Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
31. Pantai Kenangan


__ADS_3

"Hari ini mau kemana sayang kan kamu masih libur sampai minggu depan?" tanya Putra sambil memeluk Qiara yang sedang menata baju di lemari pakaian.


"Emang mau kemana?" tanya Qiara balik.


"Kan aku tanya sama kamu kok balik tanyak sama aku?" kata Putra yang masih dengan aktivitasnya memeluk Qiara dari belakang.


"Aku sebenarnya capek pengen istirahat aja dirumah" jawab Qiara sambil berbalik badan menghadap Putra.


Tanpa ijin dan aba-aba Putra langsung mencium mesra bibir Qiara.


"Kalau dirumah aja aku mau makan kamu aja deh sayang" kata Putra sambil mencium kembali istrinya.


"Kita jalan-jalan aja deh kalau gitu aku ganti baju dulu ya" Qiara meraih baju seadanya dan langsung berlari ke kamar mandi.


Putra tertawa melihat tingkah istrinya padahal perkataannya tadi juga gak serius tapi Qiara sudah ketakutan.


"Apaan sih mas putra nyebelin banget deh masa dia gak ada capeknya? gak bisa apa biarin aku istirahat sebentar? " gerutu Qiara sambil berganti baju.


Selesai ganti baju Qiara sedikit berdandan dan setelah siap Qiara keluar dari kamar dan menghampiri Putra yang sudah menunggunya di ruang keluarga.

__ADS_1


"Istriku cantik banget" goda Putra sambil menarik Qiara untuk duduk disampingnya dan Putra langsung tidur dipangkuan Qiara.


"Katanya mau ngajak jalan kok jadi tiduran sih" protes Qiara sambil mencubit hidung suaminya.


"Onilah enaknya pengantin baru tinggal dirumah sendiri sayang mau mesra-mesraan kapan aja gak ada yang ganggu" kata Putra yang makin membenamkan wajahnya ke perut Qiara.


"Eits gak boleh nakal ya" kata Qiara sambil menarik kepala Putra bangun dari pangkuannya.


"Kan kita sudah halal sayang".


"Iya tapi kan aku juga butuh istirahat emang mau bikin aku gak bisa jalan?".


"Idah ah jadi pergi gak neh?" tanya Qiara sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Iya jadi dong sayang" kata Putra yang juga bangkit dari tempat ia duduk dan langsung menggandeng tangan Qiara.


Entah kemana Putra akan mengajak istrinya jalan-jalan. Qiara sudah tak takut lagi kemana Putra mengajaknya pergi. Putra menyetir sambil memegang tangan Qiara dan Qiara juga bersandar dibahu suaminya.


Rasanya mereka seperti tak mau berpisah sedetik pun. Qiara hanya memandang keluar jendela mobil melihat pemandangan yang bisa dia tebak kemana Putra akan mengajaknya pergi.

__ADS_1


Setelah lama berkendara akhirnya mereka sampai juga. Yup Putra mengajaknya ke pantai. Pantai yang pernah mereka kunjungi bersama teman-temannya dan saat itulah mulai tumbuh benih-benih cinta dihati mereka.


Qiara segera turun dari mobil dan berlari kearah pantai. Putra tersenyum dan berjalan menghampiri Qiara yang terdiam memandangi pantai.


"Kenapa sayang?" tanya Putra sambil memeluk Qiara dari belakang.


"Onget nggak ada apa dengan pantai ini?" tanya Qiara sambil memegang tangan Putra.


"Pasti dong sayang karna disini lah aku pertama bertemu denganmu dan pantai ini yang membuatku jatuh hati kepadamu".


"Ah masa sih gak percaya" goda Qiara.


"Beneran kok aku gak bohong cuma aku masih belum bisa ngomong aja ke kamu".


"Seneng deh bisa kembali kesini lagi dan kita kembali dengan status baru".


"Makanya aku ajak kamu kesini karna pantai ini punya kenangan buat kita karna disini cinta itu bermula".


Mereka berdua berjalan menyusuri pantai yang indah dengan sesekali Qiara berlarian dan menggoda Putra. Menikmati keindahan pantai yang dulu mempertemukan mereka untuk pertama kalinya. Pantai yang saat itu menjadi tempat perusahaan tempat Putra bekerja mengadakan gathering dan Qiara sebagai mahasiswa magang disana.

__ADS_1


__ADS_2