
" ini Beneran Luh Ver? " tanya Tere saat sudah berada di halaman belakang sekolah
" Gua gk Mimpi kan.. " gumah Tere yang masih belum percaya kejadian tadi
" Lebay Luh. " ujar vero yang duduk dibangku bawah pohon Mangga
" Tapi Gua masih belum Percaya woi, Veronica Chintya Wibowo bisa seganas gini.. " ujar Tere yang masih terkejut
" udah sih Terlalu Berlebihan. " ujar Vero
" yang gimana gak berlebihan orang luh beda banget sama Veronica yg selalu nunduk pada Adik tiri luh tapi sekarang woauu gak nyangka bisa melawan. " jelas Senang Tere saat melihat ketegasaan Sahabatnya.
" Ya tadi gua emosi Aja Re, masa dengan seenaknya di merendahkan Bunda gua yang udah gak ada. " Ujar Vero yg masih kesal
" iya gua paham perasaan luh kok, gua tadi sempat emosi juga dan tangan gua juga gatal saat mereka merendahkan Bunda luh rasanya gua mau nampar pipi rempeyek mereka. " ujar Tere yang di penuhi Emosi
" Haiyaa telat.. " sahut Vero
" ya lah coba tadi luh gak ngehalangin yang ada tuh Pipi Rempeyek mereka bakal hancur. " ujar sombong Tere
" Naris banget sih luh Neng." ujar Vero
" Serius ya Gua.. " ucap Tere
" Yaya seterah luh Jeng, yaudah sekarang gk usah dipikir mending kita... " sahut Vero dengan senyum Misterius nya
__ADS_1
"Hhha Paham.. " sahut Tere paham dengan maksud Sahabat nya.
" Memang sebatin." ucap Vero yang merangkul Bahu Tere.
beberapa Menit kemudian..
" Emm Masih kecutt. " ucap Tere yang menampilkan wajah Masam nya saat memakan Mangga Muda
" Tapi enak apalagi hawanya panas² gini. " sahut Vero yang masih menyantap Mangganya
" emm. " jwb Tere yang masih mengunyah mangganya.
" hanya mangga ini yang bisa buat kita heppy lagi. " sahut Tere
sedangkan dari samping ada sebuah mata yang sedang menatap kelakuan kedua gadis itu.
entah kenapa ini jantung selalu bergedup kencang saat melihat tawaan manis kamu batin Zero yang sadari tadi mengikuti kegiatan Vero yang dari kantin sampai ke halaman ini sampai² Zero tau bawah kedua gadis itu sama² jorok entah kentut sembarangan menyogok gigi sembarangan tapi tidak membuat ifil Zero dan tidak bisa mencegah kelakuan kedua gadis itu meski sudah melewati batasnya.
" yuk balik. " ucap Vero yang langsung berdiri
" ya sayang nih Mangga belum habis. " jwb Tere yang masih belum rela menghabiskan Mangga nya
" itu nanti aja, sekarang balik ke kelas. " ujar Vero yg langsung menarik tangan Tere yang masih berdiam
" Buang Mangga nya kalo gak kita bakal ketahuan kalo ngambil Mangga lagi. " ucap Vero
__ADS_1
" tapi sayang Vero. " jwb melas Tere
" Ealah , yaudah nih kasih di plastik. " ujar Vero yang langsung membuka plastik nya
" dapet darimana Plastik nya? " tanya Tere
" udah jangan banyak bicara sekarang luh taro tuh Mangga, nanti pulang sekolah kita ambil lagi, cepet keburu Bu Yayan datang ( guru B.Inggris yang paling galak). " jelas Vero
" ya iya. " jwb pasrah Tere
Dikelas.
Saat dikelas Semua para siswa siswi pun menatap Vero yang sadari tadi jadi bahan gosip tapi tidak dengan Vero yang santai saat mendapatkan tatapan mata semua temannya dan pembicaraan tentang kejadian tadi.
" Maaf Bu saya terlambat. " ucap Vero yang menunduk
" darimana aja? " tanya Bu Yayan yang susah berada dikelas nya selama 10 menit
" baru dari toilet Bu. " jwb Vero
" bener Bu Tadi perut saya sakit jadi saya ngajak Vero untuk menemani saya Bu. "Sahut Tere yang mendapatkan kode mata Vero
" hem, baiklah sekarang duduk. " ujar Bu Yayan
" ya Bu. " jwb Tere dan Vero yang langsung melangkah kemejanya.
__ADS_1