Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
1. Awal Cerita


__ADS_3

Matahari sudah mulai meninggi dan tampak pula Qiara terburu-buru sambil sedikit berlari di pintu gerbang kampus tempat ia menimba ilmu.


"Ah gara-gara semalem nonton drakor neh jadi telat bangun" gerutunya sambil sesekali melihat jam di handphonenya.


"Qiara" tampak salah satu teman sekampusnya juga ikut berlari menyusul Qiara.


"aku telat bangun neh Ka" Qiara memulai pembicaraan.


"kalo lama banget gak dapet-dapet ojek online" imbuh Eka.


"Yuk buruan tar keburu dosennya dateng"


Sesampainya dikelas mereka langsung mencari bangku yang kosong. Beruntungnya mereka datang tepat sebelum dosennya datang.


Setelah mata kuliah berakhir Qiara berkumpul dengan teman-temannya.


"Eh qi kamu kemarin jadi ketemu sama mas putra?" tanya Vivi memulai pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Jadi kok kan kemarin dia beli sepatu buat badminton" jawab Qiara singkat.


"Trus gimana? " tambah Rini yang ikut penasaran.


"Gimana apanya sih Rin? " tanya Qiara balik.


"Masih gitu-gitu aja kamu sama mas putra? " Vivi yang mulai agak kesal.


"Aku kan udah bilang kalau kita itu berteman dengan tujuan" jawab Qiara sambil tersenyum agar bisa membuat kedua sahabatnya tenang.


"Iya dari kemarin emang dengan tujuan tapi tujuannya apa coba" Rini mulai bingung dengan sikap Qiara yang dengan santainya menjalani hubungan yang dia katakan berteman dengan tujuan yang sudah 2 tahun dia jalani bersama Putra.


Hari sudah mulai sore dan Qiara sedang menunggu angkutan umum di depan kampusnya. Saat Qiara menunggu angkutan umum tiba-tiba ada motor berhenti di depannya dan dia sangat terkejut karna itu adalah Putra yang hari ini dia bahas dengan sahabatnya.


"Mas Putra kok ada disini sih? " Qiara bingung sekaligus senang melihat Putra ada didepannya.


"Habis kamu ngapain coba nglamun gitu dibawah pohon? kesambet baru tahu rasa kamu" ledek Putra.

__ADS_1


"Aku lagi nunggu angkot kok" jawab Qiara sedikit manyun.


"Yuk barengan aja" ajak Putra sambil memberikan helm kepada Qiara.


"Emang mau kemana?" tanya Qiara sedikit curiga dengan sikap aneh Putra. Karna gak biasanya Putra tiba-tiba muncul tanpa pemberitahuan dulu seperti saat ini.


"Kan aku habis dari rumah sekarang mau balik ke kost lah" jawabnya santai.


"Oh dari rumah???tapi kok lewat sini kan biasanya gak lewat sini???" tanya Qiara penasaran.


"Suka-suka lah mau lewat mana emang dilarang apa lewat sini?" jawab Putra "Yuk buruan tar magrib dijalan lho"


"Masjid banyak kali mas bisa mampir sholat dulu lah" jawab Qiara bete.


Sikap Putra yang kadang masih gak jelas ini juga bikin Qiara kadang ragu dan jujur sudah sering terlintas dalam benaknya untuk tak menunggu kepastian dari kata "berteman dengan tujuan" yang sudah 2 tahun ini mereka jalani.


Putra yang jarang sekali menghubungi Qiara lebih dulu dan sekarang dia muncul tiba-tiba seolah dia ingin menjemput kekasihnya pulang kuliah itu juga masih penuh tanya bagi Qiara.

__ADS_1


"Apa bener dia iseng aja lewat sini dan kebetulan liat aku lagi nunggu angkot?"


"gak mungkin lah dia kan orangnya gak pernah ribet ngapain milih jalan muter buat balik kostan"


__ADS_2