
Saat ini Kedua Sejoli itu pun sampai di Kafe Pinkye, kafe yang bisa dibilang tongkrongan Untuk para remaja apalagi untuk para pasangan.
Saat Ini Vero dan Gavin sedang memasan menu makanan setelah Memarkirkan mobilnya dan langsung melangkah kearah pelayan yang masih sibukk melayani Pembeli lainnya. disaan Vero dan Gavin pun menjadi pusat perhatian semua orang bahkan yang sudah punya pasangan itu juga tak kalah mengagumi wajah tampan Gavin , tapi tidak dengan Gavin, Gavin acuh saat mendapatkan tatapan buaya betina itu dan juga masih memasang wajah datar dan dingin.
" Masih lama? " tanya Gavin yang berada dibelakang Vero dengan tangan yang memegangi jaket yang dikenakan Vero
" iya. "
" Kalo gini mending pindah aja. " ketus Gavin yang sadari menunggu
" udah terlanjur, udah sih tunggu aja. " sewot Vero
sedangkan Gavin hanya menghembuskan Nafas Kasarnya, kalo jadi gini mending gak jadi ajak jalan itulah isi pikiran Gavin saat ini.
" Silakan mbak, mau pesan apa? " tanya Pria yang bertugas Melayani pembeli
" emm saya pesen Chocolate Chip Cookie , Potato Chips , Cheese Sticks "
" Minuman nya? " tanya pria itu
" Kamu mau apa mas? " tanya Vero menoleh kearah suaminya yang sudah menampilkan wajah Datar nya
" Terserah. "
" mau Spaghetti atau Coffee Cake? tawar Vero
" Gak. "
" Huft yaudah, minumanya mau apa? " tanya Vero sesabar mungkin
" Terserah. "
__ADS_1
" Oke, tapi kalo aku pesenin gak suka bukan salah aku ya. " ucap Vero
" Minum nya Cappuccino satu sama Milkshake " ucap Vero ke Pelayan nya
" ada tambahan lagi? " tanya Pria itu
" em Sama Es krim Vanila coklat satu. " ucap Vero
" baik, bisa ditunggu dulu mbak. " ucap Pelayan itu tersenyum ke arah Vero yang langsung dianggukan Vero
" Jangan direspon. " bisik Gavin
" Apanya? " tanya Bingung Vero
" Gak. "
dasar gak peka batin kesal Gavin.
" Apa kerja anda hanya untuk menantap istri saya. " Ucap Gavin dingin kearah pelayan pria itu
" ehh, maaf Tuan. " gugup Pelayan Pria itu
yang langsung mengalihkan tatapan nya
" Makanya kalo punya mata itu dipakai untuk yang bener jangan buat nantap istri orang dasar. " ucap kesal Gavin
" aw Apaan sih dek. " adu Gavin saat perutnya dicubit sma Vero
" omongan kamu itu lh, kebangetan. " kesal Vero menantap tajam ke Gavin
" salahin pelayan nya itu, masa nantap kamu gak kedip² siapa yang gak kesal, liat istrinya ditatapan sama orang lain ha! makannya kalo mau keluar itu pakai masker. " kata Gavin kesal
__ADS_1
" kok kamu malah yang marah, ya wajar dong dia kan punya mata jadi suka² dia lah. " sewot Vero
" kok kamu sewot jadinya, kamu belain dia ha? " tanya Gavin
" gak, cuma kamu aja yang kebangetan. "
" udahlah males ngeladenin kamu. " ucap Vero yang langsung memainkan hpnya
" yaudah nih pakai masker, aku gak mau kalo kamu ditatap orang lain. " ucap Gavin yang langsung menyodorkan satu masker
" his gak mau Vin, orang dia yang punya mata kok biarin aja sih. "sungut kesal Vero
" gak, sekarang pakai atau kita pulang. " tegas Gavin
" huft, iya² nih dipakai. " ucap Vero yang langsung memasangkan Maskernya untuk menutupin setengah wajah nya
. " pinter, sekarang kamu duduk aja disana biar Mas yang nganterin. " ucap Gavin yang mengelus rambut Vero.
" iya. " jwb Vero yang langsung melangkah pergi daripada dekat sama suami nya gk ada selesai² apalagi saat ini menjadi pusat perhatian pengunjung kafe ini.
" menyebalkan. " grutu Kesal Vero yang langsung menghentak² kan kaki nya.
selang Beberapa Menit, Gavin langsung menghampiri kearah tempat kosong yang sudah ditempat i gadis yang masih sibuk dengan ponsel nya siapa lagi kalo bukan istri tercinta nya.
Gavin berjalan dengan santai dengan tangan yang memegangi nampan yang berusia pesanan istri nya tadi.
" Ini sayang. " ucap Gavin yang langsung menata pesanan nya
" hem. " jwb Vero yang masih kesal.
bersambung...
__ADS_1