
" hem Mama. " gumah Vero yang saat melihat panggil dari ponsel Gavin.
Mama Calling
" dasar anak kurang ajar berani banget kamu mengabaikan telpon mama, " ucap Bu Sonya di sebrang telpon
" kamu kemana aja ha? sampai² mengabaikan pesan telpon mama. " ucapnya lagi
" Gavin Jawab. " ucap Bu Sonya
" jangan bisu Gavin, sejak kapan kamu mengabaikan omongan mama ha? mama udah kirim pesan sampai seratus ,telpon kamu sampai dua ratus sekarang, ngakat telpon mama malah bisu. " ujar kesal Bu Sonya
ha? gimana mau jawab orang daritadi ngomong nya gak ada rem nya. batin Vero yang masih setia diam karena tidak ada jeda untuk berbicara.
" Gavin, jawab jangan bilang kamu mau menghindari pertemuan calon menantu mama ha? kalo berani awas aja mama bakal kasih kamu pelajaran. " ujar Bu Sonya.
" Gavinn,Ja.. " ucap Bu Sonya menggantung
" emm, Maaf tante saya bukan Gavinn. " ucap Vero yang langsung memotong ucapan Bu Sonya.
suara perempuan, jangan bilang ini kekasihnya Gavin yang disembunyikan indetitas nya oleh Gavin batin Bu Sonya yang terkejut ya saat itu Bu Sonya sudah menyuruh orang kepercayaan untuk mencari tau gadis yang baru dekat oleh Anaknya tapi siapa sangka bawah indetitas gadis itu sudah disembunyikan oleh Gavin dan itu membuat prustasi Bu Sonya.
" Maaf tante udah lancang mengangkat telpon nya, " ucap Vero gugup
" Kamu siapa? kamu siapa nya Gavin? kamu kekasihnya Gavin? atau temannya Gavin, dan Sekarang Gavin Dimana? " ucap Cerocoss Bu Sonya
" emm, Saya Vero tante, sayaaa.. " ucap Gantung Vero
" jangan dijawab tante tau kok kalo kamu pacaran nya. " ucap Bu Sonya Antusis
ha? tanya sendiri Jawab sendiri dasar aneh batin Vero
" Sekarang Gavin dimana? kok HP nya bisa ada di kamu? " tanya Bu Sonya
" Gavin sekarang lagi tidur Tante tadi Gavin Demam jadi dia minta diantara di apartemen tan. " ucap Gugup Vero
__ADS_1
" Apa Apartemen? sama siapa?. " teriak Bu Sonya kaget
seketika Vero pun Langsung menjauhkan telpon nya
" ah maaf tante cuma terkejut. " ucap Bu Sonya
" iya gpp tante, saya di apartemen berdua saja tan. " jwb Vero Gugup
wahhh berdua , hehe dapet cucu nih gumah Bu Sonya Berbinar.
" Owh yaudah, tapi tante bisa minta tolong gak sama nak Vero? " tanya Bu Sonya
" emm, iya Tan minta tolong apa? " tanya Vero
" emm gini, kan Tante sama Papa nya Gavin kemungkinan gak bisa nunggu Gavin sakit di Apartemen kan, kalo bisa tolong jagain Gavin ya Nak Vero, sekarang Tante lagi diluar kota sama papa nya Gavin. " ucap Bu Sonya mulai mengeluarkan ekting nya
" ha?? menjaga Tan. " ucap Vero dengan tampang kejut
" iya, Nak gimana kamu gak mau kalo gk mau gpp kok tante gak maksa. " ucap Bu Sonya pura² sedih
" gpp kok nak kalo gak mau. " ucap Bu Sonya lagi
ah siall kok jadi gini, sebenarnya aku mau aja tapi gimana minta ijin sama Ayah. ucap panik Vero
" yaudah Tan, nanti biar Gavin yang ngurusin Vero. " ucap Vero
" oh iya, Terima kasih calon menantu . " ucap Senang Bu Sonya
" ah iyaa. " jwb gagap Vero
" oh iya kamu jangan panggil tante lagi ya panggil mama aja oke. " ucap Bu Sonya
" ha? " bingung Vero
" yaudah ya Mama tutup dulu telpon nya bye menantu mama. " ucap Bu Sonya yang langsung mematikan telpon nya.
__ADS_1
" argghh kok jadi gini. " ucap Vero yang langsung menaruh ponselnya Gavin Di Meja kecil nya
"huftt, enak ya kamu masih punya mama? " ucap Vero yang mengelus pipi putih Gavin
" pasti disayang²." ucap Vero dengan mata berkaca² karena mengingat bayangan sang bunda nya, tapi seketika Vero pun tersadar oleh bunyi bel di Apartemen nya Gavin
" Mungkin Dokter pribadi Gavin. " ucap Vero yang ingin Berdiri dari tempat nya tapi terhenti oleh tangan kekar Gavin yang memegang tangan Vero
" mau kemana? " tanya Gavin yang sudah membuka matanya
" Aku mau buka pintu, seperti dokter sudah datang.." ucap Vero
" Gak Boleh. " jwb Gavin
" huftt Gavin, aku cuma ingin bukan pintu aja gak kabur kok. " ucap Vero
" gak Boleh. " ucap Gavin yang langsung memposisikan Tubuhnya menjadi duduk dengan tangan yang masih memegang erat tangan Vero.
" Vin.. " ucap Lembut Vero
" gak . " jwb Gavin
" kalo aku gak boleh buka pintu , gimana dokter nya bisa masuk Gavin. " ucap prustasi Vero
" Dia bisa masuk sendiri. " ucap Gavin
" dia udah tau sandi Apartemen nya. " lanjut Gavin
" huftt . " hembusan Nafas kasar Vero.
yang benar aja Dokter itu pun langsung bisa masuk dalam Apartemen Gavin dan langsung menuju kekamar Gavin.
" Gak biasanya singanya sakit. " ucap Dokter muda itu yang ingin membuka pintu kamar Gavin tapi seketika Langkah Kaki Doker tersebut berhenti dengan mata terkejut saat melihat siapa yang baru dia lihat tadi.
__ADS_1