
Sudah menginjak 7 bulan pernikahan Gavin dan Vero dan Syukurnya dalam pernikahan yang hampir Setengah tahun hubungan mereka makin dekat meski belum belah duren.
Hari ini pasturi itu sudah rapi dengan baju yang dikenak, Hari yang ditunggu mereka pun tiba dimana mereka minta restu maksudnya Restu Alm.Bunda Vero loh ya.
Hampir setengah Jam kendaraannya yang mereka tumpangin berhenti disebuah Makam yanh terletak disebuah perdesaan terpecil.
" Pagi Bunda , Apa kabar Bunda Maaf Vero baru mengunjungin sekarang." Ucap Vero serayan mengelus batu Nisan sang Bunda
" Vero Kangen Bund hiks,Andai Bunda masih Hidup pasti kehidupan Vero tambah berwarna." lanjut nya
" ustt ,diam gak malu kamu sama Bunda kamu hem! kalo kamu nangis gini yang ada Bunda kamu sedih." ujar Gavin yang langsung memeluk tubuh Vero
" ihh ,Air mata nya sendiri yang keluar sendiri "elak Vero yang langsung menghapus air mata nya
" Masa .." goda Gavin
" Udah gk boleh Nangis lagi yang ada Nanti Bunda kamu gak tenang, Masa Calon Mommy Kok cengeng." ucap Gavin yang berusaha membuat Vero kesal jujur sakit rasanya melihat istrinya menumpahkan air mata berharganya ,meski Gavin tau perasaan Vero saat ini yang sedang merindukan ibu Mertuanya.
setelah mendapatkan cubitan Maut Vero,Gavin pun langsung mundur .
" Hai Bunda,Kenalin Saya Gavin suami tampan Anak Bunda Maaf Gavin baru bisa menjenguk Bunda hari Ini." ucap Gavin yang sedikit bersalah
" Bunda ,Kedatangan Gavin kesini untuk minta restu juga atas pernikahan Gavin dan Vero saya berharap Bunda Merestui kami." Ucap Gavin yang mengelus Batu Nisan Mertuanya
dan Gavin juga janji bakal jaga putri Bunda sebisa Gavin dan selalu mencintai putri anda setiap detik batin Gavin.
Setelah dari Makam,Mereka pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel terdekat untuk membersihkan diri karna mengingat mereka dari makam.setelah selesi memberisihkan diri dan merapikan pakainnya mereka pun langsung balik ke mobilnya untu menuju kediaman Wibowo.
" Sayang kamu serius? " tanya Gavin saat mobilnya berhenti dikediaman Wibowo
" iya kamu tenang aja." ucap Vero menengkan Suaminya
__ADS_1
" yaudah Ayo .." ajak Vero
" Kamu duluan aja,aku masih ada urusan kecil." ucap Gavin
" hem baiklah."
" kalo ada apa-apa panggil Mas aja." ucap Gavin yang langsung dianggukan Vero.
Huftt
Vero terus menerus Menghembuskan Nafasnya saat hendak membuka pintu rumah yang dulu penuh kenangan manis.
" Pa.." belum sempat melanjutkan kata-katany Vero langsung mendapatkan tamparan yang panas membuat wajah Vero berpaling Ke kanan.
plakk
" Dasar anak gak tau diri ,masih punya muka kamu ha! " teriak Pak Herry
" Setengah Tahun kamu pergi dan tiba-tiba balik lagi ,Apa udah gk laku ngejalang." bentak pak Herry dengan kemarahnya tapi dalam lubuk yang paling dalam Pak Herry merasa lega putri kembali tapi karena gengsi dan bencinya yng membuat pak Herry buang jauh-jauh kerinduan yang tertahan.
" Gak sudi saya mendengarkan omongan anda ,sebaiknya anda pergi dari sini karena tempat ini gk butuh tamu seperti anda.." ucap Dingin Pak Herry
" dan saya pastikan warisan Bunda kamu tidak jatuh ditangan mu."
" Maksudnya Ayah apa?" bentak Vero
" oh udah berani kamu bentak papakmu ha! emng dasar kamu sama seperti ibu kamu yang tak ada beda nya." ucap Pak Herry yang dipenuhi kebenciaan
" Cukup Yah.." teriak Vero
" Kamu yang Cukup,sekarang kamu pergi
__ADS_1
Saya udah Muak liat Wajah kamu .." bentaknya lagi
" Vero gak akan pergi sebelum membawa warisan Bunda." ucap Vero
" Gak akan, saya sudah putuskan Kalo Calista lah yang berhak untuk warisan saya termasuk Warisan Bunda Kamu." ucap Pak Herry penuh penekanan
" dan kamu ingatkan kalo saya gk perlu minta ijin ke kamu karena harta Bunda kamu sudah diatas nama kan saya." ujarnya lagi
Tangan Vero mengepal mendengar penuturan Sang Ayah nya apalagi melihat wajah kemenangan kedua wanita yang sadari diam menyaksikan membuat emosi Vero melunjak.
tanpa Babibu Vero pun langsung melayangkan tamparan keras dipipi bu Desi yang sadari tersenyum msngejek.
" B4ngs4t ,Loh udah puas ngambil semua hartanya Puas kan loh dasar pelacur.." ucap Vero yang langsung mencekram Baju Bu Desi
uhhkk uhukk
" Tolong lepaskan uhuk.." ucap Bu Desi yang merasa sesak
" ****** sialan lepasin ibu gue b4ng4t.." bentak Calista yang berusaha mendorong tubuh Vero tapi Nihil dorongan Calista tak mempan
" Ck ****** kok teriak ****** gk malu apa sama diri sendiri" ucap Vero sinis
Plakk
satu tamparan mendarat dipipi mulus Vero siapa lagi kalo bukan Pak Herry.
" Kamu yang ******.." bentak Murka Pak Herry yang langsung mendorong tubuh Vero hingga tersungkur.
" Pergi dari sini saya jijik liat muka anda ,saya yakinkan kamu akan menyesal anak sialan." ucap Pak Herry yang ingin menampar pipi Vero lagi tpi belum sempat mendaratkan tamparannya, Gavin langsung mencekal Tangan Pak Herry dengan Aura dinginya.
" Jangan Pernah sekali lagi Tangan Kotor anda menyentuh Istriku..kalo anda berani menyentuh kukunya saja saya pastikan Tangan anda hilang.'ucap Gavin dingin dan penuh penekanan
__ADS_1
" Dan saya pastikan hitungan menit ini ,anda akan merasakan penderitan seperti istri saya." Bisik Gavin yang langsung melangkah ke istrinya dan langsung menggendong keluar dari rumah sialan ini.
bersambungg.