
Degg
jantung Vero pun seketika bergedup kencang saat sudah berhasil membuka pin HP Gavin , entah rasa apa ini yang dirasakan Oleh Vero saat ini,mata Vero pun Melotot saat tau isi Gambar Wallpaper ponsel Kekasih Kontrak nya.
" sejak kapan dia ngambil foto aku. " gumah Vero yang Heran
" emm udh lah yang penting hubunganin, Asisten nya dulu. " lanjut Vero yang langsung membuka Nomor Asisten nya tak pakai lama Vero pun langsung menghubungkan nomer tersebut .
" Hallo Boss. " Ucap Arleo diseberang telpon nya
" emm Maaf saya Vero. " ucap Vero
" Kok Nona ya Telpon? " tanya Leo
" iya, Tapi saya telpon hanya ingin beritahu kalo Boss kamu lgi demam,bisa gak kamu jemput ditaman sebelah sekolah an? " tanya Vero
*gawat,, kalo boss demam pasti bakal menampilkan sifat boss sebenarnya. batin Arleo
" Hallo. " panggil Vero yang tidak ada jawabannya
" Ah iya, Nona sekarang juga saya jemput. " ucap Arleo yang langsung dijawab iya oleh Vero. saat selesai Telpon Vero pun langsung mengembalikan Ponsel miliki Gavin, tapi siapa sangka pemilik ponselnya tertidur dalam posisi memeluk pinggang Vero.
" huffttt. " hembusan kasar Vero
" Mengemaskan. " gumah Vero dengan senyum manis sambil mengelus rambut pirang Gavin.
beberapa Menit Kemudian akhirnya Mobil yang dilajukan Oleh Arleo pun berhenti didepan Taman yang sudah ditunggu oleh kedua sejoli itu.
" Nona. " panggil Arleo yang terburu-buru
" Leo. " jwb Vero saat melihat Asisten pribadi Gavin Pun Datang
" Maaf saya Telat Nona. " ucap Arleo
" Ah gpp. " jwb Vero
haha bilang telat, belum 10 menit matiin ponsel nya, dibilang telat kesini nya dasar aneh.
" Kalo boleh tau, dimana Boss Nona? " tanya Arleo yang sadari mencari Sang Bossnya.
" ini, dia lagi tidur. " jwb Vero yang menunjukkan pakai mata
whattt, boss tidur di pelukan Nona keajaiban. batin Arleo saat melihat sang boss nya tertidur di perut Vero dengan tangan melingkar.
" kalo gitu biar saya yang mengambil ahli ya Nona. " ucap Arleo yang menarik tangan Gavin
" emm. " lirih Gavin dengan mata masih meram
__ADS_1
" Om. " ucap Gavin dengan nada anak kecil
ehh Om, yang bener aja masih muda gini dibilang Om, dasar sabar Leo dia Boss luh yang baru berubah jadi kucing jadi makhlumin aja. batin Arleo
" Sini Nona saya Ambil Ahli. " ucap Leo lagi
" gak mau.. " ucap Gavin yang mengeratkan pelukan nya
" Ehh. " lirih Vero saat Gavin malah tambah mengeratkan pelukan nya
" Gimana Nona, Boss gak mau melepaskan pelukan nya? " tanya Leo yang sudah berusaha menarik tubuh bossnya tapi malah sang Gavin tambah mengeratkan pelukan nya membuat Vero susah Bergerak
" yaudah biar aku saja yang bawa Gavin. " ucap Vero
" kamu siapin Mobilnya aja. " printah Vero
yang langsung di anggukan oleh Arleo
" Gavin Sayang, ayo. " aja Vero yang memapah Gavin
" tapi Gavin gk mau kerumah sakit. "ucap Gavin yang sudah memposisikan dirinya
" terus kalo gak mau kerumah sakit maunya kemana? " tanya Vero
" bukanya tadi kita udah deal kan kalo Gavin mau kerumah sakit nanti dapat hadia Ciuman. " bisik Vero
" Huftt, yaudah. " pasrah Vero.
" Silakan Nona. " ucap Leo yang sudah membuka Pintu Mobilnya
" Iya,"
" Gavin Masuk dulu. " ucap Vero yang langsung mendorong pelan tubuh kekar Gavin dengan tangan Gavin yang masih menggenggam tangan Vero erat.
" Kita mau kemana Nona? atau kita langsung ke rumah sakit? " tanya Leo yang sudah duduk dikursi sopir.
" Gavin Minta kita ke Apartemen nya aja. " jwb Ragu Vero
" baik Nona. " jwb Leo yang langsung melajukan Mobilnya Ke Apartemen nya.
Tidak Sampai setengah jam akhirnya Mobil yang dilajukan Leo pun Berhenti di sebuah Apartemen yang cukup Mewah.
gila ini Apartemen apa Kuburan kok motifnya Hitam semua. batin Vero saat melihat isi Dalam Apartemen Gavin.
" Em dimana Kamar Gavin? " tanya Vero yang masih memapah Gavin yang terus manja
" Disini Nona. " jwb Leo yang menunjukkan Kamar Gavin
__ADS_1
" Tapi Nona sebelum nya, Saya minta Ijin dulu karena saya masih ada urusan? " ucap Leo Datar
" Terus Gavin. " ucap Vero yang melirik Gavin
" kalo bisa Nona yang mengurusnya, saya benar² ada urusan penting Nona. " jwb Leo serius ya tadi Leo mendapatkan sebuah pesan dari Anak buah nya kalo ada masalah di dalam gengnya.
"Baiklah." jwb Pasrah Vero
" saya juga sudah menghubungkan dokter pribadi Boss, mungkin sebentar lagi akan kesinii. " ucap Leo yang langsung di anggukan Vero
" Kalo begitu saya Permisi dulu, saya juga akan menyerah kan Boss ke Nona, kalo ada apa² hubungi saya aja Nona. " jelas Leo sebelum pergi dari tempat nya
" iya. " jwb Vero
" Huftt. " hembus kasar Vero
" Berat juga kamu ya. " ucap Vero yang mencoel hidung mancung Gavin
" Tadi dimana ya kamar kamu? " tanya Vero lagi karena dia merasa bingung karena ada 2 pintu yang sama
" Mungkin yang Itu." ucap Asal Veroyang langsung memapah Gavin menuju kamarnya.
" Gila serba hitam, gak kamarnya gak ruang tamu hitam, emang dasarnya suka warna hitam. " ucap Vero yang langsung meletakkan Tubuh Gavin ketempat tidur.
" uhh pegel semua. " ucap Vero yang langsung merenggangkan tubuh mungilnya.
" badannya masih panas, tapi kok dokter nya belum sampai. " ucap Vero yang baru saja memegang kening Gavin yang masih panas.
" Apa aku kompres aja dulu ya sambil menunggu dokter nya. " ucap Vero yang hendak melangkah tapi belum sempat tangannya dipegang Gavin.
" Jangan pergi. " ucap Gavin yang masih menutup matanya
" tapi aku hanya ingin mengambil kompres Vin." jwb Vero
" gak. " jwb Gavin yng masih menutup matanya
" Huft, hanya pasrah. " gumah Vero yang langsung mendudukkan bokongnya ke kasur Gavin.
" cepat sembuh ya. " gumah Vero yang menatap muka pucat Gavin entah kenapa hati Vero merasa nyeri saat melihat keadaan Gavin gini. tapi seketika lamunan Vero pun pecah saat mendengarkan dering ponsel Gavin yang ada di nangkas meja nya, ya saat tadi Vero yang menyimpan Ponsel Gavin hingga saat sampe ke apartemen Vero pun langsung meletakan Ponsel Gavin Ke Meja nya.
drettt.......
" hem Mama. " gumah Vero yang saat melihat panggil dari ponsel Gavin.
__ADS_1