
haaa
teriak Melodi Vero saat tangan nya ditarik Gavin dan membuat Vero terkejut
" Apakah Kamu Bodoh ha! " teriak Gavin yang dipenuhi emosi
" Kamu yang Bodoh, apakah kamu mau membuat kejahatan membunuh orang. " teriak Balik Vero dengan sorotan Kesal
" Bukan Terima Kasih sudah ditolongi tapi malah marah² apakah begini didikan orang tua kamu. " ujar Gavin saat tau kalo yang dia tarik pujaan hatinya.
" itu Gak ada urusan sama orang tua. " ujar Vero dengan tatap tajam
seketika Gavin terdiam saat mendapatkan Tatapan tajam bukanya takut tapi mungkin Gavin merasa gadis ini memiliki masalah sama keluarga nya.
" huff ." hembusan kasar Gavin.
" Apa kamu ingin melakukan bunuh diri?" tanya Gavin yng sudah merendahkan emosi nya
" Apakan anda berpikir saya gila, ingin bunuh diri dimalam hari ini. " jwb Vero kesal yang dituduh oleh laki itu yang sudah menjadi Pacar kontraknya.
" kalo gitu apa yang kamu lakukan dijembatan ini ha! kalo bukan ingin bunuh diri, atau kmu gk Terima kalo kamu jadi pacar kontrak aku dan berniat ingin bunuh diri . " jelas Gavin dengan sorotan tajamnya
" anda terlalu pede mana mungkin aku bakal bunuh diri karena masalah sepele itu. " ucap Vero
" kalo gitu kamu mau apa, dijalan sepi gini . " tanya Gavin lagi
" aku hanya ingin menyelamatkan kucing yang terjepit. " ucap Vero yang langsung melihat Kucing yang terjepit saat Vero Melamun Tadi
" Hanya Kucing, kamu ingin mengorbankan Nyawa kamu. " ujar Gavin yang merasa kesalagi
" Apakah anda tidak memiliki jiwa kemanusiaan, segitunya kah? " tanya Vero
" Aku gak peduli ! sekarang ikut aku, aku antarkan kamu pulang. " ucap Gavin yang menarik tangan Vero
" gak, aku mau nyelametin Kucing itu. " jwb Vero yang berusaha melepaskan cengkraman Gavin
__ADS_1
" segitunya kamu peduli? " tanya Gavin
" ya. " jwb Vero
" Apakah kamu lupa dengan kontra kita. " ucap Gavin dengan wajah datar
" Itu gak ada kaitannya dengan masalah ini kalo memang gak ingin menolong nya sebaiknya kamu pergi aja anggap aja kamu gak melihatku. " ucap Kesal Vero
" Sangat Menyebalkan. " grutu Vero yang menghentak² kakinya dan itu membuat gemas Gavin dan tanpa basa basi lagi Gavin pun langsung menggendong Vero seperti menggendong beras.
" Apa yang kamu lakukan, " teriak Vero
" lepasin gak, lepas. " ucap Vero yang berusaha Memberontak
" Patuh lah. " ucap Gavin yang langsung mendudukkan Vero dikursi mobil depan
" Minggirlah, aku mau nyelametin Kucingnya kalo memang kamu gak mau pergi saja jangan ngajak² . " ucap Kesal Vero
" mulut kamu sangat cerewet. " ucap Gavin yang masih didepan Vero
" itu bukan urusan kamu, minggir. " ucap Vero lagi yang berusaha ingin keluar dari kekangkaman Gavin
seketika membuat Vero takut
" Seterah aku. " ucap Vero memberanikan diri
" jangan salahkan aku berbuat sesuatu. " ucap Gavin yang langsung mendekatkan mukanua kehadapan Vero, dan itu membuat Vero menelan ludahnya kasar.
" Hahha. " tawaan Gavin pun pecah saat melihat Muka merahnya Vero
" Dasar gila. " teriak Vero yang menahan Malu
" Baru gitu aja udah takut, apalagi kalo nanti melakukan yang lain. " ucap Gavin tersenyum Sinsi
" udahlah sekarang patuh, sebelum aku melakukan sesuatu pada mu. " Ucap Gavin yang langsung menutup pintu mobilnya dan langsung menuju pintu sampingan nya.
__ADS_1
" Dasar Pemaksa. " grutu Vero saat Gavin sudah berada disamping nya
" Menyebalkan, aku sumpahin kalo minum nanti keselek. " grutu Vero Lagi yang saat didengar Gavin tapi itu malah membuat Gavin tersenyum tipis melihat gadisnya menyumpahi.
" Hentikan grutuan kamu itu gak akan membuat aku melepaskan kamu. " ucap Gavin yang melirik Vero
" suka² lah mulut² aku, gak ada hubungannya sama kamu. " ujar Vero
" Apakah kamu tau, Mulut kamu ini juga punya aku, bukan hanya Mulut kamu tapi seluruh badan kamu ini. " ucap Gavin yang mendekatkan badan ke Vero yang terjepit ini
" Mimpi. " ucap Vero Memberanikan diri
" Apa gak percaya, kalo tidak bagaimana kita lakukan. " ucap Gavin dengan senyumnya yang malah membuat takut Vero
" Apa yang kamu lakukan. " ucap Vero yang saat ini takut karena melihat Gavin yang Terlalu dekat
" aku hanya ingin memasang satbelt mu. " ucap Gavin santai dan langsung membenarkan posisi nya
" Apa yang kamu pikirkan. " tanya Gavin basa basi
" Tidak. " ucap Vero gugup karena salah paham
" Apakah kamu pikir aku akan mencium mu? " tanya Gavin yang saat ini sudah mengegas mobilnya
" Tidak, " jwb Singkat Vero
" oh iyakah. " ucap Gavin yang melirik Vero dengan muka merahnya
" udahlah yang aku pikir kan sekarang kucing nya bagaimana, kalo nanti jatuh gimana? " tanya Vero tapi itu membuat Gavin tidak suka
" bisakah kalo bersama aku jangan membahas yang lain. " ucap Gavin Menatap tajam
" Emang masalah. " ucap Vero yang melihat kekesalan Gavin
" Berhenti lah ke cerewet an kamu, kalo kamu gak mau aku cium. " ancam Gavin
__ADS_1
" oh iya. " ejek Vero
" aku tidak memiliki kesabaran lagi. " ucap Gavin yang langsung memperhentikan mobilnya dan langsung menarik tengkukan Vero dan langsung mencium nya tanpa ampun.