Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
44. Hello Baby


__ADS_3

Selesai merayakan kelulusannya dengan keluarganya, Qiara dan Putra langsung pulang kerumah. Qiara merasa sangat capek dan lemas. Beberapa hari ini memang ia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Jadi cepat capek dan gampang lemas.


"Sayang kamu beneran gak mau ke dokter aja?" tanya Putra sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh Qiara yang berbaring lemas diatas tempat tidur.


"Iya sayang habis minum herbal pasti sembuh kok" kata Qiara dengan tersenyum.


"Ya udah kamu bobok aja dulu tar kalau kerasa gak enak panggil aku ya" kata Putra sambil mencium kening Qiara.


Putra meninggalkan Qiara istirahat di kamar dan dia duduk diruang keluarga sambil menonton tv. Putra juga merasa aneh dengan sikap Qiara akhir-akhir ini. Biasanya Qiara sangat mandiri tapi sekarang bersikap sebaliknya. Terlebih sekarang Qiara lebih sensi dan gampang banget nangis.


"Ah kenapa aku jadi penasaran gini ya? coba google aja deh".


Karna sangat penasaran dengan perubahan sikap istrinya, Putra akhirnya mencari tahu lewat internet.


"Kok tanda-tanda wanita hamil sih. apa mungkin Qiara hamil?" gumam Putra dengan wajah serius berpikir.


Qiara yang sudah merasa lebih segar akhirnya keluar dari kamar dan menghampiri Putra yang asik main ponsel.


"Itu tv nyala kok malah maen hp sih?" tanya Qiara dan duduk di samping Putra.


"Sayang kamu udah datang bulan belum?" tanya Putra serius.


"Belum. Emangnya kenapa?".


"Kamu udah test belum?".

__ADS_1


"Test apaan sih sayang?".


"Aku baca di internet kalau wanita hamil itu jadi sensi dan gampang capek kayak kamu gitu"


"Emang aku telat sih tapi baru 2 hari" jawab Qiara.


"Ok sekarang kamu tunggu disini dulu aku mau ke apotik ya beli alat test kehamilan" Putra langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas ke apotik.


Putra langsung ke apotik tanpa persetujuan Qiara. Dia sangat penasaran dan juga berharap Qiara hamil. Mereka memang sudah merencanakan kehamilan sejak skripsi Qiara rampung.


"Mbak beli alat test kehamilan" kata Putra tanpa rasa malu kepada apoteker.


"Yang merk apa pak?" tanya apoteker.


"Ini pak" kata apoteker sambil memberikan alat test kehamilan.


Setelah mendapat alat test kehamilan dan membayar di kasir, Putra bergegas pulang.


"Assalamualaikum" Putra langsung masuk kedalam rumah dan memberikan alat test kehamilan yang sudah ia beli kepada Qiara.


"Waalaikumsalam".


"Ayo buruan cek sayang" Putra yang sudah tak sabar langsung mendorong Qiara ke kamar mandi.


"Iya sayang sabar dong nanti aku bisa jatuh" kata Qiara.

__ADS_1


Qiara masuk ke kamar mandi dan langsung mencoba alat test kehamilan yang Putra beli di apotik. Sambil berharap cemas Qiara berdiri didepan cermin kamar mandi. Setelah menunggu hasil test selesai dan ada tanda dua garis merah yang artinya Qiara positif hamil.


Qiara bersorak gembira sambil menutup mulutnya. Qiara masih tak percaya dia hamil secepat ini karena mereka baru merencanakan kehamilan bulan kemarin.


Qiara keluar dari kamar mandi dengan muka sedih untuk mengerjai Putra.


"Gimana sayang?" tanya Putra penasaran.


Qiara tak menjawab dia hanya memberikan testpack kepada Putra.


"Dua garis artinya apa?" tanya Putra.


"Ada baby disini" jawab Qiara sambil mengelus perutnya.


"Beneran sayang?" tanya Putra dengan mata berkaca-kaca.


"Iya sayang kita mau punya baby" jawab Qiara ikut menangis terharu.


Putra langsung memeluk Qiara. Dia sangat bahagia tak lama lagi akan menjadi seorang ayah.


"Terimakasih sayang" kata Putra sambil mencium kening Qiara.


"Kita kabarin orang tua kita sayang" kata Qiara.


"Iya sayang mereka semua pasti senang mendengar kabar bahagia ini".

__ADS_1


__ADS_2