
Putra sungguh membuat Qiara melayang hari ini. Putra yang dingin sudah berubah menjadi Putra yang penuh cinta yang selalu ingin menunjukkan rasa cintanya kepada Qiara.
Qiara yang berada dalam pelukan Putra seolah sudah tak perduli dengan pandangan orang lagi. Yah hanya mereka berdua saja yang tahu apa yang saat ini mereka rasakan. Tak terasa saking senangnya air mata Qiara menetes dan dia segera melepaskan pelukan Putra dan segera menghapus air matanya.
"Makasih ya udah mau nunggu aku selama ini" bisik Putra di telinga Qiara.
"Sama-sama" jawab Qiara singkat.
"Cari makan yuk udah jam makan siang" ajak Putra "Aku gak mau ya tar kamu sakit gara-gara telat makan".
"Tanggung mas kan mau liat atraksi harimau udah bentar lagi neh habis itu baru kita makan" kata Qiara sambil sedikit merengek.
"Ok habis nonton harimau kita makan ya gak boleh nawar lagi" kata Putra tegas.
__ADS_1
Putra bekerja sebagai mekanik di salah satu perusahaan yang cukup terkenal, makanya hari liburnya juga gak selalu sabtu dan minggu. Kadang kalau ada masalah kapan pun itu dia juga harus datang untuk memeriksa kerusakan di tempat kerjanya. Sampai saat ini Qiara selalu menyelipkan nama Putra dalam setiap doanya. Berharap Putra yang selama ini dia nanti bisa menjadi cinta terakhirnya.
Mereka berdua cukup bersenang-senang hari ini dan menghabiskan waktu bersama. Qiara tak mau melewatkan satu pertunjukan pun dan terakhir yang mereka tonton adalah atraksi lumba-lumba. Pada atraksi ini Qiara mendapatkan kesempatan untuk bisa memegang dan berinteraksi langsung dengan lumba-lumba. Qiara sangat senang sekali. Melihat Qiara tersenyum bahagia membuat Putra bertambah gemas. Setelah pertunjukan lumba-lumba berakhir mereka memutuskan untuk pulang karna sudah sore juga takut kemalaman sampai rumah.
"Hari ini aku happy banget" Qiara sambil tersenyum "Makasih ya udah ajak aku jalan-jalan".
"Sama-sama sayangku" jawab Putra sambil mencubit pipi Qiara gemas.
"Kalau gak ada trouble ya kayak biasa sampai jam 4" jawab Putra "Emang kenapa?".
"Mau ngajak makan malam dirumah mau gak kan biar kakak gak beli makan diluar" jawab Qiara "makanan rumah itu lebih sehat lho".
"Kamu mau sampai sih panggil pacar kamu Mas?" tanya Putra mulai protes karna Qiara yang belum mengubah panggilannya setelah mereka jadian.
__ADS_1
"Aku belum biasa panggil sayang" jawab Qiara malu-malu.
"Pokoknya kamu harus mulai biasain ya panggil aku sayang" kata Putra sedikit tegas.
"Ya sayang" jawab Qiara.
"Nah itu bisa panggil sayang" Putra yang kegirangan dipanggil sayang oleh Qiara "Coba sekali lagi panggilnya sayang".
"Udah deh fokus nyetir aja sana tar malah nabrak lagi" Qiara menolak untuk mengulang kata-katanya lagi.
Sepanjang perjalanan Putra terus menggoda Qiara untuk memanggilnya sayang tapi Qiara tetap menolak sampai akhirnya Putra capek. Baru diam beberapa menit Qiara sudah tertidur. Putra yang melihat Qiara tertidur pun tersenyum dan mengusap kepala Qiara dengan lembut.
"Maafin aku ya sayang entah sudah berapa banyak kamu menangis karna sikap acuhku tapi sungguh aku tak bermaksud untuk menyakitimu. Aku cuma ingin menyiapkan masa depan yang pantas untuk kita nanti dan sekarang pelan-pelan semua telah aku siapkan. Tunggu aku sebentar lagi ya sayang" Putra pun meraih tangan Qiara dan menciumnya dengan lembut sementara Qiara tetap terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1