Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
38. Masa Lalu


__ADS_3

"Kenapa sih selalu menghindar tiap ketemu Kalyla?" tanya Qiara memecah keheningan.


"Nggak kok biasa aja" Jawab Putra sambil fokus menyetir.


"Takut kalau aku cemburu ya?".


"Em gak juga sih".


"Terus kenapa?" Qiara makin penasaran.


"Dia kan udah masa lalu dan aku gak mau masa lalu yang udah aku kubur muncul lagi" jawab Putra sambil memegang tangan Qiara.


"Nggak baik putusin silaturahmi sayang".


"Bukannya gitu tapi aku gak mau aja kan masing-masing juga sudah punya pasangan".


Qiara hanya tersenyum mendengar jawaban Putra dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Putra.


"Sudah dong sayang jangan cemberut gitu nanti ilang gantengnya" Qiara sambil mencubit pipi Putra.

__ADS_1


"Ih awas ya kamu cubit-cubit sekarang nanti sampai rumah tunggu aja pembalasanku" kata Putra ikut mencubit pinggang Qiara.


Perjalanan kerumah cukup menyenangkan karna mereka berbagi cerita dan tertawa bersama. Biasanya Qiara langsung tertidur ketika masuk mobil tapi sekarang dia sangat antusias bercerita tentang masa sekolahnya sampai mantan pacarnya.


"Berarti pacar kamu dulu banyak ya?" tanya Putra.


"Nggak juga sih cuma satu doang".


"Berarti dua dong sama aku yang udah jadi mantan pacar kan sudah jadi suami".


"Bisa aja deh mantan pacar jadi suami" Qiara tertawa sambil menatap keluar jendela.


"Sayang laper gak?" tanya Putra sambil menata makanan dari Bunda.


"Eh kita kan gak ada nasi sayang. Aku masak nasi dulu deh" Qiara langsung beranjak kedapur dan segera memasak nasi.


"Ya udah aku mandi dulu deh udah lengket semua" kata Putra langsung masuk kedalam kamar dan segera mandi.


Setelah memasak nasi Qiara memanaskan makanan yang ia bawa dari rumah Bunda. Tak banyak yang ia bawa tapi cukup untuk makan malam Qiara dan Putra.

__ADS_1


"Belum selesai sayang?Aku udah laper neh" kata Putra tiba-tiba muncul dan memeluk. Qiara dari belakang sambil mencium pipi istrinya.


"Tu kan mulai lagi udah deh duduk dulu sebentar lagi juga selesai kok" kata Qiara sambil menarik tangan Putra dan menyuruhnya duduk di kursi menunggu sampai makan malam siap.


Putra menurut dan duduk sambil memangku tangan dan melihat Qiara yang sedang memanaskan makanan untuk makan malam.


Setelah siap Qiara menyiapkan makanan di meja makan dan ia duduk didepan Putra. Qiara menyiapkan makan malam untuk suaminya. Dia mulai mengambikam nasi dan lauk di piring Putra.


"Nesok kita belanja ya sayang kalau gak belanja tar kita makan apa?" kata Qiara sambil mengambil nasi dipiringnya.


"Ya makan kamu aja sayang kan udah bikin aku kenyang" kata Putra sambil tertawa.


"Kan mulai lagi serius dong sayang" Qiara mulai sebel.


"Iya sayangku tapi besok aku mau kebengkel dulu ya servis si biru" jawab Putra.


"Ya udah gak papa siangan aja besok buat sarapan kan bisa bikin nasi goreng".


"Siap istriku" Putra sambil melahap makan malamnya.

__ADS_1


Kehidupan mereka yang baru memang terasa lebih indah. Terlebih sekarang Putra bisa dengan bebas mengekspresikan rasa cintanya kepada Qiara. Banyak kekurangan dan kelebihan dalam dirinya tapi Qiara sangat memahaminya dan bisa menerima semua itu. Dia berharap rumah tangganya dengan Qiara selalu diberikan kebahagiaan dan segera mendapatkan momongan.


__ADS_2