
" Hay Nona. "
" Anda cantik sekali bisakah kita bermain sebentar. " ucap genit
" uwh Tuan juga tampan, tapi apa Tuan sanggup kalo bermain dengan ku. " ucap Vero genit
cih geli sendiri gue batin Vero
" tentu buat Nona apa yang tidak sanggup. " ucap Preman itu dengan kedipan mata
" Tuan Memang paling jantan ,mau bermain kasar " ucap Vero yang langsung mencolek dagu Preman itu
grtt
Aura pembunuhan pun keluar
bisa mati gue batin Preman itu
" Mari Nona, saya jamin Nona bakal ketagihan. " ucap Pria Itu yang ingin menyentuh tangan Vero tapi Belum sempat Vero pun langsung Melintirkan Tangan Pria itu kebelakang
" akhhh, sialan. " teriak Preman itu
" inikah yang Tuan mau. " ucap Vero
Tapi Belum sempat ingin melanjutkan aksinya, Tangan Vero pun langsung ditarik oleh seorang Pria kekar siapa lagi kalo bukan Pahlawan kesiangan nya.
" Kalo berani lawan gue jangan jadi pengecut hanya menggoda wanita. " ucap Dingin
glek
" Vin.. " gumah Vero tak percaya saat melihat wajah tampan yang sadari dirindukan ups keceplosan
" kamu diamlah disini. " ucap Datar Gavin tanpa Melihat Vero
" Wuhh Pahlawan Nha datang. " ejek preman Yang tdi menggoda Vero
BUGH
Satu bogeman pun mendarat dipipi Preman itu
shitt napa bos mukul nya beneran batin Preman itu sambil menyekang darah disudut bibir.
BUGH
BUGH
BUGH
Gavin pun langsung melayangkan pukulan bertubi² ke preman itu hingga tersungkur,
boss ingatlah perjanjian nya isyarat mata preman itu
grepp
" Ini balasan loh, karena udah berani goda cewek gue. " bisik Gavin tepat ditelinga Preman itu
__ADS_1
" Bos lupa? " bisik Preman nya
" kalo Bos tidak boleh ngelawan. "
" Kalo begini Kakak Ipar curiga. " ucapnya Dengan tatapan Mengartikan
glek
shitt kebawa emosi batin geram Gavin
BUGH
preman itu pun langsung mendaratkan Pukul yang begitu keras hingga membuat Gavin tersungkur karena belum siap
*sorry Bro, ini balasan Nya batin Preman itu dengan senyuman ejeknya
kauu.. geram Gavin*
hingga pada akhir nya pertarung sengit pun terus berlanjut, hingga tepat Gavin yang sudah mulai kalah bisa dibilang mengalah.
*haha akhirnya balas dendam terpendam ku terbalas batin Preman itu senang
seru batin preman satunya*
hingga tepat preman yng sadari diam pun juga ikutan melawan Gavin dengan berbagai pukulan.
kejadian itu pun langsung mengundang kegelisahan, dan ketakutan Vero ingin membantu juga gk bisa karena halangan dari Gavin, bahkan wajah lembam pun sudah tercetak diwajah tampan Gavin, karena tak bisa berbuat apa² Vero pun langsung menghubungi nomor polisi, hingga tepat suara polisi pun terdengar membuat pertengkaran 1 lawan 2 yng begitu sengit pun berakhir karena kepergian kedua preman itu.
" Vin. "panggil Vero yang langsung berlari ke arah Gavin yang sudah lemas
" hiks dasar bodoh, kenapa kamu ngelawan. " ucap Vero takut
" aku hanya ingin ngelindungin miliku, apakah salah. " ucap Gavin dengan senyuman nya
" Jangan gombal Vin, liat lah wajah tampan mu sudah hilang. " ucap Vero
" gpp hilang yang penting cinta ku gak akan hilang. ' ucap Gavin dengan tatapan rindu
" berhenti bercanda Vin, ayo aku akan antar Ke Apartemen. " ucap Vero yang langsung mengangkat salah satu tangan Gavin dan ditempatkan di pundaknya.
brukk
seketika tubuh Gavin pun jatuh membuat panik Vero bahkan tanpa sadar Vero pun nangis begitu histeris, membuat sakit yang Begitu menyakitikn
Maaf batin Gavin saat mendapatkan Isakan istri nya
"lumayan ekting bos" Gumah Preman yang bersembunyi dibalik tembok
" hem, tapi gue juga udah puas membalas dendam yang selama ini gue pendam. ' ucap Preman satunya
" Bener, ya meski gue dapet tonjokan Si Bos sih tapi gpp yang penting kita merayakan hari Pembalasan kita. " ucap Preman itu yang tak lain Mixso
" hem. " jwb Anggukan Arleo.
Apartemen.
__ADS_1
Saat ini Gavin sudah dibaringkan dikasur nya, dan juga sudah diperiksa oleh sang dokter pribadi nya. Kesal, Marah itulah yang dirasakan oleh Gavin ini bagaimana tidak rencana yang penuh niat tersembunyi membuat kerugian Gavin Sudah ditonjok oleh kedua preman siapa lagi Kalo Bukan Sang asisten nya dan sahabat nya, dan satu lagi Disuntik yang dipenuhi dendam pun dirasakan oleh Gavin membuat Gavin sekuat tenaga menahan nya, Jujur kalo bukan didepan istri nya rasanya Gavin ingin mencekik Ketiga pria itu yang sudah diakui sahabat yang bisa dibilang tidak.
lihat lah Wajah tanpa berdosa mereka saat melihat kondisi mengenaskan Gavin. ya saat Ini Mixso dan Arleo sedang berdiri tepat di depan Bossnya, sedangkan Gaza sedang Membalaskan dendam nya Gaza sengaja menyunting tangan Gavin begitu dalam bahkan sempat² Gaza memperlambat suntik nya.
Padahal hanya luka Lembam diwajah, tapi kenapa harus disuntik emng dasar setres mengambil keuntungan dalam kesempitan.
Setelah melihat kondisi Gavin, akhirnya Ketiga sahabat laknat pun pergi membuat Gavin lega karena bisa berdua dengan istri nya yang dirindukan.
" Maaf. " satu kata Dari Gavin yang saat ini sedang duduk bersandar
" Buat? " tanya Vero
" Kemarin yang sudah buat.. " ucap Gantung Gavin
" Tidak perlu dilanjutkan. " potong Vero
" Tapi. " ucapnya Gavin
" aku gak ingin mengingat nya. " ucap Datar Vero
" Tapi, aku merasa bersalah Ver sudah buat kamu keluar dan kehilangan beasiswa yang selama ini kamu capai. " ucap pelan Gavin
" udahlah Vin, sebaiknya kamu istirahat. " ucap Vero yang ingin beranjak dari duduknya
" Mau kemana? " tanya Gavin yang masih tak rela
" keluar. "
" gak bisa kan kamu nunggu aku? " lirih Gavin pegang tangan Vero
" Aku tau kamu masih marah, tapi aku mohon jangan abaikan aku, aku sakit ver. " ucap Gavin yang langsung mendaratkan kepalanh dikedua gunung kembar Vero
" Itu kamu tau. " ucapnya
" Mohon Vero jangan abaikan aku, aku bakal mengabulkan permintaan kamu asalkan jangan abaikan aku. " ucap Gavin dengan mata berkaca²
" Benarkah? " tanya Vero memastikan
" iya, asalkan jangan abaikan aku. " ucap Gavin melas
" Baiklah, aku akan maafin kamu dan gk marah. " ucap Vero
" apa permintaan mu. " ucap Senang Gavin
" AKU MAU PISAH. " ucap Vero dengan wajah serius.
deg
bersambung,
nih Author kasih bonus 1 bab semoga puas ya hehe.
__ADS_1