
Walaupun entah sengaja atau tidak Putra yang tiba-tiba muncul di depan kampus Qiara tapi jangan berharap dia akan bersikap romantis ala anak muda yang boncengan mesra seolah-olah ada magnet dalam tubuh mereka. Putra tetap dengan ransel dibelakang yang menjadi pembatas antara dia dan Qiara. Walapun benar alasannya untuk menjaga diri karna mereka bukan mukhrim.
"Kamu udah makan Qi? " tanya Putra memecah suasana.
"Katanya tar keburu magrib?" Qiara bertanya balik dengan nada sedikit bete.
"Kamu tadi bilang masjid banyak dimana-mana juga ada" jawab Putra sambil sedikit menoleh kebelakang dengan senyum tipisnya yang meluluhkan hati Qiara.
"Emang mau makan dimana?"
"Terserah kamu yang enak dimana?"
"Lesehan jogja mau gak?" usul Qiara
"Boleh juga" jawab Putra "Kamu yang tunjukin jalannya ya"
Tak butuh waktu lama mereka berdua sampai di lesehan jogja favorit Qiara. Selain makanannya yang enak, harganya juga cukup terjangkau buat anak kuliah dan sekolahan. Karna harganya yang terjangkau tak heran tempat itu selalu ramai.
"Mas Putra mau pesen apa?" tanya Qiara sambil melihat menu yang di tempel di gerobak.
__ADS_1
"Aku pesen ayam aja deh pake tempe ya"
"Ok"
"Bang makan sini ya. Ayam 1 sama Ampela ati 1 pke tempe semua ya" Qiara yang memesan makanan.
Sementara Qiara memesan makanan, Putra mencari tempat duduk yang nyaman buat mereka makan sekaligus mengobrol.
"Kamu sering makam disini ya Qi kok kayaknya si abang-abangnya gak asing gitu sama kamu"
"Lumayan sering si soalnya disini tu lumayan murah mas jadi aman banget buat anak kuliahan" jawab Qiara sambil tersenyum.
Sebenarnya Putra sudah punya rasa tertarik kepada Qiara cuma dia sangat memegang prinsipnya untuk tidak berpacaran. Berpacaran setelah menikah baginya jauh lebih indah. Salah satu yang dia suka dari Qiara adalah sikap sederhana dan rendah hatinya karna bagi Putra jarang sekali cewek jaman sekarang mau diajak hidup sederhana. Lagipula Qiara juga bukan anak gaul yang suka nongkrong di kafe ato mall. Yang dia tau cuma kampus dan rumah.
"Ok" jawab Qiara singkat.
"Kamu udah bilang kan sama ibu kamu kalo lagi sama aku?"
"Udah kok mas tdi aku juga udah whatsapp ibu kok"
__ADS_1
"Ya udah takutnya tar kena marah"
"Ya ampun mas kan ini juga belum jam 8 malem baru juga adzan magrib"
Qiara memang sudah menetapkan sendiri jam malamnya saat dia kluar rumah nggak boleh lebih dari jam 8 malam.
"Mas aku beloh tanya gak?" kata Qiara ragu-ragu.
"Tanya apa?" jawab Putra.
"Sebenernya arti berteman dengan tujuan buat kamu itu apa sih?" Qiara berkata tanpa menatap wajah Putra.
"Emangnya kenapa?" tanya Putra balik.
"Ya gak papa cuma tanya aja habis kamu suka aneh sih kadang muncul kadang ilang gitu aja gak ada kabar" jawab Qiara tegas.
"Aku berteman dengan kamu juga ada tujuannya Qi cuma belum saatnya aku mengatakan tujuanku sekarang".
"Kenapa?" Qiara makin penasaran dengan jawaban Putra yang lagi-lagi tanpa kejelasan.
__ADS_1
"Udah cepet habisin makanannya gak baik makan sambil ngomong tar dibantuin setan gak kerasa kenyang malah laper terus dan akhirnya jadi gendut" jawab Putra sambil tertawa meledek.
Qiara tak menjawab ledekan Putra tapi dia malah cemberut dan segera menghabiskan makanannya.