POSESIF BOSS GENGSTER

POSESIF BOSS GENGSTER
Si Iblis Gavin


__ADS_3

" Mbok gimana ini? " tanya Vero yang sadari takut


" mbok gak tau juga neng. " jwb Mbok Jum Bingung.


" Woyy Bukaa pintu nya, kalo kalian tidak ingin mati. " teriak lagi pria itu sambil menggedor pintu nya.


" Mbok liat mbokk pria itu di lumutin darah. " teriak Tere saat melihat pria itu dari jendela


" ya ampun. " tak kalah teriak Mbok jum yang melihat kondisi pria tersebut


" Gimana ini? " tanya Neni yang sudah sangat takut


" gak ada cara lain kita harus selamatin dia. " ucap Tere yang ingin membuka pintu nya tapi masih ragu


" tapi kalo dia jahat gimana? " tanya Neni


" tidak mungkin dia masih punya tenaga untuk menjahatin kita. " ucap Tere


" Apa dia juga korban? " tanya Vero


" gak tau yang paling penting kita selamat in dia. " ucap Tere yang langsung membuka pintu nya dan melihat pria itu sudah di lumutin darah yang bercucuran.


" Bantu. " ucap Tere yang menyeret lengan pria itu hingga Vero, Mbok jum dan Neni langsung membantu Tere yang kesusahan menyeret badan pria itu.


" Huft gila nih lagi berat juga. " ucap Tere yang sudah menutup pintu nya kembali


" iya padahal dilihat orang nya kecil tapi berat juga. " timpal Vero


" terus ini gimana Ver? " tanya Tere yang melihat kondisi pria itu


" Mbok disini ada P3K? "tanya Vero


" gak ada Neng. " jwb Mbok jum


" yaudah kalo gitu Tere minta air hangat sama kain yang udah gak kepake , buat ngelap darah nya. " ucap Tere yang juga membantu menghentikan darahnya yang berada di perut pria tersebut, tapi seketika tangan Tere pun dicekal membuat semua terkejut.


" Mau apa kamu. " ucap Dingin


" Tuuuann."ucap Gagap Tere hingga menelan ludahnya kasar


" Tuann sebaiknya jangan bergerak dulu. " ucap Tere yang menahan pria itu berdiri


" Pinjamkan ponsel. " ucap Pria itu dengan nada tinggi


" Tuu. " ucap Tere gagap


" cepat." teriak pria itu dengan tatapan tajam dan membuat semua orang merasa gemetar dan tanpa lama Tere pun menyerahkan ponsel nya.

__ADS_1


" Bukk apa pria itu bakal manggil rombonganya? " tanya Neni yang sudah meneteskan air matanya dipeluk an mbok jum.


" sial, kenapa boss tidak mengakatnya." ucap Pria itu kesal.


sedangkan di markas Black Cobra Gavin bersama anak buah nya pun langsung menebakin semua anak buah Black Cobra tidak hanya anak buah Black Cobra aja dia juga menembakin orang² yang berada dipohon mungkin kan dia juga dari Mafia yang berkerja sama dengan Geng Black Cobra hingga tidak ada satu pun tersisa, hingga sampai lah Gavin dikursi yang sudah ditempat i oleh seorang pria. dengan aura dingin dan mata elang tajam membuat pria dihadapan nya seketika merinding tidak hanya pria didepan nya tapi juga para anak buah King Lion yang sadari mengikuti sang Bossnya.


" Selamat datang Tuan Gavin. " ucap Pria itu dengan sesantai mungkin tapi tidak dengan aslinya yang sudah merasa takut.


" Hey selamat datang juga di hari kematian mu. " ucap Gavin Sinsi


" Tidak biasanya Sang Boss King Lion datang kesini. " ucap Pria itu dengan sesantai mungkin. tapi tidak dari tangannya yang sadari mengode anak buahnya yang tersisa.


" Mungkin Tuan Darus senggang untuk bermain dengan ku. " ucap Gavin dengan senyuman yang penuh arti hingga Gavin mengode anak buahnya untuk keluar dari ruangan tersebut tak pakai lama anak buah King Lion pun keluar dari ruang tersebut dan membuat mereka merasa lega yang sadari menahan hawa dingin.


" Tentu saya ingin bermain dengan Tuan Gavin. " jwb Darus


" dan mungkin ini hari terakhir anda untuk bermain dengan saya. " ucap Darus Sinsi


tapi tidak dengan Gavin yang sadari Santai.


" Selamat bersenang² . " ucap Darus yang langsung Mengarahkan pistolnya Kearah Gavin.


dorr


satu tembak yang meleset didada Gavin.


" Kamu pikir saya bodoh. " ucap Sinsi Gavin


" Sudah berapa kali kita bertarung tapi kemampuan mu masih kaya anjing yang sedang meminta makan dengan majikan nya. " ucap Sinsi Gavin


" Kamuuuu. " ucap Darus yang sudah takut karena dia hanya sendiri sedangkan anak buahnya yang tersisa sudah mati begitu saja entah siapa yang membunuh nya.


" Gimana kita main² dulu. " ucap Gavin dengan mata memangsa


" Kamuu jangan berani mendekat. " ucap Darus yang sadari menembakin Gavin terus menerus hingga membuat isi pistol nya habis


" Apakah puas.. " ucap Gavin dengan senyum penuh arti


" Sekarang giliran saya yang akan bermain dengan anda. " ucap Gavin yang langsung mengeluarkan pisau kecil kesayangan nya.


" Kamu iblisss." teriak Darus yang sudah Disasat pipinya dengan pisau Kesayangan Gavin


" iya memang Aku iblis. " ucap Gavin yang langsung menginjak tangan Darus hingga patah dan membuat Darus berteriak sekecang mungkin


" Ibliss, kamu iblisss sebaiknya langusng bunuh aku daripada menyiksa." teriak Darus yang sudah tidak tahan


" oh kalo langsung dibunuh bukannya tidak asikk. " ucap Gavin yang memutar²kan pisaunya.

__ADS_1


" kamuuu. " ucap Darus yang menetap tajam


" Apakah mata kamu tidak kamu butuhkan lagi, dan beraninya anda menatap saya begitu. " ucap Gavin dingin hingga membuat Darus merinding


" Bagaimana aku kasih tontonan gratis untuk mu sebelum keneraka anggap aja ini oleh²." ucap Gavin Sinsi dan langsung berjalan ke kursi yang sudah disediakan oleh Asisten nya.



" Lihatlah siapa yang sudah membocorkan jebakan licik mu. " ucap Gavin dengan senyuman mengejek hingga mengode Arleo


" Kamuuu. " kejut Darus saat melihat siapa yang sudah berani membocorkan jebakan nya.


" hai sobat. " ucap Tuan Verry dengan senyum Sinsi nya


" ternyata selama ini kamu berhianat dengan ku tak ku sangka kamu juga licik. " ucap Darus dengan penuh kebencian bagaimana tidak orang yang sudah berani berhianat adalah teman Baik nya pantes setiap pertarungan Geng Black Cobra selalu kalah ternyata ada penghianat di dalam Geng nya.


" Maaf sobat selama ini saya tidak pernah mendukung mu. " ucap Santai Tuan Verry


" Dasarr aku tidak akan memaafkan mu. " ucap Darus yang berusaha berdiri dan langsung mengambil pistol bekas anak buahnya


" keneraka lah... " teriak Darus yang langsung menebak Kedada Verry .


" Kurang ajar.. " teriak Gavin membara saat melihat sang paman nya tertembak.


dengan penuh kemarahan akhirnya Gavin pun menembak Darus dibagian lengan kaki dan itu membuat Darus bertambah tersiksa


" Jangan berpikir aku akan membunuh mu langsung mimpi. " ucap Gavin dengan senyuman iblis nya


" sebelum kamu ke neraka bagaimana aku mengambil jantung mu. " ucap Gavin yang langsung menyayat bagian dada Darus hingga membuat Daruss berteriak sekenceng mungkin.


Gavin benar² berubah seperti iblis. batin Verry yang melihat penyiksaan yang dilakukan Oleh Gavin dan membuat dia juga merasa takut gemeteran.


dorr


satu tembak meluncur kearah dada Darus dan membuat Darus mengembuskan nafas terakhir nya.


" Apa yang kamu lakukan. " teriak Gavin saat Arleo menembak Darus padahal dia belum merasa puas saat bermain dengan musuh liciknya


" Maaf Boss, sebaiknya kita segera pergi karena Mixso dalam bahaya. " ucap Arleo menunduk karena sudah berani mengganggu kesenangan Bossnya.


" Ah siall. " ucap Kesal Gavin ke Asisten nya


" bawa paman Verry. " ucap Gavin yang langsung pergi meninggalkan kedua pria itu.


bersambung....


Yuhu kembali lagi dengan Mumun, tapi setelah Mumun pikir² kenapa alurnya gak kaya Gengster jalan ya malah Mumun berpikir alurnya malah ke Mafia nya. ya gak sihh??? terus Mumun juga mau jelasin bawah nama² bom² itu hanya arangan Mumun aja ya jadi gk usah dianggap ada bom kaya gitu oke kalo gitu sampai jumpa ketemu Mumun lagi besok. papay

__ADS_1


__ADS_2