
Acara pertama selesai dilanjutkan dengan resepsi sore harinya. Untuk resepsi sore hari ini mengambil tema yang lebih santai dengan konsep garden party dan pastinya busana yang dipakai juga berbeda dengan saat akad pagi hari tadi.
Satu persatu pasangan pengiring pengantin mlai memasuki tempat resepsi diadakan. Qiara sekarang bergandengan dengan Putra. Masih tampak malu-malu tapi mereka tetap tersenyum didepan para tamu undangan yang sudah menantikan pengantin untuk memasuki tempat resepsi penikahan.
Entah kenapa saat resepsi Putra tak pernah jauh dari Qiara. Sepertinya dia sangat menjaga Qiara dari pandangan para lelaki yang ingin mengagumi kecantikannya.
"Kalau kita yang nikah aku gak mau ya kamu kliatan cantik kayak gini" kata Putra.
"Apa Mas? kita? " Qiara sangat kaget dengan perkataan Putra barusan.
"Emang gak boleh ya aku ngomong kayak gitu?" tanya Putra balik.
"Mas Putra kamu gak lagi demam kan?" kata Qiara sambil nyentuh kening Putra.
"Aku serius Qiara" jawab Putra sambil menurunkan tangan Qiara dari keningnya.
__ADS_1
"Wah Mas Putra mulai neh bercandanya gak lucu ya" kata Qiara sambil memalingkan muka.
Putra lalu menarik tangan Qiara dan mengajaknya ke tampat yang agak sepi agar mereka bisa berbicara dengan leluasa. Putra mengajak Qiara ke taman yang ada disebelah tempat resepsi dilangsungkan. Mereka duduk di ayunan. Putra memegang kedua tangan sambil menatap mata Qiara.
"Aku sadar kalo selama ini aku udah sangat membuat kamu binggung dengan semua sikap aku sama kamu. Aku bukannya gak suka atau gak serius sama kamu tapi aku merasa kalo aku belum pantas buat kamu tapi saat aku liat kamu berjalan mendampingi Kara tadi buat aku sadar kalo aku gak bisa kehilangan kamu karna belum ada kepastian hubungan kita sampai saat ini"
"Mas" Qiara memotong perkataan Putra.
"Aku mau kita selangkah lebih serius lagi Qi" aku Putra.
"Tujuanku sudah tercapai Qiara dan aku ingin berakhir disini, aku dan kamu, aku akan berusaha untuk membuatku lebih pantas dihadapan kamu dan keluarga kamu".
"Maksud Mas sekarang kita?"
"Satu langkah lebih dari berteman dengan tujuan" jawab Putra.
__ADS_1
Tak terasa air mata Qiara pun jatuh membasahi pipinya. Bukan tangis kesedihan tapi bahagia yang sudah dinanti selama ini.
"Kamu kenapa nangis?" Putra tampak bingung sambil mengusap air mata dipipi Qiara.
"Aku gak papa kok Mas" jawab Qiara sambil tersenyum.
"Maafin aku ya kalo udah buat kamu menunggu selama ini".
"Udah mas gak papa kok" jawab Qiara "Yuk mas nanti dicariin kak Ando".
"Udah biarin aja lagian aku juga mau istirahat sebentar disana rame banget berisik" jawab Putra.
Qiara hanya bisa terdiam sambil menatap tangannya yang sampai saat ini masih digenggam Putra. Qiara merasa seperti mimpi bisa duduk dan bergandengan tangan dengan Putra. 2 tahun yang tak sia-sia. 2 tahun yang berbuah indah. Qiara hanya yakin bahwa kesabaran itu pasti akan berbuah manis.
"Yuk kita balik kesana Qi" Putra berdiri dari ayunan dan masih menggandeng tangan Qiara.
__ADS_1
Qiara beranjak dari tempatnya tanpa berkata apa-apa. Mereka berjalan bergandengan tangan kembali ke acara resepsi penikahan Ando. Dengan penuh senyuman dan sesekali Putra mengajak Qiara bercanda. Bukan hanya Ando dan Kara yang sah sebagai suami istri tapi ada Putra dan Qiara yang juga sah untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi.