
Hari pernikahan sudah didepan mata. Hari ini hari terakhir Qiara menjadi seorang anak. Besok Qiara sudah berstatus sebagai istri Putra.
Sebelum acara pernikahan esok hari, keluarga Qiara mengadakan pengajian sebagai ungkapan syukur dan mengharapkan kelancaran acara pernikahan Qiara dan Putra esok hari.
Hari ini Qiara tampil cantik mengenakan baju panjang dan mengenakan hijab. Begitu juga dengan semua keluarga yang juga mengenakan baju muslim.
Doa pun dipanjatkan untuk kelancaran pernikahan Qiara. Semua yang hadir tampak khusyuk membaca ayat-ayat suci al-qur'an. Qiara tampak sedikit terharu dengan bacaan yang ia bacakan. Tampak mata Qiara mulai berkaca-kaca sambil membaca ayat suci.
Setelah ayat suci dibacakan, tiba saatnya Qiara untuk meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk menikah dengan kekasih hati pilihannya.
__ADS_1
Saat-saat ini menjadi saat yang sangat mengharukan bagi Qiara. Tangis pun pecah saat Qiara bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya.
"Papa Mama hari ini Qiara memohon maaf sebesar-besarnya. Qiara belum bisa membahagiakan Papa dan Mama. Sebagai anak Qiara juga sangat banyak kekurangan. Qiara belum bisa menjadi anak yang baik buat Papa dan mama. Hari ini hari terakhir Qiara menjadi anak Papa dan Mama seutuhnya. Qiara memohon izin untuk menikah dengan laki-laki pilihan Qiara yang insyaallah bisa menjadi imam yang baik buat Qiara dan menggantikan tugas Papa untuk membimbing Qiara menjadi istri dan anak yang sholehah. Papa Mama bolehkah Qiara menikah dengan lelaki pilihan Qiara?".
Kedua orang tua Qiara pun tak bisa menahan haru saat sang anak meminta maaf dan memohon ijin untuk menikah dengan kekasih hatinya.
"Terimakasih Pa" jawab Qiara sambil terisak.
"Maafin Qiara ya Ma belum bisa membahagiakan Mama" kata Qiara sambil memeluk Mamanya.
__ADS_1
"Qiara sudah jadi anak Mama saja sudah suatu kebahagiaan yang luar biasa yang sudah Allah kasih buat Mama. Sekarang Qiara sudah bertemu dengan jodoh yang Allah kirimkan buatmu nak. Berbahagialah sayang dan Mama akan selalu ada dan selalu mendoakan kebahagiaanmu" kata Mama sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi Qiara.
"Terimakasih Ma" kata Qiara sambil terisak.
Semua undangan yang hadir dalam acara pengajian juga tampak terharu menyaksikan moment ini. Qiara masih saja terisak sampai acara pengajian selesai.
Setelah acara pengajian selesai, semua tamu undangan menyantap hidangan yang sudah disiapkan. Mata Qiara masih tampak sembab dan dia duduk disamping sang Mama seolah ingin menikmati hari terakhirnya sebagai seorang anak sepenuhnya.
Setelah dia menikah tak akan ada saat seperti sekarang lagi. Dia akan menjadi seorang istri yang akan melayani suaminya dengan sepenuh hati. Walaupun Qiara yakin Putra tak akan melarangnya untuk bertemu dan menghabiskan waktu dengan keluarganya. Tapi Mama sudah berpesan bahwa setelah menikah Qiara harus mengutamakan suaminya terlebih dahulu karena itu sudah menjadi kewajiban seorang istri. Dan sebagai istri yang baik harus selalu patuh dengan apa yang sudah suami katakan.
__ADS_1