
Malam pun berganti pagi Semua orang pun sudah memulai aktivitas nya masing² entah kerja atau sekolah, tak luput dari gadis cantik yang saat ini terburu² karena jam sudah menujukan tujuh kurang lima belas menit. dengan nafas ngosh²an gadis itu masih tetap berlari sekencang mungkin agar bisa sampai disekolahanya karena yang dia pikirkan adalah ancam nya diberikan guru BK.
" Arghhh , kenapa hari ini sial Banget bangun siang, udah ketinggalan buss ojek juga gak ada dasar sial. " teriak Vero yang meluapkan kekesalan nya.
" Aku gak boleh telat lagi kalo gak bakal dikeluarkan. " ucap Vero yang melanjutkan larinya hingga tanpa sadar ada sebuah kendaraan yang melaju cukup kencang hingga membuat Vero jatuh tapi untung nya Vero tidak terluka karena sang pengemudi langsung mengerem.
" Nona tidak apa²? " tanya Pria itu saat keluar dari mobil sport nya
" Gpp tuan. " Jwb Vero yang langsung berdiri meski lutut nya sedikit lecet
" Tapi kaki nona.. " ucap gantung
" gpp, kalo gitu saya permisih dulu tuan. " ucap Vero yang langsung berlari karena waktu nya tinggal 5 menit dia tidak memikirkan lukanya meski terasa nyeri
" hemm cantik. " ucap pria itu dengan senyuman manis nya
" semoga sesuatu saat kita ketemu lagi. " ucap Pria itu langsung masuk kedalam mobilnya dan Langsung melajukan mobilnya ke tujuan nya.
***
" Gavin. " panggil Bu Sonya yang sedang bersender di pintu kamar anaknya.
" hemm. " jwb Gavin
" Kamu gak lupakan yang kemarin mama bilang. " ucap Bu Sonya
" gak. " jwb Gavin yang saat ini memakai sepatu nya
" oke kalo gitu nanti malam mama tunggu, kalo nanti mama udah nunggu dan kamu gak bawa calon menantu mama jangan harap kamu bisa ketemu mama. " ancam Bu Sonya dengan tatapan tajamnya hingga membuat Gavin menelan ludahnya kasar
" mama tenang aja. " jwb Gavin yang langsung keluar kamar begitu saja.
" Kamu mau Ke Markas? " tanya Bu Sonya yang langsung menghentikan langkah Gavin
" Apa Gavin keliatan mau ke markas? " tanya balik Gavin
" ya gak sih. " jwb Bu Sonya kikuk, sebenarnya Bu Sonya hanya ingin ber basa - basi sama Gavin tapi karena sifat Gavin yang irit ngomong jadi Bu Sonya hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya, ya meski bu Sonya hanya bisa berbicara singkat dengan Gavin itu sudah merasa bersyukur.
mama harap kamu bisa kembali seperti dulu, meski kemarin mama hanya melihat sementara kamu tertawa itu sudah cukup membuat mama tenang, semoga pilihan kamu bisa membuat kamu kembali Gavin yang ceriah, mama akan mendukung apapun keputusan mu. batin bu Sonya tanpa sadar air matanya lolos begitu saja untung Gavin sudah pergi kalo tidak dia bakal mendapatkan ceramah putranya meski Gavin selalu dingin cuek tapi Gavin tetap sayang sama orang yang dia dekat apalagi sama sang Mama nya dan istri masa depannya.
__ADS_1
***
" Huftt capek banget.. " gumah Vero yang sudah duduk di kursi nya
" makanya kalo bangun itu pagi²." tutur Tere yang duduk disamping nya
" Gua setiap hari bangun pagi cuma ini hari aja yang Bangun kesiangan. " ucap Vero yang sudah meselonjorkan kakinya
" Tapi untung nya tadi ada kak Zero yang bantuin, coba kalo gak bakal hari akhir gua disekolah ini. " ucap Vero yang membuat kejut Tere hingga menyemburkan minumnya ke Muka Vero
" Sialan luh, " ucap Kesal Vero saat disembur oleh Tere
" sorry Ver, sengaja eh maksudnya gak sengaja. " ucap Kikuk Tere yang langsung membantu mengelap Muka Vero yang basah
" luh bilang Kak Zero bantuin loh , Fiks dia suka luh. " ucap Tere hingga mendapatkan satu sentilan Vero
" Ngaco luh. " ucap Vero
" Ahh sialan luh, gua kan cuma nebak. " kesal Tere yang langsung mengusap² jidat nya .
" Tapi ya Gua pernah liat Kak Zero gandeng Cewek itu gak cuma satu tapi itu dua. " ucap Tere yang mengingat kemarin saat dia dimall sama bundanya saat berbelanja
" nah yang gua pikirkan saat ini, kemungkinan Kak zero itu orang playboy meski disekolah orang nya terkenal dingin cuek tapi belum tentu diluar kaya gitu. " ucap Tere dengan penuh keyakinan.
" Sejak 2022." jwb Tere
" pala luh ini aja baru 2021." ucap geram Vero
" tapi dirumah gua udah tahun 2023 we. " ucap Tere
" Hhee sejak kapan tanggalan 2023 dikeluarkan. " ucap Vero
" Sejak ikan hidup di air. " ucap Tere dan itu membuat Vero merasa gila kalo sudah berdebat dengan sahabat nya.
" seterah luh neng. " ucap Vero mengalah
" oh iya nanti luh sibuk gk? " tanya Vero
" emm gak sih emang napa? " tanya Tere
__ADS_1
" Nanti temenin gua belanja. " ujar Vero
" wih banyak duit nih, tapi yang Bener aja masa cuma suruh nemenin gak ada niatan buat Beliin. " ucap Tere yang mengakata satu alisnya
" Tenang nanti gua beliin cilok yang disana. " ucap Vero
" ya bener aja masak cilok, padahal gua cuma minta yang gak mahal²." ucap Tere
" Gua cuma minta tas yang keluaran terbaru sama baju yang kemarin di iklan sama artis Korea kemarin. " ucap Tere
" mau ngerampok luh. " ucap Kesal Vero meski ucapan Tere hanya candaan tapi gak mungkin kan dia habis in uang bukan miliknya.
" hehe canda cayang. " ucap Cengar cengir Tere
Brukk
" jangan banyak bicara nih kerjaan. " ucap Yura yang langsung melemparkan Tumpukan buku
" maksud luh apa. " ucap Tere yang sudah emosi
" apa ha? " ucap Sinsi Yura
" Mau berantem loh ha? " teriak Tere yang menggulung lengan baju nya
" siapa takut. " ucap Yura
" udah Re gak usah diladenin orang kaya dia. " ucap Vero menenangkan Tere yng sudah dilumutin emosi,
" gak bisa donk Ver, ketua kelas kok kelakuan nya kaya anjin* gini. " ucap Tere
" siapa yang loh bilang anjin* ha? " teriak Yura
" ya luh lah terus siapa lagi. " ejek Tere
" lohh. " ucap Yura yg langsung menjabak rambut Tere
" Sialan Mau mati luh ha?" teriak Tere yang langsung menjabak Rambut Pendek Yura hingga membuat Yura meringis
" Mati sana dasar anjin*" ucap Tere yang menendang kaki Yura hingga membuat Yura jatuh sekarang posisi nya Tere diatas Yura ya, dengan penuh marah dan benci yang sudah dipendam oleh Tere selama ini akhirnya terbalaska, Tere seperti orang kesurupan dia terus mencakar in wajah mulus Yura hingga membuat Yura tidak bisa melawan nya.
__ADS_1
" Tere berhenti. " teriak Vero yang melerai Nya tapi apa dayanya malah dia kalah oleh dorong Tere,
" Tere... " teriak Vero yang entah harus berbuat apa lagi membuat sadar sahabat nya dia tau betul sifat sahabat nya kalo sudah benci yang sudah mendalam dan dendam dia pasti gak akan diam begitu saja sama musuh nya meski dia harus menggunakan taktik polosnya, hingga akhirnya ada sebuah suara yang membuat pertarungan Tere and Yura terpisah dan itu membuat para penonton kecewa , padahal para penonton juga sudah menyediakan makan keciknya untuk teman makanya tapi malah berakhir begitu saja sungguh mengecewakan itulah ucap semua siswa siswi.