
Disinilah Vero saat ini disebuah taman Rumah sakit, sakit itulah yang dirasakan Vero mengingat kelakun Gavin yang dingin dan tak mengenalin , Miris sekali hidupnya sadari kecil tak bisa merasakan kebahagia selama nya , apa tuhan emang hanya mempermainkan hidupnya menyakitkan ini apa dia tak berhak bahagia. jangan pikir Kalo vero wanita tegar kalian salah sebenarnya Vero hanya wanita rapuh yang berusaha tegar didepan semua orang hanya saja ketutupin oleh sifat cerianya.
" Haha Takdir memang lucu, Mempermainkan wanita sepertiku .." gumah Vero dengan tawa kecil nya mengingat kejadian tadi dimana Gavin berubah dingin datar dan sampai tak mengenalinnya.
On Flashback
Keterkejut ya itulah yang dirasakan Vero apa maksud dari perkataan ini.
" Loh Siapa ?" tanya Gavin dengan nada dingin
" Mas.." panggil Vero
" hey beraninya loh manggil gue mas , loh siapa berani banget loh masuk keruangan gue dan manggil Mas.." sentak Gavin
" kamu gak-.." tanya takut Vero
gak mungkin kan Mas gavin amesia..batin Vero
" Sayang.." panggil Wanita setengah parubayan
" Mama.." jwb Gavin yang langsung menolehkan wajahnya ke Bu Sonya
" Gimana Kondisi kamu? apa masih sakit.." tanya Nya
" gak mah, ini udah biasa.." ucap Gavin
" Ahk syukurlah.." lega nya
" Oh iya mama kenal sama dia?" tanya Gavin yang langsung menujuk kearah Vero
" maksud kamu?"
" Dia tadi itu berani banget pegang-pegang tangan aku dan juga panggil mas.." sinsi Gavin ke Vero
" Ya wajar kan dia istri kamu Vin.." sentak bu sonya terkejut
" kok mama marah, Gavin gak kenal.." ucap Gavin tak kalah.
lagi-lagi Bu Sonya terperangah terkejut maksudnya dari putranya apa ? apakah ini termasuk dalam rencanya? itulah pikiran Bu Sonya saat ini.
Mata Bu Sonya pun langsung menatap Vero yang sedang menahan tangisanya terlihat jelas vero menggigit bibir bawahnya.
" Haiss , loh sebaiknya pergi sana ganggu .." sentak Gavin kesal
__ADS_1
" Gavin.." bentak Bu Sonya tak percaya
" Gpp Mah Vero keluar dulu , nanti Vero balik lagi ." ucapnya mengalah
" bagus deh.." celetuk Gavin
Sesak sekali mendengar ucapan Gavin ini
Setelah keluar dari ruangan Gavin tak sengaja Vero berpapas dengan ayah mertua nya.
" loh kamu mau kemana?" tanya Pak Azeko
" emm keluar dulu pah, cuma sebentar.."
" kalo gitu Vero pergi dulu.." ucap Vero yang sudah tak tahan menumpahkan kesedihan.
sedangkan Pak Azeko hanya mengedikan bahu nya.
Off Flashback
" Memang lucu hah hiks.." gumah Vero yang sudah tak bisa menahan kesedihanya
" Bahkan Gavin lupa siapa aku .." gumah nya lagi
Saat masih dalam gumahan dan lamunan tiba-tiba Vero dikejutkan oleh sebuah bunyi petasan .
Duarr
Duarr
Duarr
" Darimana petasa ini.." herannya
" berani sekali yang menyalahkan kembang api dirumah sakit apalagi jam 2 malam/pagi ini.." gumah Vero yang masih melihat kembang api yang berpetas dengan indah ha andai saja hidupnya bisa indah tapi tak mungkin hingga tiba-tiba Vero dikejutkan oleh sebuah petasan yang Bertulis Anniversary dan Maaf .
Dan disaat itu juga tiba-tiba lampu yang ada ditaman itu hidup dengan bersamaan bahkan Air pancur yang didepanya itu juga dihiasin lampu warna-warni menampilkan keindahan , tanpa sadar kaki Vero melangkah mengikutin jalan yang sudah tersebar bunga.
" Cantik.." gumah Vero yang melihat bangunan kecil didepannya ( Author kaga tau namanya apa ya ) yang sudah tersedia meja dan 2 kursi jangan lupakan meja dan kursi itusudah dihiasi .
baru tau kalo ada kaya gini dirumah sakit batin Vero
" Iya Cantiknya kaya kamu.." ucap Seseorang yang berdiri dibelakan Vero
__ADS_1
" Mas.." kejut Vero melihat Gavin yang berjalan kearahanya dengan membawa bunga yang sangat indah.
" Happy Anniversary.." ucap Gavin yang langsung menyerahkan buket bunganya.
" Maaf tadi mas terlalu kasar.." ucap Gavin yang langsung menarik Vero kedalam pelukan dengan kasih sayang tanpa mempedulikan bekas operasi nya.
" Hiks Happy Anniversary juga mas.." ucap Vero dengan isakannya didekapan Gavin
" Jangan nangis lagi oke baby.." ucap Gavin yang langsung mengelap air mata dan ingusnnya Vero tanpa jijik
" Hiks ini nangis bahagi mas, gak nyangka mas bisa seromantis ini.." ucap Vero refleks menabok lengan Gavin
" aw sakit loh dek.." ucap Gavin
" eh maaf mas.." ucap Vero panik
" tapi ini gak sebanding rasa sakit kamu.." gumah Gavin menantap mata bulat istrinya
" Oh iya kenapa mas keluar sih padahal tadi kan baru selesai operasi.." omel Vero yang baru sadar melihat baju pasien Gavin
" gpp, sayang mas gak mau aja ngelewatin hari bahagia kita.." ucap Gavin yang mengelus pipi istrinya
" Gak kerasa juga ya dek sudah 1 tahun pernikahan ini kita lewatin , semoga aja masih ada tahun-tahun yang akan datang lagi membawa kehidupan kita ini dimasa tua , meskipun ajal menjemput kita akan selalu bersama , Happy wedding anniversary, my beloved wife, hopefully our love will always increase, and sorry for the mistake, Mas, I love you my wife.
ucap Gavin yang langsung menyerbu ciumana diwajah Vero yng selama ini dirindukan
" I Love you too jug mas." jwb Vero dengan tangisanya
" Kamu tau gak dek, sebenarnya Mas lupa tentang ini kalo bukan mama ya kasih tau.." ucap Gavin
" Iyalah Mama itu masih muda , mengingat kaya gini bahakan mama aja ingat ulang tahun kamu, papa kamu, kakake kamj mama ingat semua jadi gk perlu diremehkan." celetuk Bu Sonya Sombong yang mengahampiri putranya dan menantu nya.
" cih.."
" Selamat ya sayang mama bahagia banget.." ucap Bu Sonya yang langsung memeluk tubuh menantunya.
" makasih Mah.." jwb Vero
hampir 5 menit mereka ngobrol-ngobrol dengan posisi berdiri tanpa mempedulikan gavin diam mematung.
hingga tiba-tiba Suara teriakan melengking itu membuyarkan mereka.
" Hay Baby.." teriak wanita itu sambil merentangkan kedua tangangnya.
__ADS_1
bersambung..