
Dipertengahan jalan Mobil yang ditumpangi Gavin dan Vero pun terasa canggung diantara mereka, apalagi dengan wajah datar Gavin yang bodo amatan tapi tidak dengan Vero yang terus berpikir kemana. Tadi saat selesai mengurus Surat Nikah nya Gavin hanya diam saja meski hanya menjawab hemm, iya, oke. Vero berpikir Apakah Gavin masih belum Terima dengan pernikahan Nya tapi mau gimana lagi Nasi sudah jadi bubur kejadian salah paham juga sudah terlanjur membuat mereka Nikah apalagi sudah sah dimata agama meski tanpa respsi.
" Vin nanti turunin di halte samping situ aja. " ucap Vero yang menoleh ke Arah Gavin yang masih fokus menyetir
" Kenapa? " tanya Datar Gavin tanpa menoleh
" Aku mau sekolah naik bus aja. " ucap Vero yang masih Canggung
" Biar aku antar. " jwb Datar
" Tapi,,, " ucap Vero
" gak ada bantahan. " jwb Gavin langsung.
huftt memang bener mungkin dia masih belum nerima kenyataan bahwa kita udah saling mengikat pernikahan ini meski tidak di dasari cita,, batin Vero yang langsung menatap keluar jendela.
akhirnya mobil yang ditumpangi kedua sejoli yang baru sah itu berhenti di depan gerbang sekolah, untung saja bahwa hari ini jam masuk sekolah nya jam sembilan karena ada rapat guru dadakan jadi Vero bisa bernapas lega bahwa tidak akan berhadapan dengan Pak Ahmad lagi, Vero masih mengingat betul dengan ucapan Pak Ahmad yang akan mengelurakannya.
" Makasih. " ucap Vero yang sudah turun dari Mobil Gavin
" hem. " jwb Datar
" Oh iya Vin kamu gak masuk juga? " tanya Vero ragu
" gak, aku masih ada urusan. " jwb Gavin
" kalo gak ada apa² lagi , aku pergi dulu. " ucap Gavin menoleh ke arah Vero
__ADS_1
" emm iya. " jwb canggung Vero sambil menutup pintu mobilnya. setelah menutup pintu mobilnya, Gavin pun langsung mengegaskan mobil untuk meninggalkan gadis yng sudah berstatus istri nya.
" Argghh, kenapa jadi canggung gini. " teriak Gavin didalam mobil
" pasti dia berpikir bahwa aku gak nerima ini semua , dasar sialan kenapa nih mulut juga gak bisa berkompromi. " ucap Gavin yang langsung memukul mulut nya sendiri.
drttt drttt..
dering HP pun langsung menyadarkan Gavin yang sadari mengoceh gk jelas apalagi menyalahkan mulutnya yang berbicara singkat aja dengan Vero sungguh mengesalkan ucap Gavin yang langsung melihat ponsel nya yang Sadari berdering.
" Dasar pengganggu. " gumah Gavin yang langsung memasang kan Earphone nya ke telinga dan langsung menekankan tombol kecil nya.
" Apa. " ketus Gavin
" Maaf Bos menggangu. " ucap Leo disebrang telpon
" Tuan Verry mengajak anda ketemuan. " ucap ragu Leo
" terus. " jwb Gavin
" dia ingin membahas masalah kemarin tuan. " jwb Leo
" Terus. " lanjut Gavin
" dan Tuan Verry sudah menunggu anda di ruang markas kita bos. " jwb ragu Leo
" terus. " jwb Gavin
__ADS_1
" Terus Nabrak bos. " jwb Leo Kesal dengan nada sedikit meninggi
"Beraninya kamu berteriak. " ucap Gavin yang tak mau kalah teriak
" Maaf bos kelepasan. " jwb Leo
" hemm. " jwb Gavin yang langsung mematikan sambungannya.
dasar boss sialan, untung dia boss ku kalo bukan udah gua pegal tuh kepala, grutu Leo kesal.
huftt sabar orang sabar pasti tambah tampan gumah Leo menyemangati diri nya.
tingg
satu pesan masuk ke nomor Leo
" Siapkan Makan malam direstoran mewah, bertema romantis harus romantis kalo gak awas kamu. " pesan Dari Gavin yng sedikit mengancam
" Enak banget nyuruh² emang gua siapa loh. " ucap Leo saat mendapatkan pesan dari boss nya.
ting
satu pesan masuk lagi
" Kalo udah gak mau kerja langsung hadap gua. " pesan Gavin
glek
__ADS_1
" tau aja. " gumah Leo yang langsung menjawab isi pesan sang bos sialan nya.