
Dan benar saja yang dikatakan oleh Gavin tidak hampir 10 menitan Ponsel Milik Pak Herry bergetar.
" Ya.."
"....."
" APA KOK BISA "
" SAYA AKAN KESANA.." ucap nya yang langsung memutuskan telponnya.
" Ada apa Mas?." tanya Bu Desi yang sudah duduk di sofa setelah kepergian Vero dan Gavin'
" Saham Perusahaan tiba-tiba Anjlok." Prustasi Pak Herry
" Kok bisa Mas." kejut Bu Desi
" Gak tau,makanya mas mau ke perusahaan dulu ngurusin Masalah nya kenapa pemegang saham pada menarik Sahamnya apalagi Yang Menarik para pemegang saham besar.." jelas Pak Herry
" Ini gak bisa dibiarin Mas,Aku gak mau kalo hidup aku jadi kaya dulu." ucap Bu Desi
" Kamu pikir cuma kamu aja mau hidup susah ha!" bentak nya
" kalo gitu kamu cepetan urus kekantor.." usir Bu Desi yang males meladeni Suaminya.setelah menjawab Pak Herry Pun langsung pergi begitu saja yang hanya menggunakan kemeja dan celanan levis panjang.
" Mah ada apa?" tanya Calista yang baru saja turun dari tangga
__ADS_1
" Perusahaan Papa kamu mau bangkrut." ucapnya
" APA ? kok bisa mah gimana ceritanya.." kejut Calista
" Mama Gak tau ,sekarang yang penting kita mikirin selanjutnya hidup kita." ucap Bu Desi
" Tapi gimana mah ?" tanya Calista
" Kita ambil Sertifikat Rumah ini dan Mobil kita .." ucap Tiba-tiba Bu Desi
" Apa Maksud Mama ha! Mama gila.." teriak Calista
" Mama mau jual rumah ini ? dan ngambil Mobil kita?" tanya Calista
" iya ,ini cuma jalan satu-satunya kita hidup setelah itu kita langsung pergi keluar negeri dan cari hidup baru.." jelasnya
" Itu masalah gampang Mama akan cerain Ayah kamu yang gk berguna itu lagi dan setelah itu kita hidup bebas." ucap Bu Desi dengan wajah bangganya
" Dan kamu juga bisa cari suami orang disana ,apalagi dan hidup kita bisa terjamin." ucap Bu Desi yang berusaha bujuk Putrinya
" Kamu gak maukan hidup susah lagi?" tanya nya yang langsung mendapatkan gelengan Calista
" kalo gitu ikutin Perintah Mama kamu, ini juga demi kebaikan kamu." ucapnya
Setelah perang dengan pikiranya Calista pun langsung mengangguk setuju . meski sedikit berat hati jauh dari ayah nya yang sering mengasih perhatian daripada ibunya.
__ADS_1
***
Beda lain disebuah Rumah besar and Mewah disana terdapatlah pemuda yang duduk santai dibalkon kamarnya dengan ditemani Wine yang biasa dia minum. setelah kepulangan dari Rumah Wibowo Gavin pun langsung mengobatin Luka lebam diwajah manis istrinya , dan setelah itu langsung menidurkan istrinya yng sudah terlihat mungkin efek karena nangis.
Saat asik dengan wine nya tiba-tiba Ponsel milik nya berdering membuat samg punya pun mengambil ponsel didalam saku celananya.
" Hm."
" Saya sudah Melakukan seperti yang dikatakan Bos." Ucap Pria disebrang telpon
" hem,terus gimana dengan mertua saya?" tantanya
" Tn.Wibowo masih berusahan mempertahankan perusahaanya dn untuk Bu Desi dan Putrinya berniat pergi setelah Perusahaan Wibowo bangkrut dengan membawa Serfitikat Rumah dan mobilnya." jelas Leo
" Kemungkin mereka akan tinggal dinegeri lain."
" bodoh sekali cih .." grutu Gavin yng memikirkan usaha Ayah mertuanya yang mencari bantuaan untuk perusahaanya yang sudah diujung tanduk oh itu tak akan mungkin terjadi bagaiman bisa setelah menyentuh miliknya mereka akan hidup tenang tanpa merasa bersalah.
" untuk itu kita urus nanti dulu yang terpenting kita buat Ayah Mertua saya merasakan penderitaan nya dan setelah itu kita akan bongkar rahasianya." jelas Gavin yang sekali-kali menegukan wine nya
" baik ."
" tapi untuk mata-mati nya akan terus berlanjut mengintai Wanita sialan itu kita biarkan bebas dulu sebelum merasakan pembalasan istriku."
" Baik."
__ADS_1
" Dan jangan lupakan tutupin dengan rapat tentang perusahaan wibowo agar istri ku tak tau." ucapnya yang langsung mematikan sambunganya saat mendengar suara istrinya yang memanggilanya
hei jangan harap hidup kalian akan tenang setelah membuat istriku mengalami hidup pahitnya , dan tunggulah kenikmatan permainan yang kalian buatini .batin Gavin yang sudah menyusun rencana tentang pembalasan Bu Desi dan Calista