
Brukkk...
" Shitt.. " dumel Gavin Saat tubuh nya terjatuh dari kasur bahkan wajah yang pucat dan Keringat dingin pun masih tercetak diwajah tampan Gavin.
" Vero, iya Vero. " ucap Gavin yang langsung berdiri dan berlari keluar dari ruangan itu.
brakkk.
" Sialan Punya Mata gak. " bentak Pria yang baru saja terjungkal kebelakang
" Minggir. " ucap Dingin Gavin
" Eh Bos, sorry gak tau. " ucap Kikuk Mixso dengan deretan giginya
" eh boss mau kemana ? " tanya Mixso sambil mencekal tangan Gavin
" Eh sorry bos. " ucap Mixso yang langsung melepaskan pegangan Nha karena tatapan dingin Gavin.
" Bos mau balik? mau ketemu kakak ipar? gue ikut ya bos. " ucap Mixso spontan
" Bac*t loh. " ucap Dingin Gavin
" elah Bos galak bener daritadi. " grutu Mixso
" Mana Leo? " tanya Nya
" gak tau. "
" Suruh dia Kesini 10 menit. " ucap Gavin Datar
" Kenapa gak Bos aja. " celetuk Mixso
" eh iya bos ini saya hubungin. " ucap Mixso yang langsung menghubungi Leo
ealah baru tadi siang Praty rayain hari pembalasan, malah ini kena imbas Nya batin Mixso Sinsi
tut..
" Hallo Tuan? " jwb Parubaya dari sambung telpon
" Mana Vero bik? "
" Itu... "
" Mana bik? Vero baik2 aja kan bik? " tanya Gavin panik
" Itu Nona lagi Pergi... " gugup Bik Sri
" kemana bik? jam segini? " tanya Gavin yang langsung teringat mimpinya
apa Vero benaran mau cerai, batin Gavin mengepalkan tangannya.
Belum sempat Melanjutkan Perkataannya, Gavin pun langsung memutuskan sambung nya sepihak.
__ADS_1
" Mana kunci Mobil loh? " ucap Gavin dengan sorotan tajam
Tak pakai lama Mixso pun langsung memberikan Kunci mobil, Aku yakin nih boss lagi jadi singa batin Mixso
tanpa ucapan , Gavin pun langsung menyambar kunci mobilnya dan langsung keluar dari Markas nya dan belari kecil menuju tempat mobil Milik Mixso.
Hingga tepat didepan mobil, Gavin pun langsung masuk kedalam dan melajukan Mobilnya dengan kecepatan.
15 menit Gavin sampai di depan Apertemennya dengan Nafas yang ngosh² Tangan Gavin pun mulai memasukkan kode Apartemen hingga pintu nya terbuka.
" Bik?? " panggil Gavin dengan nada tinggi
hingga kedua kali panggilan ,Bik Sri pun langsung berlari tergopong²
menghampiri Tuannya.
" iya Tuan? "
" Vero mana Bik? pergi kemana? " tanya Gavin
" itu Tuan nona?? " jwb gugup Gavin
" dimana bik? " tanya Gavin yang langsung menaikan nadanya
" Nona?? "
" Dimana Bik, apa Vero pergi sama laki² ?" tanya Gavin yang sudah tersulut emosi
belum sempat melanjutkan kata² nya suara dingin pun langsung Memberhentikan obrolan Kedua Manusia Itu.
" baru pulang aja langsung seudzon, darimana kamu jam segini baru pulang? " ucap Vero dengan tangan yang bersedekap
" itu.. "
" Darimana kamu tau gak daritadi aku khawatir nungguin kamu, udah gak kasih kabar pulang² langsung ngomong gk jelas dan... " ucap Vero yang langsung kepotong
brukk
tiba² Gavin pun langsung memeluk tubuh Vero yang blm seimbang.
" Aku seneng kamu khawatir, aku seneng kalo kamu kamu marah² lebih seneng nya kamu mukul aku, aku rela tapi aku gak rela kalo kamu abaikan aku apalagi dengan kata pisah itu, kamu gk tau betapa aku takut kalo itu benaran terjadi aku mohon Ver jangan ucapan kata haram itu, aku akan mengabulkan permintaan kamu tapi jangan dengan permintaan pisah itu aku gak bakal ngelakuin. " ucap Gavin yang langsung memeluk tubuh Vero dengan erat
" Aku mohon Ver, berikan aku kesempatan jadi pendamping kamu yang lebih baik, aku mohon berhenti lah untuk memikirkan kata pisah, meski pernikahan ini hanya kesalahan bukalah untuk menerima Ver.. " ucap Gavin yang langsung berlutut dengan tangan yang menggandeng tangan Vero jangan lupakan dengan mata Gavin yang sudah mulai berkaca².
pletakk..
" aw. " ringisan Gavin saat jidatnya di sentil oleh Vero
" Ngomong apaan kamu? ngelantur aja makannya kalo orang ngomong itu jangan dipotong gitu jadi salah paham kan. " omel Vero
" aku itu cuma minta kita pisah kamar, bukan pisah itu. "
" Kamu seriuss? " tanya Gavin yang langsung menghamburkan pelukan
__ADS_1
" hem. "
" ehhh, kamu nangis.. " ucap Vero saat merasakan pundak nya basah
" gk, cuma terharu.. " ucap Gavin yang masih memeluk erat Vero
" udah lah, cuma gitu doank cengeng katanya Galih sekolahan kok cengeng. " ejek Vero
" udh lepas ayo makan dulu, kamu belum makan kan? " tanya Vero
yang langsung dijwb anggukan Gavin
" ywdh makan dulu, tadi aku udah buatin kamu makanan spesial. " goda Vero
" udah lepas.. "
" gk. " jwb Gavin yang masih memeluk tubuh Vero dengan kepala yang masih anteng di celuk leher Vero
hufff, kok malah jadi manja gini batin Vero
" iya aku manja. " celetuk Gavin yang masih anteng dengan posisinya.
" ehh.. "
" kenapa minta pisah kamar? " tanya Gavin yang memainkan rambut panjang Vero
" eh itu.. " jwb gugup Vero
" buat apa? " tanya selidik Gavin
" udah itu gak penting, sekarang ayo makan. " ucap Vero
" tapi jwb dulu pertanyaan buat apa pisah kamar. " ucap Gavin yang masih kekeh
" Itu gk penting, kamu kalo kaya gini aku bakal marah. " ancam Vero yang langsung membuat Gavin melepaskan Pelukannya
" maaf. " ucap Gavin
" udah ayo makan. " ajak Vero yang langsung menarik tangan Gavin
" tunggu.. " ucap Gavin
" Apa? "
" bentar.. "
cup
satu kecupan Pun mendarat di bibir Vero
" Hehe hadiah. " ucap Gavin Yang langsung lari
" ck, dasar. "
__ADS_1
" hemm manis. " gumah Vero yang langsung menyentuh bibirnya yang baru dikecup Oleh Gavin jangan lupakan muka merah seperti tomat.
bersambung..