POSESIF BOSS GENGSTER

POSESIF BOSS GENGSTER
Pengadilan


__ADS_3

Disebuah Kafe yang cukup terkenal dijaman anak muda tak luput dari Kedua Sejoli yang saat ini sedang mengobrol dengan Ria.


" Lis? " panggil pemuda yang saat ini sedang fokus dengan ponselnya


" Iya, paan? " tanya Cewek itu yang tak lain Alista


" Yang ini cocok gak? " tanya Pemuda itu dengan tatapan senang nya


" Iya Cocok banget. " jwbnya dengan senyum kecut


" Serius loh, yaudah gue pesen yang ini aja ya" ucap Zero dengan senang


" Zer, Loh serius bakal Ngelamar dia? " Alista yang berharap hanya tipuan


" Ya serius lah, makanya gue ngajak loh buat bantuin gue cariin. " ucap nya


" Tapi loh gak mikir kan loh sama dia juga jarang ketemu, masa udah jatuh cinta. " ucap Alista


" Emang salahkan kalo, kita jatuh cinta pandangan pertama? " tanya Balik Zero


gak salah, kalo cinta saat pandangan pertama karena gue juga pernah ngerasain batin Alista dengan wajah sedu


" Oh iya, Lis untuk persiapan balon sama bunganya nanti keluar saat Dia terima gue ya. " Ucap nya


" Iya. "


" gue gak sabar nunggu hari kelulusan, semoga aja gue diterima dan setelah itu dia langsung gue ajak nikah dan tinggal di Eropa. " ucap Zero sambil menantap foto nya


" terus gimana sekolah nya? " tanya Alista


" ya sekolah sana lah, ya kalik masa kita harus LDR ya itu kaga bisa yang ada gue bakal mati muda karena nahan rindu. " ucap Zero


" lebay luh kaya dia mau nerima loh aja. " ketus Alista


" kok loh doa in gitu, loh berharap dia gak nerima gue gitu. " kesal Zero


" iya, gue kurang setuju aja. "


" kenapa sih loh gak cari cewek yang benar² cinta sama sayang loh. " tanya Alista yang menahan sakit


" Lis, gue kasih tau meski dia belum cinta yakinlah lambat laun pasti dia juga bakal cinta sama gue. " ucap Zero


" Terus gimana tenang orang tua loh, dia tau? " tanya Alista


" udah, mereka setuju² aja sama pilihan gue. " ucap Zero sambil menyeruputin jusnya


" Udah jam segini gue balik dulu ya, sorry gue gak bisa nganterin luh. " ucap Zero sambil beranjak dari duduk nya


" iya, nanti gue dijemput sama sopir mama kok. " jwb Alista senyum paksa


" yaudah ya gue balik dulu. " ucap Zero


Saat kepergian Zero akhirnya Alista pun langsung menumpahkan kesedihan yang sadari dia pendam saat membahas tentang rencana lamaran orang yang dia cintai.


" Hiks, sesak. " ucap Alista sambil memukul² dadanya yang merasa sesak

__ADS_1


" kenapa loh gak bisa liat sih, Zer liat gue sekali aja betapa gue cinta loh, gue pikir saat loh ngajak gue keluar dan belanja di toko perhiasan gue pikir itu buat gue tapi kenyataan salah hiks sakit. " ucap Alista


sakit ya itu yang dirasakan oleh Alista saat ini mendengar rencana sahabat nya yang di cintai dalam diam akan melamar seorang gadis yang beberapa kali dia temuin bahkan Gadis yang dia lamar adik kelasnya sendiri.


Begitu sesak merasakan kepahitan ini, mau marah aku pun juga tidak berhak karena aku bukanlah siapa² hanya sahabat ya sahabat itulah hubungan nya.


aku hanya bisa mengikhlaskan dia bersama dengan yang lain meski bahagia tidak bersamaku.


***


Beda Tempat disebuah bangunan yang cukup Besar, saat Ini Gavin baru saja turun dari Mobil Mewah nya dan langsung melangkah ke Arah bangunan besar itu dengan wajah yang menahan marah,


Saat melangkah tanpa sengaja mata Gavin pun melihat seorang sejoli yang sedang bermesraan dengan pria lain, sakit itulah yang dirasakan sekarang melihat istri lebih bahagia bersama orang lain.


" Vin kamu udah sampai? " tanya Gadis itu yang tak lain Vero


" hem, ayo masuk. " ucap Gavin datar


" Kamu tunggu disini aja. " ucap Vero kepada pria nya


" iya. " jwb Pria itu mengelus rambut panjang Vero sedangkan Vero hanya tersenyum


Kepelan tangan, dan rasa marah pun memburu ditubuh Gavin rasanya ingin sekali membunuh pria didepan nya yang sudah berani Mengambil gadisnya tapi melihat wajah senang Vero Gavin pun mengurung niatnya, karena tak tahan akhirnya Gavin pun langsung pergi.


Hampir setengah jam Mereka didalam bangun itu.


" Vin, maaf? " ucap Vero saat baru saja keluar dari bangunan itu


" Gpp, "


" Loh gak marah kan? " tanya Vero


" Harus gue yang berterima kasih sama loh karena loh ,gue bisa bertahan Hidup. " ucap Vero


" dan ini. " ucap Vero sambil menyerahkan beberapa berkas


" Apa? "


" ini warisan yang dulu, gue balikin karena gua gak pantes. " ucap Vero


" jangan protes. " ucap Vero sambil menoyor kepala Gavin


" hem, gue bolehh gak Minta satu pemerintaan? " tanya Gavin


" apa? "


" Gue Cuma ingin loh bahagia dan selalu senyum meskipun gak bersama gue. " ucap Gavin dengan mata merah


" iya, gue bakal selalu bahagia kok, tangks untuk nya. " ucap Vero


" Yaudah Vin, gue duluan dan jangan lupa kita ketemu di Minggu depan untuk melaksanakan Proses cerai kita. " ucap Vero senyum


" iya, gue gak lupa. " ucap Gavin


Setelah kepergian Vero akhirnya Gavin pun langsung melampiaskan kemarahan nya yang sadari dia pendam, berkas yang dia bawa pun disebarkan begitu saja tanpa mempedulikan orang berlalu lalang.

__ADS_1


Hati Gavin begitu hancur saat mendengar Kata pisah dimulut orang dicintai , hingga perdebatan pun langsung memulai mengakibatkan Gavin langsung menyetujui Satu Pemerintaan Vero mendengar ucap yang dilontarkan oleh Vero dan itu pun langsung membuat Hancur berkeping-keping. apalagi saat Vero menyodorkan Surat perceraian yang selama ini dia simpan entah kapan Vero membuat nya, Karena melihat tangisan Vero, Gavin pun langsung menandatangani surat perceraian ini dan Langsung menuju ke Pengadilan untuk mengurus Penceraian nya.


" Gavin. " panggil wanita Parubaya yang berlari


" Vin, kenapa kamu ngelakuin ini ha! kamu bodoh kenapa kamu melepaskan begitu saja bukan kan kamu mencintai nya harus nya kamu perjuangkan bukan nya dilepaskan sama aja kamu itu laki² payah. " ucap Bu Sonya yang sudah dibanjiri air mata


" Darimana mama tau aku disini? " tanya Gavin


" Dari Bik Sri, " jwb nya


" sekarang dimana Vero , biarikan Mama yang memperjelas kan. " ucap Bu Sonya


" gak perlu Mah, Peceraian kita akan berlanjut diminggu depan. " jwb Gavin dengan tatapan kosong


plakk


" Vin, apa yang kamu bilang ha! sadar Vin jangan jadi Laki pengecut yang hanya bisa Memperjuangkan cinta kamu. " ucap Marah Bu Sonya saat berhasil mendaratkan tamparan panas


" cukup mah gak ada gunanya kita marah gini , ini sudah terlambat dan Gavin hanya minta mama jangan menghalangi ini semua Biarkan Vero bahagia dengan pilihan nya, percuma kalo Vero tetap disamping Gavin kalo dia tidak bahagia dan itu juga akan membuat sakit jadi Ikhlaslkan Vero bahagia dengan yang lain Mah. " ucap Gavin


" Jadi berhenti berharap mah. " ucap Gavin yang langsung pergi dari hadapan sang mamanya.


ini gak mungkin, gak akan aku biarin ini terjadi aku harus bertemu dengan Vero. batin Bu Sonya.


Gavin Pun terus berjalan kearah Mobilnya rasanya ingin sekali menyiksa orang tapi belum sempat ingin menaikin Mobil, Gavin pun mendengar bisik² orang yang berlalang .


*kasihan banget padahal masih muda


iya apalagi mereka pasangan kekasih


kok bisa yang ketabrak


udah takdir*


begitulah bisik² para orang


hingga penuh penasaran Gavin pun langsung berlari kearah tempat kecelakaan itu rasanya begitu gelisah saat mengingat wajah Vero bahkan tubuh Gavin pun sudah bergemetar.


Hingga tepat di tempat kejadian kecelakaan itu Tubuh Gavin pun langsung lemas begitu saja, nafas pun rasanya sesak melihat orang yang baru saja dia temui sudah menjadi korban tabrak lari.


" ini gak mungkin, ini gk mungkin ini mimpi. " gumah Gavin yang langsung menghampiri tubuh Vero yang sudah tergeletak


" Ver Bangun, Bangun Bodoh hiks apa kamu gak ingat buat besok ha! " teriak Gavin sambil memeluk tubuh Vero yang sudah dipenuhi darah


" Vero aku mohon bangun. "


" Ini gak Mungkin, Vero bangun sayang Bangun.. " teriak Gavin yang memeluk tubuh dengan erat


" ini gak mungkin, ya gak mungkin ini hanya mimpi. " gumah Gavin yang menatap kosong dan tiba²


brukk


bersambung ..


cie - cie pada Nunggu kelanjutan nya ya hehe,

__ADS_1


jangan lupa berikan dukungan nga ya biar author tambah semangat 😚


bye sampai ketemu hari esok nya.


__ADS_2