Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
22. Persiapan Lamaran


__ADS_3

Hari ini menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Qiara. Sambil bersandar di bahu Putra, Qiara tak henti-henti memandangi cincin di jari manisnya. Putra pun iku bahagia melihat Qiara bahagia.


"Udah dong jangan diliatin terus norak tahu" goda Putra sambil mengecup kepala Qiara.


"Ih apaan sih kan ini sekali seumur hidup buat aku sayang dan momen kayak gini juga nggak akan keulang lagi" kata Qiara sambil memeluk tangannya yang sudah memakai cincin tanda bahwa dia sudah dilamar Putra.


"Aku anterin pulang yuk sekalian aku mau ngomong sama orang tua kamu kalau keluargaku mau melamarmu secara resmi sekaligus menentukan tanggal pernikahan kita".


"Emang harus secepat itu ya?".


"lebih cepat lebih baik Qiara dan kamu harus ingat ya aku ini laki-laki normal terus umur aku udah 28 tahun sayang".


"Terus maunya kapan?".


"Kalau bisa bulan depan kita nikah".


"Apa? Nulan depan?" Qiara terbelalak kaget dan seketika dia bangun dari duduknya.


"Udah yuk aku anterin pulang biar nanti orang tua kita yang menentukan".

__ADS_1


Bulan depan. Secepat itu. Qiara masih terdiam dan pikirannya kemana-mana. Selama perjalan kerumah Qiara pun tak banyak yang dia katakan.


Sesampainya dirumah Qiara langsung memanggil orang tuanya.


"Maaf Om Tante saya ganggu istirahat om dan tante" Putra memulai pembicaraan.


"Oh gak papa kok Putra. apa yang mau kamu omongin sama tante dan om?" tanya Mama Qiara.


"Keluarga saya mau melamar Qiara secara resmi sekaligus silaturrahmi dan menentukan hari pernikahan juga".


"Wah bagus itu Om setuju kalau kamu lebih serius lagi dengan Qiara" jawab Papa Qiara.


"Mama setuju aja kan masih ada waktu 2 hari lagi" jawab Mama Qiara.


Qiara hanya mendengarkan apa yang Putra bicarakan dengan orang tuanya. Ada gugup di dalam hatinya. 2 hari lagi dia akan resmi menjadi calon istri Putra dan hanya 2 hari dia harus mempersiapkan semuanya.


Hari berganti dan hari ini Qiara melanjutkan aktivitas seperti biasa pergi ke kampus. Dan hari ini Mama sudah berpesan selesai kuliah Qiara harus segera pulang karna Qiara harus mencari baju untuk acara lamaran hari minggu. Menemani Mama belanja untuk persiapan acara lamarannya juga.


Selesai kuliah Qiara langsung pulang dengan ojek online agar lebih cepat sampai ke butik langganan Mama untuk mencari kebaya. Sesampainya disana Mama sudah menunggu dan Mama sudah memilih beberapa kebaya untuk Qiara. Qiara mencoba satu persatu baju pilihan sang Mama. Bak seorang model yang berganti baju berkali-kali Qiara keluar masuk kamar ganti. Akhirnya pilihan Qiara jatuh pada kebaya berwarna peach yang sangat cocok dengan kulit putihnya. Tak lupa Mama Qiara juga memilihkan baju batik buat Putra yang senada dengan bawahan Qiara.

__ADS_1


Setelah selesai acara membeli baju buat keluarga dan calon menantu, Mama Qiara langsung mengajak Qiara belanja beberapa bahan makanan.


"Ma makan dulu yuk aku laper neh" pinta Qiara sambil menuntun sang Mama ke sebuah food court.


Qiara langsung memesan makan untuk mereka berdua sementara Mama Qiara langsung duduk dan meletakkan barang belanjaan mereka di kursi sebelahnya yang kosong. Qiara duduk didepan Mamanya sambil menunggu makanan datang.


"Kamu udah siap nak menjadi seorang istri?" tanya Mama Qiara.


"Sebenarnya Qiara masih takut ma kalau Qiara nanti gak bisa jadi istri yang baik buat Putra".


"Tak perlu menjadi yang baik nak yang penting kamu bisa melayani suami kamu dengan penuh cinta".


"Putra sangat baik Ma bahkan saking baiknya dia membeli rumah yang dekat dengan rumah kita biar Qiara bisa sering ketemu mama".


"Mama sangat bersyukur Putra menjadi suami kamu nak karna mama tahu dia pria yang sangat baik dan penyayang juga".


"Iya ma itu juga yang membuat Qiara yakin menerima lamaran Putra".


Perbincangan anak dan ibu itu terhenti saat makanan sudah datang. Qiara tampak lahap memakan makanannya dan sesekali Qiara mengobrol dengan Mamanya.

__ADS_1


__ADS_2