
glekk
seketika Gaza pun Langsung menelen Ludahnya kasar tidak Hanya Gaza Vero pun Juga
" Nona kalo gitu saya permisih dulu, kalo gitu semoga cepet sembuh Vin. " ucap Gaza yang langsung berlari keluar dari kamar Gavin
__ADS_1
sedangkan Vero masih berdiam
" mau sampai kapan kamu disana? " tanya Gavin yang langsung memodekan Seperti kucing kecil
" ha... " jwb Vero yang langsung menghampiri Gavin dikasur nya
diluar.
" huftt ternyata gadis kecil itu udah ada yang punya. " jwb lirih Gaza
" apalagi yang punya Gavin si Singa, mana bisa aku menandingi nya yang ada aku langsung dilempar di Kutub Utara. " ucap Gaza yang sudah berada di mobilnya
" hanya bisa mengikhlaskan. " lirih Gaza dengan tampang kecewa.
" Vin Pliss lepasin tangannya oke, " bujuk Vero yang masih berusaha melepaskan pelukan tangan Gavin
" gak. " jwb Gavin yang mengeratkan pelukan tangan ny
" Vin Aku itu mau buat bubur dulu , untuk kamu. " ucap Vero
" gak. " jwb Gavin
" Vin kalo kamu gini terus gimana bisa kamu cepat sembuh. " ucap Vero
" besok juga udah sembuh kok. " jwb Gavin
" Gavinn. " ucap Vero yang langsung mengeluarkan Nada tinggi nya
" lepas gak. " lanjut Vero yng langsung dilepaskan Oleh Gavin
" Kamu memarahi aku. " ucap Gavin dengan mata berkaca².
" aku... " ucap Gantung Vero
" udah sana pergi, aku tau kamu gak suka ngurusin aku. " ucap Gavin yang langsung menutupin badan nya dengan selimut
Haiiiis lama² pusing aku batin Vero yang langsung menuju kearah dapur untuk membuat kan bubur untuk Gavin.
" kok malah pergi, Vero jahat gak sayang Gavin. " teriak Gavin saat mengintip Vero yang sudah keluar dari kamar nya ( Makhlumin aja Bayi besarnya baru manja 😌.)
setelah beberapa menit akhirnya Bubur yang dibuat Vero pun jadi.
" Huftt akhirnya. " gumah Vero yang bangga dengan hasilnya
" Semoga Gavin Suka. " gumah Vero yang langsung menuju kamar Gavin
" Vin.. "panggil Vero saat melihat Gavin yang masih mode ngambek
" Vin makan dulu, setelah itu minum obat. " ucap Vero yang duduk ditepi kasur Gavin
" Vin. " panggil Vero yang melihat Gavin memunggungin
" gak. " ketus Gavin
" Vin ayo makan dulu. " ucap Vero yang masih berusaha membujuk
__ADS_1
" gak mau ya gak mau. " jwb Gavin
" kamu gak kasih liat aku udah buat bubur susah payah. " ucap Vero yang pura² sedih
" Kalo kamu gak mau yaudah, biar aku makan sendiri. " ucap Vero yang langsung berdiri dengan tangan yang memegang nampan
tapi seketika langkah Vero pun berhenti saat mendengar suara Gavin
" jangan pergi lagi. " ucap Gavin yang sudah memposisikan duduknya
hehe berhasil batin Vero senang.
" Biar aku makan buburnya. " ucap Gavin malu²
" emm baiklah. " jwb Vero yang langsung duduk kembali
" tapi suapin. " ucap Gavin dengan mulut manyun nya
" iya. "jwb Gemas Vero tanpa pakai lama Vero langsung menyuapi bubur nya setelah ditiup agar tidak panas saat dimakan Gavin
" enak. " satu kata keluar dari Gavin
dan itu membuat hati Vero senang
" aku ambil kan Obatnya dulu. " ucap Vero
yang langsung di anggukan oleh Gavin
" Kok aku juga bego banget sih naruh obat nya malah di dapur. " ucap Vero saat sudah sampai di dapu
" tadi aku taru mana sih. " ucap Vero yang masih mencari² , tak pakai lama akhirnya obatnya ketemu Vero pun langsung melangkah keluar dari dapur dan ingin menuju kekamar Gavin tapi belum sempat ingin keluar dari Dapur Gavin Pun Langsung menghadang Vero dengan tangan yang ditempel kan ke tembok.
" udah ketemu? " tanya Gavin lembut
" kamu ngapain di sini Vin, kamu itu harus banyak istirahat. " ucap Vero
" tapi kamu lama, aku kangen. " bisik Gavin yang langsung membuat Merinding Vero karena dengan Posisi intim
" Vin.. " ucap Vero gantung saat bibir Gavin menempel ke Bibir Vero dengan susah payah Vero pun memberontak tapi apa dayanya tenaganya lebih kecil dari tenaga Gavin.
Hosh hohs.
nafas memburu kedua Sejoli
" Bibir kamu Manis. " ucap Gavin tanpa merasa bersalah
" Lagi ya. " ujar Gavin pada Vero yang menatap tajam
" mimpi. " ucap Vero yang langsung menutup kan mulutnya dengan tangan nya
" haha canda kok, tapi kalo udah halal kita lakukan lagi kalo bisa lebih. " ucap Gavin santai dan itu langsung mendapatkan cubitan dari Vero
" ah sakit. " rajuk Gavin yang mengelus perutnya karena cubit an dari Vero
" kalo ngomong kok asal. " ucap Kesal Vero yang langsung pergi begitu saja dia masih malu saat mengingat ciuman lembut Gavin dan itu membuat hati nya bergedup kencang saat mengingat kejadian nya huftt sungguh memalukan kenapa tadi dia tidak menolaknya pikiran kacau Vero yang melirik Gavin disamping nya.
__ADS_1
Mumun kasih gratisan 1 Bab nih 😀, jangan lupa tinggalin jejak kalian ya 😀