
Saat ini mereka sudah berkumpul diruangan pribadi Keluarga Wilson dirumah sakit.
Hening didalam itu hanya ada keheningan tidak ada yang ingin memulai membuka suara . Saat Ini Vero mengalah untuk mendengarkan Penjelasan sang Suami jujur Vero tidak suka melihat wanita didepannya dengan tatapan mengejek kearahnya bakal bermanja dengan suami nya sungguh rasanya Vero ingin menenggelamkan wanita itu kelautan.
" Ekhm , Dari sini biarkan saya menjelaskan semua , tapi sebelumnya Mas minta maaf atas perilaku sebelumnya untuk adek yang sering menghindari adek hampir sebulan ini."ucap Gavin yang mentatap Sang istrinya
" Mas Ngelakuin itu juga demi ngelindungin kamu dan keselamatan kamu." jelasnya
" Tapi malah Mas ceroboh buat kamu pergi dari genggaman mas tadi hingga kamu jadi incaran para musuh mas tadi." ucap Gavin yang langsung memenggam tangan istrinya lembut.
"Dan untuk wanita itu , sepupu mas anak mami Arsya. " lanjut Gavin yang menujuk kearah Kanara dengan wajah menyebalkan.
" Jadi ucapan dia tadi itu hanya omong kosong, dia melakukan hanya agar kamu marah dan percaya dengan ucapan itu.." jelasnya.
" Mas bersumpah dia itu hanya Sepupu mas , dan untuk anak itu dia bukan anak mas jadi mas mohon percaya ok.." ucap Gavin serius
" kalo emang hanya sepupu mas , kenapa dia panggil kamu baby seperti kamu juga panggil aku.." tanya Vero dengan wajah garangnya
" apa kamu cemburu ?" goda Gavin
" Mas jangan mengalihkan pembicaraan ya.." kesal Vero dengan muka malunya yang sudah kepergok
" udah deh adik ipar bilang aja cemburu jangan sok jual mahal.. " ejek Kanara
" Gak ada kabel listrik nyambung aja.. " ucap Vero garang
" udah-udah .. " lerai Bu Sonya yang males melihat perdebatan antara menatunya dan keponakanya.
" Mama disini juga minta maaf sama kamu ver, mama juga terlibat dalam rencana ini bahkan mama sendiri yang membuat rencana ini tapi mama ngelakuin itu hanya untuk menguji kamu agar kamu tidak lemah seperti dulu yang hanya menunduk kepada keluarga kamu dan pembantu kamu." jelas Bu Sonya merasa bersalah
" Mama hanya ingin kamu ketahui hidup kita gak akan mungkin lurus terus apalagi kamu juga udah berkeluarga pasti bakal ada rintangan-rintangan didalam keluarga kamu , mama gak ingin kalo keluarga kamu nanti hancur hanya karena kalian tidak saling percaya apalagi kamu juga bagian keluarga Wilson dan itu juga kamu bakal melewatin kehidupan kejamnya." lanjutnya lagi
" Bahkan Mama saat mengirim poto itu mama sudah senang karena kamu tidak terhasut dengan foto itu kamu malah berpikir positif terhadap Suamimu. " bangga Bu Sonya.
Ya Vero saat itu memang pernah dikirim oleh sebuah Foto Gavin dengan perempuan lain yang sedang bermersaan di Nomer asing meski saat itu Vero gak percaya apa yang dia liat itu dari situlah Vero menahan rasa sesaknya tapi entah kenapa didalam hatinya dan pikiranya itu hanya sebuah foto editan, hingga dari situlah Vero hanya memendam rasa sakit, sesak penasaran rasanya ingin sekali menanyakan ke Gavin tapi itu tak mungkin mengingat Gavin sibuk dan jarang berkomunikasi dan akhirnya Vero memilih agar Gavin sendiri lah yang mengatakan jujurnya. dan pada saat itu lah Vero merasa hidupnya hampa mengingat foto itu yang terus menghantui dan mengakibatkan Vero jarang makan dan menimbulkan asam lambung . kalian ingatkan yang Vero mual-mual dan pusing itu karena asam lambung ya bukan hamil.
" Jadi bener kalo itu hanya foto editan kan? " tanya Vero memastikan
__ADS_1
" bukan.." jwb Bu Sonya
" itu memang foto asli tapi dia bukan Gavin suami kamu.." jwb Bu Sonya yang langsung membuat Vero lega
" Kalo bukan Gavin terus siapa?" tanya Vero kepo'
" Dia..." ucap Bu sonya kepotong
Brakk..
hosh hosh
" Honey , Mas udah dapet Rujak nya..." teriak pria itu yang langsung menampilkan tentengan plastiknya.
" Loh mau Mati..." bentak Bu Sonya dan Gavin barengan jangan lupa tatapan tajam
" hehe sorry-sorry.." jwb cengengesan dengan menampilkan deretan giginya
" Mama /baby, jangan bentak Suami aku donk.. " sebal Kanara yang langsung berdiri dari duduknya dan menarik lengan suaminya
" kamu gpp kan by.." ucap lebay Kanara
" Najiss.." desis Pak Azeko dan Bu Sonya
" Yaudah ayok , makan Mas suapin.." ucap pria itu yang sudah menuangkan rujaknya kedalam piring.
" tau aja kalo dede nya lagi mau dimanja papanya.." ucap Kanara yang langsung menerima suapan suaminya
" oh iya , dede pasti kangen yak sama papa,tenang aja nanti papa jengukin kok.." ucap vulgar pria itu sambil mengelus perut istrinya
" ihh malu mas Gavin.." ucap Kanara yang langsung menyembunyikan muka nya ke dada bidang suaminya. dan dengan gemas pria itu langsung menciumin wajah istrinya tanpa mempedulikan sekitarnya.
" pending dulu bucinnya.." sindir Pak Azeko
" lah iya bucin terus sampai bosen.." sinsi Gavin
" bodo yang penting bisa manjaa sama istri daripada kalian huh kaga bisa kan.." ejeknya
__ADS_1
ya benar aja saat pak Azeko dan Gavin melihat istri masing-masingnya langsung mendapatkan tatapan tajam datarnya.
" Oh iya Ver dia Gavin Orlando suami dari Kanara yulili Orlando... " jelas Bu Sonya saat melihat tatapan penjelasan Vero
" Panggil aja Lando karena memang kita sudah terbiasa memanggil lando tapi tidak untuk istrinya yang memanggil Gavin, " jelanya lagi
" Hallo adek ipar.." sapanya
" bukanya loh pria sok kenal itukan ? " tanya Vero
" yoi, ternyata masih ingat ya ." pede Lando
" emang bener kam ketemu tadi?" tnya Gavin yang sudah menampilkan tatapan tajamnya
" hem, dia juga tadi sok gombalin." celetuknya
" hehe bercanda bossku.." ucapnya sambil menujukan jari berangka 2
Saat itu juga Gavin langsung menarik pinggang istrinya dengan posesif.
" ihh Mas sesak tau.." kesal Vero yang berusah melepaskan pelukan erat Gavin
" diam dek, anggap aja ini cicilan aku yang udah berapa minggu gak bermanja.." jelasnya
" Mas tapi sesak..." kesal Vero
" mas.."
" mas.." rengek Vero
" diem dek.." tegas Gavin
"ihh adek, mau rujak itu..." ucap Vero yang ngiler liat Kanara makan rujaknya dengan lahap.
perkataan Vero pun langsung membuat sekitar langsung menoleh kearah Vero yang merengek seperti anak kecil.
bersambung...
__ADS_1
Oke dari sini gimana geng mau tetap Gavin dan Vero pisah ??
dan untuk penjelasanya bab selanjutnya ya geng..