POSESIF BOSS GENGSTER

POSESIF BOSS GENGSTER
Mandi Bareng


__ADS_3

Pagi yang sangat Cerah ,Burung-burung berterbangan Sinar Matahari yang sudah Menghiasi Isi Dunia tak luput dari kedua sejoil yang masih menikmatin tidurnya nyenyaknya entah karena Pelukan yang menghangatkan satu sama lain Author tak tau . bahkan sinar matahari pun sudah berhasil menyinarin tubuh polos mereka tapi tidak membuat mereka membuka mata hingga Jam 11 Siang .


" Eguhhh." lenguhan Vero saat menggeliat badanya yang tak bebas karena terhalang oleh tangan kekar pria sampingnya siapa lagi kalo bukan sang suaminya.


Melihat sang suami yang masih nyenyak tidur membuat sembrutan merah pun terncetak dipipi Vero mengingat Kejadian dimana harta berharganya diregut oleh sang Suami refleks tangan nya menyentuh rahang ,pipi sang suami yng mulus dan cerah karen tersinar pantulan sinar matahari.


" Tampan.." gumah Vero dengan senyumnya


" Mas tau.."


glek


" Eh Mas udah bangun ,maaf ganggu.." ucap Vero yang langsung melepaskan tanganya ke pipi Gavin


" Jangan dilepas.." ucap manja Gavin yang langsung menarik tangan Vero untuk mengelus pipinya lagi


" Eh jangan tidur lagi Mas ,ayo bangun.." ucap Vero yang melihat sang Suami ingin memejamkan matanya lagi


" Masih ngantuk dek,kan kamu tau Mas lembur.." ucapnya


" Lembur- Lembur apaan.."


" Lembur loh Yank ,Masa gak tau padahal kamu juga ikut loh .." ucapnya


" bahkan Kamu nikmatin loh yank.." bisik Gavin tepat diteling Vero


Bluss


Pipi Vero pun langsung merah sedangkan Gavin terkekeh gemas melihat sembrutan merah dipipi istri kecilnya


" Ishh Paan sih Mas gak lucu.." ucap Vero yang langsung mencubit perut Suaminya


" 'Ishh sakit loh Yank.." Lebay Gavin yang langsung mengelus perutnya yang terkena cubitan Vero

__ADS_1


" Biarin siapa suruh Mesum.." kesal Vero yang langsung memposisikan badannya duduk


" Kata siapa mas Mesum ,orang Mas cuma bilang Bahkan-" ucap potong Gavin yang langsung mendapatakan geplak Vero


" Wah parah Dek kamu udah Kak RT sama Mas.." ucap Gavin yang mengelus lengannya yang tak terasa sakit


" KDRT mas KDRT bukan Kak RT.." dengus kesal Vero


" Dahlah masih pagi² jangan ngajak ribut deh mas.." malas Vero


" udah Siang sayang bukan pagi .." ledek Gavin sebelum mendapatkan geplakan istrinya lagi


" bodo." kesal Vero yang hendak Turun dari ranjangnya


" Cie Neng nya A'a ngambek nie ye .." goda Gavin yang mencoel-coel tubuh polos istrinya


" Cie Cie.."


" Mas.." kesal Vero


"Shhh.. " ringisan Vero saat ingin melangkah


" Kenapa ?" tanya Gavin yang langsung turun dari kasur setelah makai Boxser


" sakit.." gumah Vero sambil menggigit pipi' dalamnya menahan rasa sakit dan perih didaerah intimnya


" Maaf.." ucap Gavin


" hem iya gpp"


" Mas bantu.." ucap Gavin yang langsung menggendong tubuh Vero yang dililitin Selimut


" Kenapa ditutup ? " tanya jail Gavin

__ADS_1


" Padahal Mas udah liat semuanya loh.." goda Gavin


" udah deh Mas gak usah mulai lagi..." kesal Vero yang menggigit bahu Gavin


" ah sakit dek.."


" Mas nyebelin.." ucap Vero


" Kalo Mas Nyebelin kamu Nikmatin donk.." kekeh Gavin


Cup


" Daytime kiss ." ucap Gavin setelah berhasil mengecup bibir istrinya dengan diselangi kedipan sebelah mata Gavin


'' hahah gemes , pengen makan lagi deh.." ucap Gavin yang mengunyel-nguyel wajah Vero dengan wajahnya


" Mas.." rengekan malu Vero yang langsung menyembunyikan wajah merah nya didada Bidang Gavin


" udah Turun .." ucap Gavin yang langsung menurunin tubuh Vero di Bahtup yang sudah terisi air hangatnya.


" kenapa hem?" tanya Gavin


" Mmm Mandi bareng.." jwb malu Vero sambil menautakan jarinya


Seringai licik Gavin pun terpapant dibibir nya mendenger ucapan Sang istri yang menggemaskan


" Tentu , tapi jangan salahkan Mas kalo Mas gempur adek sampai lemes.." bisik Gavin tepat ditelinga Vero diselangin jilatan kecilnya.


glek


dengan susah payah Vero menelan ludahnya dengan bulu yang merinding mendengar bisikan Gavin yang menggoda.


hingga Akhirnya terjadi lagi pergempuran antara pasangan suami istri.

__ADS_1


bersambung..


Maaf telat ..


__ADS_2