
bruukkkk...
tiba² Nea pun langsung menendang Kursi Vero membuat Vero oleng kebelakang dengan kepala Vero yang terbentur meja dibelakangnya membuat darah segar milik Vero mengalir deras.
" Loh pikir dengan cerita loh, gua akan percaya. " sentak Nea yang langsung menghampiri Vero yang sudah mulai tak berdaya.
" Jangan pikir, loh bisa nipu gua dengan cerita loh ya ****** udah jelas loh sendiri yang membawa Cowok gua ke hotel emng loh bangsatttt. " teriak Nea tanpa sadar air mata nya lolos.
" Gua benci sama lohhh, gua nyesel dulu pernah baik sama loh. " ucap Nea sambil menjambak rambut Vero.
posisinya udah dikembalikan semula jadi duduk
" Nea,, " panggil lirih Vero karena Sadari tadi nahan sakit dikepala nya
" Jangan pernah manggil nama gua dari mulut busuk loh.. " ucap Nea
" Karena gua lagi buru² , sekarang berikan ponsel luh.. " ucap Nea dengan nada Rendah.
" gua gak bawa.. " ucap Vero dengan nada ketus nya meski rasa sakit dikepala mulai berdenyut.
" Jangan bikin kesabaran gua habis ya, kalo bukan dari Nyonya gua juga ogh megang HP ****** kaya luh. " ucap Nea dengan Sinsi
" auhh ternyata loh masih ada hubungan sama wanita itu.. " ucap Vero basa basi meski harus menahan rasa sakit
" Iya kenapa ha! gak suka " ucap Nea ngejek
" itu bukan urusan gua.. " ucap Vero sesantai mungkin
" Lohhh.. " Ucap Nea Geram
" Kenapa? Loh pikir gua akan tertarik dengan kehidupan wanita busuk kaya kalian, dan loh pikir gua juga akan ngeladenin kalian dengan masalah sepele, gk! " ucap Vero sinsi
kalo bukan karena bunda, gua juga gak sudi ngeladenin para sampah.. batin Vero.
" Masih sombong juga loh ya ha! nyawa loh itu ada ditangan gua sekarang jadi loh bisa apa??? " ucap Nea
" Loh pikir gua bakal takut sma para sampah kaya kalian. " ucap Vero memancing
" Luhh , " ucap Nea geram dengan langkah kemarahan Nea pun langsung menjambak rambut panjang Vero mungkin rambut Vero banyak yang rontok karena tarikan kuat dari Nea, apalagi kaki Vero yang diinjak oleh sepatu heels milik Nea yang runcing baginan belakang sepatu membuat Kaki Vero terasa ngilu, sakit, nyeri gak bisa dibayangkan Tapi Vero sekuat tenaga menahan rasa sakit nya agar terlihat bawah diri nya tidak mudah ditindas.
" Heyy masih belaga sombong. " ucap Nea yang langsung menginjak Kaki Vero sekuat mungkin,
Liatlah sepatu sekolah Vero sampai bolong karena ke lancip Sepatu Heels milik Nea itu membuat Vero hanya bisa menahan, yang dia harapkan sekarang semoga ada yang menolong nya pikiran Vero.
Kegiatan Nea yang menyiksa Vero berhenti karena ganggu dari anak buahnya yang tiba² masuk membuat kesal Nea karena mengganggu kesenanganya.
" Maaf Boss ganggu. " ucap Anak buahnya
__ADS_1
" Hem, ada apa ? " tanya The to Poin Nea
" Ini ponsel gadis itu bos. " ucapnya sambil menyerahkan benda pipih nya.
" ok," jwb Nea yang menerima ponsel Vero dari anak buah nya
" Kalo gak ada apa² lagi keluar lah. " ucap Nea
" Gini Bos sebenarnya, tadi ada telfon dari Tuan Haru katanya 2 jam lagi Pelelangan akan di buka jadi 1 jam ini Bos sudah sampai disana sama gadis itu. " ucap Anak buahnya
" hem baiklah. " ucap Nea
setelah kepergian anak buahnya Nea pun langsung mengotak- ngati ponsel Vero yang ke sandi itu membuat jengkel Nea
" ******,, katakan sandi HP loh apa. " ucap Nea
" gak tau. " ketus Vero yang menahan sakit
" loh, ternyata masih kurang ya hukuman nya. " ucap Nea yang langsung menghampiri nya
" Cepat katakan, sebelum kesabaran gua habis. " teriak Nea
" Gak akan, " jwb Vero
" Gua tau loh hanya butuh Video perselingkuhan majikan loh kan! Nea² segitu bodoh nya kah loh di manfaatkan majikan loh sampai setia gitu saja emang lh dibayar berapa. " ucap Vero dengan nada serak menahan sakit
" Sampai loh nyiksa gua mati pun gua gak akan kasih tau sandi ponsel gua. "ucap Vero disela² ringisan nya
karena begitu geram Nea pun langsung menendang Kursi Vero kuat membuat tubuh Vero pun oleng kebelakang lagi, karena diselimuti kemarahan Nea langsung menginjak perut Vero dengan sepatu heels nya membuat Vero menambah rasa sakit nya .
" Arggghh. " teriakan Vero karena perut nya terasa sakit karena sepatu heels milik Nea apalagi Nea tanpa perasaan menekankan nya
aduhh mumun gak bisa bayangin rasa sakit, ngilu,nyeri nya 😫😫
" Bersiap lahh hari kematian mu ******. " ucap Nea yang langsung menambah kan tekanan nya sedangkan Vero hanya bisa pasrah begitu saja. mungkin memang ini takdir nya bisa bertemu sang bunda gitulan pikiran Vero dengan senyum getir nya
Brakkkkk
seketika Pintu ruang tersebut ditendang dengan kasar membuat Pintu itu rusak karena tendang yang sangat kuat, jangan lupa tatapan tajam yang ingin menerkam mangsanya, tak lupa aura pembunuhan yang menusuk .
" Sialan mau mati ha! " teriak Nea yang langsung menurunkan kaki nya dari atas Perut Vero yang sudah terluka parah.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
lanjut kaga nihhh, atau digantungin 😁😁
.
.
.
.
.
.
.
.
.
gantungin aja kalik yak😁
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung.....