POSESIF BOSS GENGSTER

POSESIF BOSS GENGSTER
Keberanian Vero


__ADS_3

" Leo.. " panggil Gavin ke Asisten nya


" Iya Boss. " jwb Arleo yang langsung masuk ke ruang Gavin


" Selidik Keluarga Wibowo dengan lengkap. " ucap Gavin yang fokus dengan ponsel nya


" Baik Boss. " jwb Leo menunduk


" oh iya Boss , malam nanti boss mendapatkan undangan dari Tuan Verry ( Ketua Gengster white Eagles). " jelas Leo


" hemm. " jwb Gavin cuek sambil berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan nya.


" Kebiasaan. " gumah Leo yang langsung mengikutin langkah sang bossnya.


Dikediaman Wibowo.


" Dasar Anak kurang ajar. " teriak pria parubaya yang sudah mendaratkan satu tamparan dipipi mulus gadis itu.


" Berani sekali kamu menampar Adik kamu dan mempermalukan Disemua orang. " ujar Pak Heryy dengan tatapan marah .


" huu, itu salah dia Ayah " ujar Vero yang mengelus pipinya yang baru terkena tamparan oleh ayah nya


" He! kamu itu sebagai kakaknya melindungi bukan memperlakukan adik kamu kasar, ayah tau kalo kamu masih belum Terima dengan kehadiran mereka. " ujar Pak Herry


" Dan kamu juga harus mikir ibu kamu masih bisa menyayangi kamu,mesti dia bukan ibu kandung kamu" lanjut Pak Herry


" Hahh Menyayangi, hanya sebuah lelucon. " ujar Vero dengan tawa sinsi nya


" Apakah ayah gak tau kalo selama ini Vero selalu sengsara oleh mereka? " tanya Vero


" Selama ini Vero bertahan karena siapa ha! karena ayah. " teriak Vero


"Ya Vero harapan kan Andai waktu bisa berputar kembali, akan kah kita bisa hidup bahagia lagi. " ucap Lirih Vero


" Andai Bunda masih ada apakah ayah masih mencintai nya seperti ayah mencintai ku. " tanya Vero yang menatap Ayahnya


" Tutup mulut kamu, Bunda kamu sudah tiada jadi jangan pernah kamu membahas nya lagi karena ayah sudah muak.. " ujar Pak Herry yang mengingat kejadian dulu

__ADS_1


" apa ayah bilang? muak. " ucap Vero yang terkejut oleh omongan ayahnya


" ya, sekarang kamu dengar kan baik² ayah sudah tidak mencintai Bunda kamu, dan ayah sudah bersyukur Bunda kamu sudah tiada karena apa? karena ayah sudah Muak dengan Bunda kamu. " ujar teriak Pak Herry yang sudah membenci istri tercinta nya dulu


sedangkan dari samping kedua wanita itu hanya tersenyum kemenangan.


" Hais selama ini harapan aku hanya angan² , mana mungkin kan ayah masih mencintai bunda yang sudah tiada. " ujar Vero


" karena didalam hati ayah hanya ada pelakor yang sudah merusak keluarga kita. " ujar Vero Melirik kedua Wanita yang tersenyum Kemenangan


" jaga omongan kamu Vero. " teriak Pak Herry yang ingin mendarat kan 1 tamparan lagi tapi dihentikan oleh Bu Desi


" Mas, cukup. " ucap Bu Desi yang sok² membela


" hentikan Ekting mu Bodoh, aku gak bakal simpati oleh ekting mu yang sok² membela aku. " ucap Vero dengan tatapan benci


" Vero " panggil Bu Desi


" jangan sebut Nama aku dari mulut jalang kamu, karena jalang kayak dirimu gak pantas sebut nama ku. " ucap Vero


" Vero.. " teriak Pak Herry.


" keluarga hey, aku gak bakal menerima keluarga ini sampai kapan pun, " ujar Vero


yang menatap tajam Calista yang gemetaran


" dan Akrab!! ohh itu gak bakal terjadi karena aku tak sudi Akrab dengan manusia licik seperti kalian. " lanjut Vero


" Vero,,, kalo kamu berani berbicara yang gak tidak² jangan harap ayah akan belah kasih pada kamu. " ancam Vero


" gimana rasanya, kalo orang tersayang kita direndahkan ha! sakit bukan, itulah rasa ku saat Bunda direndahkan tapi Apa? Ayah tidak membela Bunda meski Bunda sudah tiada. " ujar Vero


" ayah sudah berapa kali bilang ayah gak akan peduli lagi. " ucap Pak Herry


" kalo gitu Vero juga gak peduli, kalo vero menyebutkan mereka jalang. " ucap Vero santai


" kamu., " ucap Calista yang sudah tidak tahan menahan emosi nya

__ADS_1


" Apa? mau berantem ayok, jangan anggap selema ini Aku diam karena takut dan nuduk pada kalian, itu gak akan karena selama ini aku diam karena aku gak ingin melawan trik busuk kalian yang selama ini kalian rencana dulu, bukan kah kalo aku ngelawan bakal membuat trik kalian sia² kan. " jelas Vero


" jadi jangan anggap sekarang aku bakal nunduk pada kalian, mimpi!" ucap Vero dengan wajah penuh benci


" Vero,, Vero.. " teriak Pak Herry yang memanggil putri nya yang pergi begitu aja


"huu huu ini salah aku mas, andaikan dulu... " ucap Bu Desi ekting


" udah Sayang ini bukan salah kamu, nanti mas akan memberikan pelajaran pada Vero. " ujar pak Herry


" iyak Mass. " ucap Bu Desi yang diam² tersenyum kemenangan


mampus kamu Vero, kamu bakal liat hukuman apa yang akan diberikan ayah kamu tersayang gumah Bu Desi.


Dasar jalang kurang ajar, gak akan aku Biarkan kamu merendahkan aku dan ibu ku lagi awas suatu saat akan aku beri pelajaran yang cocok dengan muka sok suci mu gumah Calista dengan wajah bencinya.


sedangkan didalam kamar Vero hanya bisa menumpahkan air matanya yang selama ini dia tahan


Bunda maaf, Vero melakukan kesalahan yang seharusnya yang gak vero lakukan, vero sudah melanggar janji bunda yang bunda katakan batin Vero yang merasa bersalah kepada Bundaa nya


sebelum kematian bunda Vero


" Vero sayang, " panggil Bunda Vero


"iya Bund." jwb Vero yang saat ini duduk disebelah Bundanya yang sedang tertidur diranjang nya


" Apakah Vero kecil Bunda bisa menjaga janji Bunda? " tanya Bu Dewi yang mengelus rambut Vero


" emng Bunda mau, kasih janji apa pada vero? " tanya Vero kecil


"Bunda hanya mau Bilang, Sebesar besarnya kesalahan Ayah kamu Bunda mau kamu jangan membenci ayah kamu meski suatu saat ayah kamu akan berubah. " jelas Bu Dewi


" emng suatu saat Ayah akan berubah? " tanya Vero


" itu belum mesti, tapi Bunda sangat harapan suatu saat kalo kamu sudah besar dan tau kesalahan Ayah kamu, kamu jangan membencinya oke apalagi melawan. " ujar Bu Dewi


" hemm iya Bund, Vero janji gak ak membenci ayah apapun kesalahan ayah. " jwb Vero

__ADS_1


bunda hanya bisa harap kamu tidak membenci ayah kamu meski suatu saat kamu akan tau kebenarannya gumah bu Dewi sedu


__ADS_2