Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
13. Cemburu


__ADS_3

"Tunggu Qiara" Putra menarik tangan Qiara.


Qiara terdiam dan mengalihkan pandangannya dari Putra. Rasanya sulit untuk menatap Putra. Hatinya sudah penuh tanya tentang perempuan itu. Mungkinkah Putra berselingkuh? Siapa sebenarnya perempuan itu? kenapa dia duduk sangat dekat dengan Putra?


"Duduk dulu Qi" Putra menuntun Qiara untuk duduk di bangku depan kostnya.


"Aku mau pulang aja" jawab Qiara dengan suara menahan tangis.


"Kamu kan baru datang kenapa langsung pulang?".


"Aku gak mau ganggu".


"Kamu pasti salah paham" Putra berusaha menjelaskan.


"Aku cuma mau pulang aja kok" jawab Qiara beranjak dari tempat duduknya.


"Aku mau jelasin Qiara" Putra berhenti tepat didepan Qiara.


"Aku nggak butuh penjelasan apapun" Qiara menjawab dengan menunduk tak mau menatap Putra.


Putra mengangkan dagu Qiara dan dia melihat Qiara menangis.


"Kenapa kamu menangis sayang?" ucap Putra sambil mengusap air mata Qiara dengan punggung tangannya.


"Udah lepasin aku mau pulang" Qiara menepis tangan Putra.

__ADS_1


"Kamu mau kedalam biar aku kenalin sama Kalyla" ajak Putra.


"Kalyla?" tanya Qiara.


"Iya. Dia mantan pacarku sayang dan dia datang untuk mengantar undangan pernikahannya" jelas Putra sambil mengusap pipi kekasihnya yang basah terkena air mata.


"Mau ya masuk sebentar aja?" tambah Putra dengan sedikit memohon.


Qiara hanya mengganguk tak bersuara.


Putra menggandeng tangan Qiara dan mereka masuk kedalam bersama.


"Kalyla" Kalyla berdiri dan mengulurkan tangannya bersalaman dengan Qiara.


"Qiara" jawab Qiara sambil bersalaman dengan Kalyla.


"Iya ini pacar aku" jawab Putra sambil merangkul Qiara.


"Ya udah aku pamit ya Put jangan lupa datang ya ajak Qiara juga" kata Kalyla menyalami Putra dan Qiara "Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam. Ati-ati La" jawab Putra.


Qiara duduk di sofa sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia sangat malu dengan sikapnya yang cemburu tanpa tahu alasannya. Entah apa yang akan dia katakan kepada Putra karna ini sangat memalukan baginya.


"Eh kamu kenapa kok ditutupin gitu mukanya" goda Putra sambil tertawa dan berusaha membuka tangan Qiara yang menutupi wajah cantiknya.

__ADS_1


"Aku malu lah" jawab Qiara tetap menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku seneng deh kamu cemburu gitu sama aku" Putra duduk disamping Qiara sambil tertawa.


"Aku gak cemburu kok" jawab Qiara sambil cemberut.


"Aamu bawa apaan ini?" tanya Putra sambil membuka tas makanan yang dibawa Qiara.


"Coba lihat pasti berantakan ya".


"Enggak kok gak ada yang tumpah makanannya masih utuh".


"Syukur deh kalau masih utuh kan aku da capek-capek siapin buat Mas Putra".


"Wah kayaknya enak neh. Makasih y sayangnya aku" kata Putra sambil mencubit pipi Qiara gemas.


Qiara cuma bisa meringis menahan sakit sambil mengelus pipinya.


"Suka nggak mas?" tanya Qiara yang melihat Putra tampak lahap menyantap makanan yang Qiara bawa.


"Suka dong sayang masakan kamu enak. Sering-sering dong masakin aku kayak gini sayang" pinta Putra.


"Kalau pengen dimasakin bilang aja tar makanannya bisa aku kirim pake ojek online".


"Ok deh" jawab Putra sambil tersenyum.

__ADS_1


Putra sangat menikmati makanan yang Qiara masak. Rasanya sangat enak mungkin karna dimasak dengan penuh cinta atau karna makan ditemani Qiara.


Putra merasa sangat bahagia dan dia tak salah memilih Qiara menjadi kekasihnya. Wanita penyayang dan sangat sabar kepadanya. Dan juga Qiara jago masak sama seperti bundanya. Makan masakan rumahan membuat Putra teringan dengan sang Bunda yang sangat jarang sekali dia temui.


__ADS_2