
" Abang..." Teriak Gadis Cantik yang saat ini menggedor² salah satu pintu
dokkk, dokkk
gedoran pintu...
" Tunggu dulu mas. " ucap Wanita itu
" Apa sih sayang, Mas udah gak tahan. "jwb Laki itu yang sudah diselimuti gairah
" Bentar dulu. " ucap Wanita itu yang langsung Berdiri dari tidurnya tanpa Menggunakan Sehelai Kain
" Akhhh Sayang, mas udh gak tahan. " ucap Laki itu yang langsung mencium bibir istrinya penuh gairah
" Tunggu, mas, "
" Ada apalagi. "
" Tere Manggil kamu. " ucap Wanita itu yang langsung mengambil Pakaian nya
" Biarin Aja, yang penting kita tuntas ini dulu. " ucapnya
" Gak, "
" Aku buka Pintu nya dulu, Dan Pakai baju kamu. " ucap Wanita itu yang langsung pergi dari hadapan suaminya setelah selesai merapikan pakaian nya.
" Ahkk Shitt dasar adik sialan. " grutu Pria Itu Yang langsung melangkah ke arah kamar mandi.
Cklekk...
" Ada Apa Re? " Tanya wanita itu yang baru saja membuka pintu kamar nya
" eh Mb Citra. " kikuk Tere
" cuma cari Bang Panji, Mb. "
" Owh, abang kamu lagi dikamar mandi. " jwb nya
" emang ada apa? "
" gpp, Tere cuma mau bilang kalo Tere nunggu Di ruang tamu ya mb kalo bang panji sdh selesai. " ucap Tere
" ya, Nanti mb bilangin. "
tapi belum sempat Tere Melangkah, Panji memanggilnya dengan suara yang menahan kesal.
__ADS_1
" Ada apa? " ketus Panji yang saat ini berdiri disamping istri nya.
" The to poin aja ya Bang, karena hari ini Gua lagi Badmood dan juga gak mau bicara panjang lebar kali Lebar dan kali panjang lagi hanya untuk menanyakan beberapa kata, dan itu pasti memakan waktu yang banyak dan itu juga bakal membuat gua kekurangan waktu daaannnn.. " jelas Gantung Tere karena bibir nya yang langsung dikunci oleh tangan Panji.
" Cerocoss teruss. " ucap Panji dengan wajah kesalanya.
" Paan sih Bang, orang Tere belum selesai ngomong udah di potong aja. " kesal Tere yang langsung menepis tangan Panji.
" Cepat mau ngomong apa. " tanya Panji
" Bang kok tangan loh bau sih bang, abang baru pegang apa barusan. " ucap Tere yang langsung mengelap Mulut dan Hidung nya.
glekk..
" Udah sekarang loh mau ngapain kesini. " tanya Panji yang mengalihkan pembicaraan
" Owh itu gua cuma mau tanya, gimana tentang Pencarian Vero? " tanya Tere
" belum ada kabar. "
" gimana sih bang udh lima hari masa belum ada kabar tentang Vero. " ucap Tere
" ye mana abang tau, tanya kan aja sono sama Pak Rw. " ketus Panji
" Kok Pak RW sih bang, orang kita kemarin suruh nyelidikin Polisi, harusnya itu tanya sama Pak RT bukan Pak RW apa hubungnya coba suruh Tanya Pak RW. " ucap Tere
" Gak sekalian Pak Lurah ha!! " ucap Tere dengan nada kesal
" bang ini bukan waktu bercanda ye bang. " ucap Tere
" Siapa juga yang bercanda. " jwb Panji
" luh lama² gua semxdown mampu*s loh bang bener deh. " geram Tere
" udah lah, Ayo Tra masuk aja kita lanjutin yang tadi . " ucap Panji yang langsung menarik tangan istri masuk kekamar
brakkk...
bunyi pintu tertutup dengan keras
" Dasar gila, bangsa*t, setres.. " teriak Tere yang menedang Pintu kamar abang nya.
" Jeng Tere " ucap Bocah yang baru saja datang dengan tangan yang membawa setoples kacang
" jeng² emang Jeng Mani ha! " sentak Tere yang sudah memerah karena menahan marah kesal
__ADS_1
" emng bener kan. "
" Dah diem loh bocil. "
" jeng eh maksud nya baim, Aunty Tere tadi kayak nya Baim denger kalo Aunty lagi pidato ya. " tanya Polos Baim
" Yak Pidato. " ketus Tere
" Owh kalo gitu coba Aunty ulangin lagi Pidato nya Mumpung Baim udah bawa kacang. " ucap Baim binar
" Dasar nih bocah ya.. " gumah nya
" bayar dulu nanti aunty pidato in. " ucap Tere
" harus ya Tan. "
" ya lah di dunia itu gak ada yang gratis, kalo gak mau yaudah bye Aunty mau kekamar dulu. " ucap Tere
" eh jangan, nih baim ada uang 50 ribu tadi baim dikasih Bude sama Pakde." ucap Baim yang langsung mengeluarkan uang 50 ribu dari kantong celana nya
" Nah gitu donk, " ucap Tere yang langsung mengambil duitnya
" lumayan bisa buat beli cilok. " gumah Tere yang langsung memasukkan duitnya kedalam saku
" Ekhm tadi dari mana pidato nya? " tanya Tere
" emm tadi Baim dengar nya, dari Panjang kali Lebar Tan? " tanya Polos
" owh itu, ok Aunty lanjutin ,Panjang dikali lebar dikali panjang lagi dan dikali lebar lagi dan berbentuk panjang dan lebar disebut kardus, dan sekian terimakasih. " ucap Tere yang langsung membungkuan badan nya
" Udah Tan.. "
" ya. "
prok prok
" Hebat Aunty. " ucap Baim bocah lima tahun nan
" terima kasih pujiannya, kalo gitu Aunty kekamar dulu. " ucap Tere
" ya Aunty kapan² pidato in lagi ya. " ucap Baim dengan mata berbinar
" Tentu.." jwb Tere yang langsung pergi dari hadapan Bocil lima tahun itu.
" sungguh keren Aunty.. " ucap nya
__ADS_1
bersambung...