
"Aku udah selesai kuliahnya sekarang dimana?" Qiara mengirim pesan lewat ponselnya.
"Aku udah didepan sayang" jawab Putra.
Setelah membaca pesan dari Putra, Qiara langsung keluar dari dalam kelas dan segera menemui Putra. Qiara menyusuri koridor kampus sendirian tanpa ditemani kedua sahabatnya karna mereka berdua masih asik ngobrol dengan teman yang lain.
Setelah melihat Putra yang duduk diatas motornya sambil memakan cilok membuat Qiara tersenyum.
"Kirain gak suka makanan kayak gini kan gak sehat" kata Qiara sambil meraih cilok yang Putra makan dan ikut memakannya juga.
"Enak kok ciloknya" jawab Putra "Ya daripada bengong nungguin kamu kan mending makan cilok atau kamu lebih suka aku jalan-jalan didalam kampus sambil liatin cewek-cewek".
"Udah yuk jalan katanya mau pergi" jawab Qiara sambil manyun.
"Kamu bantuin aku beresin rumah aja ya sayang kan aku besok udah pindah dari kost".
"Ok deh".
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Qiara dengan mesra memeluk Putra dan dia masih belum percaya ini bisa jadi nyata. Lelaki dingin yang selalu memberikan batasan saat berboncengan kini sudah tak ada batasan lagi. Lelaki yang tak pernah membuatnya nyaman setiap kali mengeluh sekarang sudah menjadi sandaran yang paling nyaman.
Cinta memang butuh waktu dan kesabaran. Orang yang selalu sabar dalam penantiannya pasti akan mendapatkan yang terbaik. Setiap orang sudah memiliki jalannya masing-masing dan mungkin jalan ini yang terbaik buat Qiara. Jalan panjang yang harus ia tempuh sebelum mendapatkan cintanya.
Sesampainya dirumah Putra atau bisa dibilang rumah mereka kelak. Tampak sebuah truk besar membawa barang sudah berada disana. Sebagian barang sudah diturunkan dan dimasukkan kedalam rumah.
Qiara sedikit bingung karna sudah ada orang yang memindahkan semua barangnya terus apa yang harus ia lakukan. Mungkin Putra cuma ingin Qiara melihat kalau rumah sudah bisa ditinggali dengan semua perabotan yang sudah lengkap.
Putra juga mengarahkan orang-orang untuk meletakkan perabotan. Sementara Qiara cuma duduk sambil memandangi Putra yang mengarahkan orang-orang menata perabotannya. Sambil menopang kepalanya Qiara tampak tersenyum menatap Putra.
"Sayang bisa gak aku minta tolong beliin makanan sama minuman buat orang-orang yang mindahin barang" Putra menghampiri Qiara sambil mengelus kepala Qiara.
"Iya yang didepan aja yang deket".
"Ok".
Qiara berlalu dan pergi meninggalkan rumah menuju warung depan cluster.
__ADS_1
"Bu minta nasi bungkusnya 5 sama teh botolnya 5 juga ya" kata Qiara kepada ibu penjual makanan.
"Sebentar ya mbk".
Selesai membeli makanan Qiara kembali ke rumah Putra dan ternyata semua barang sudah tertata rapi. Rumah yang kemarin hanya ada kursi ruang tamu sekarang sudah lengkap dan penuh dengan perabotan.
"Pak ini dimakan dulu makanannya" Qiara menyerahkan makanan yang ia beli kepada salah satu orang yang membantu pindahan.
"Oh iya makasih mbak".
Qiara masuk kedalam mencari Putra. Qiara melihat Putra yang tampak capek duduk disofa ruang keluarga.
"Duh kasihan sayang aku capek ya" kata Qiara sambil mengelus lembut kepala Putra.
"Nggak kok cuma keringetan aja sedikit" jawab Putra sambil memegang tangan Qiara.
Mereka duduk disofa berdampingan. Tampak Putra mulai sedikit manja dengan bersandar dibahu Qiara sambil memegang tangan kecil Qiara. Qiara hanya tersenyum melihat kelakuan kekasihnya yang makin hari makin manja. Putra terus bersandar sampai salah satu bapak yang membantu pindahan masuk dan pamit pulang karna pekerjaan mereka telah selesai.
__ADS_1
"Mas saya pamit dulu ya sudah selesai semua kerjaannya".
"Oh iya pak makasih ya" jawab Putra beranjak dari tempat duduknya dan pergi kedepan untuk berterimakasih kepada yang lainnya.