
Sakit, Kecewa itulah yang dirasakan oleh Vero saat ini , dengan langkah linglung Vero terus berjalan ditepi jalan yang sepi tak tau arah mana yang ingin ditempatin yang inginkan sekarang hanya tempat bersandar. udara pun juga sudah mulai dingin bahkan membuat seluruh tubuh Vero merinding kedinginan.
" gak nyaka ,Mas gavin bisa melakukan hal menjijikan.." gumah Vero dengan tatapan kosongnya
" ihss loh nya aja yang terlalu berharap sadar Ver sadar .." gumahnya lagi dengan mata yang sudah mengembun
" hiks gue benci loh Gavin sialan.." teriak Vero sekencang-kencangnya
" Benci hiks , kalo emang sadar dari Awal niat nya gini , loh berhasil Vin Berhasil ngerapuhi cinta gue dan kepercayaan gue..." lirih Vero yang langsung duduk dengan lemas
" hey .." panggil pemuda dengan pakaian fromal itu
" Loh bukan orgil kan ?" tanya nya
" yang loh maksud orgil siapa ?" galak Vero yang langsung menatap pria didepannya datar
" Gak tau , gue kan nanya.." jwbnya
" Pliss deh loh jangan kaya gini gue jadi merinding.." celetuknya sambil mengusap-ngusap lenganya
" kalo loh merinding yaudau pergi aja.." ketus Vero yang langsung berdiri
" berjanda boss.."
" Gak lucu.." jwb Vero datar
" ealah jutek banget.." ucap nya
" Gue yakin nih pasti loh habis putus cinta kan ye donk pasti itu. " ucap Pemuda itu sambil mencoel-coel lengan Vero
" tangan loh mau patah.." gretak Vero
"wow jangan donk ..." ucap pemuda itu dengan tatapan ngeri
" Tapi kalo loh butuh temen curhat gue siap kok lebih siapnya lagi jadi teman masa hidup loh eyaakkk uhuii'' ucap Pemuda itu yang langsung mendapatkan tatapan datar Vero
" Tapi kalo gue liat-liat pasti loh habis putus cinta , trs loh gak terima jadi loh berniat ingin bunuh diri .." celetuk nya
__ADS_1
" wahhh ini gak bisa dibiarin kalo loh mau bunuh diri disungai ini itu gak estik banget dan belum tentu loh Mati tenggelam apalagi loh juga dapet dosa lagi karena perencanaan bunuh diri tpi kalo emang loh paksa mau bunuh diri gue saranin loh mending ditengah jalan itu siapa tau loh ketabrak semut eh maksudny trukk kan itu sudah dipastikan loh udh koitt.." oceh pemuda itu dengan melakukan gerakan seraya koitt.
" gimana saran gue lebih bagus kan dari pada loh jatuh ke - .." celetuknya
" Bac*t loh , dan siapa bilang gue mau bunuh diri , gk hits banget .." galak Vero
" owh untung lah kalo emang berniat bunuh diri tapi kalo loh emang mau mending loh pakaii cara - ''
" udah loh mending pergi sana , bukan nya malah bikin gue tenang tapi malah tambag puyeng '' ketus Vero yang langsung mendorong tubuh Pemuda itu
" dan satu lagi jangan sok kenal," lanjut Vero
" yaudah kenala atuh sok .." ucap pemuda
itu
" siapa tau setelah kenalan kita bisa jadi tambah deket dan jadi ekhmm.." ucap pemuda itu yng reflks mencoel lengan tangan vero
" Ternyata loh beneran mau gue patahin tangan loh yak.." galak Vero yang langsung merenggakan tanganya
" oke-oke gue pergi .. " ucap pemuda itu mundur
" Tapi sebelumnya gue cuma saranin aja kalo emeng loh punya masalah entah apa lebih baik loh dengerin penjelasanya daripada loh nyesel setelah tau kebenaranya.'' ucap nya
" dan satu lagi sebenarnya loh tuh cantik tapi sayang..."
" galak.." teriak pemuda itu yang langsung ngancir lari setelah melihat vero melepaskana sepatunya
" gue harap kita ketemu lagi cantik.." teriak pemuda itu yang melambai-lambai tangan nya .
" dasar gila.." grutu Vero sambil menggeleng-geleng kepalanya dengan senyum tipis nya
tapi sedikit lega sih , karena bisa sedikit terhibur oleh orang asing dan melupakan masalah sejenaknya.dengan Nafas kasarnya Vero pun bersandar dipagar pembatas itu dengan kepala yng mendongokan keatas .
bunda apa kabar disana , vero kangen batin Vero tanpa menyadari ada alarm bahaya.
" Boss saya sudah menemukan targetnya..' ucap Pria serba hitam
__ADS_1
" baik, saya laksanakan.." ucap nya lagi yang langsung mematikan ponselnya. dan langsung melangkah kearah Vero dengan tangan yang dimasukan kedalam jaket hitamnya
" Mati wanita sialan.." teriak pria itu sambil mengancukan pisau lancipnya kearah tubuh Vero yang membelakangin.
Srett
Belum sempat Vero ingin menghindari dari keterkejutannya tubuh nya pun langsung didekap erat oleh seseorang dibelakanngnya.
" Maaf..." gumah pria itu yang masih memeluk tubuh istrinya begitu erat dengan darah yang sudah mengalir di punggungya.
Belom Siap ingin melawan tiba-tiba tubuh pria itu langsung ambruk setelah mendapatakan pukulan keras di belakang kepalanya dengan kayu balok tak sampai disitu juga Pria berpakaian hitam itu langsung menembak tubuh pria yang sudah dialirin darah .
Setelah berhasil menembak pria itu langsung lari setelah mendengar suara riyuh.
" Mas Gavin.." lirih Vero tak percaya
" Maaf .." ucap Gavin yang tak ingin melepaskan genggaman tangan istrinya
" Mas , Gavin jangan bergerak adek telpon seseorang mas bertahan.." ucap Vero yany hendak mengambil ponselnya dalama Tasnya
" Mmm.." gelengan Gavin yang masih mengenggam tangan Vero
" Maaff..."
" Hiks Vero mau Mas tetap bertahan hiks, kalo gak mau dengerin ucapan Adek , Adek bakal benci mas .." ucap Vero dengan tangisannya yang masih memangku kepala Gavin yang sudah beradarah yang mengalari dikening Gavin
" Maaf.."
" hiks Mas gak boleng tutup mata hiks.." ucapanya Vero menampar pipi Gavin agar sadar.
" Ja ng an Ting ga lin Mas .." ucap Gavin dengan tersendat-sendat
" Se-la-mat-An-ni-ver-sa-ry I Lo ve You" lirih Gavin yang dengan terbata-bata yng langsung memejamkan matanya setelah berhasil mengucapkan kata terakhir.
" hiks Mas bangun , Mas Maaf..." teriak hiteris Vero yang langsung memeluk tubuh Gavin dengan erat tanpa mempedulikan darah yang menempel ditubuh dan baju nya.
bersambung..
__ADS_1