
Saat adzan subuh berkumandang, Qiara mulai terbangun dari tidurnya. Ia terbangun dalam pelukan Putra yang sekarang sudah menjadi suaminya. Tangan Putra masih melingkar di perut istrinya. Semalam menjadi malam terindah bagi keduanya. Qiara sudah menyerahkan kesuciannyan kepada sang suami. Putra pun sangat memuji istrinya tak hentinya dia berkata i love you saat mereka berhubungan suami istri semalam.
Qiara berbalik badan dan menatap wajah suaminya yang masih tertidur. Qiara mematap dengan penuh rasa cinta.
"Terimakasih Tuhan kau telah mendengar semua doa-doaku" kata Qiara dalam hati.
Tak lama Putra pun membuka matanya dan melihat istrinya menatapnya dengan penuh cinta.
"Pagi sayangku" kata Putra sambil mengecup bibir Qiara.
"Pagi sayang" jawab Qiara malu-malu.
"Makasih ya sayang" kata Putra sambil memeluk Qiara dan membenamkan kepala Qiara ke dadanya.
__ADS_1
"He.em".
"Kalau aku mau lagi boleh gak?" goda Putra.
"Ih apaan sih sayang udah ah aku mau mandi dulu udah subuh tuh" jawab Qiara sambil melapaskan pelukan Putra.
"Bercanda kok sayang gak usah ngambek gitu jelek tau" kata Putra sambil menarik Qiara kembali kedalam pelukkannya.
"Udah adzan subuh sayang kan biasanya sayang ke mushola deket rumah" kata Qiara mengingatkan suaminya.
"Ya udah dong gantian mandi trus kita jamaah dirumah" kata Qiara.
"Sebentar sayang 5 menit aja kan masih pengen pelukin kamu".
__ADS_1
"Sayang kan bisa peluk aku kapan aja udah deh kalau gitu aku mandi duluan" Qiara melepaskan pelukan Putra dan turun dari tempat tidur "Aduh" Qiara merasakan perih diarea kewanitaannya mungkin karna malam pertamanya semalam.
"sakit banget ya sayang?" tanya Putra khawatir.
"Nggak kok sayang cuma sedikit aja sakitnya" jawab Qiara sambil tersenyum dan mengusap pipi suaminya.
"Maafkan aku ya sayang mungkin aku terlalu bersemangat sampai nyakitin kamu" kata Putra sambil duduk berjongkok didepan Qiara.
"Aku nggak papa sayang kata orang emang kalau pertama kali itu sakit" jawab Qiara sambil tersenyum.
Tanpa aba-aba lagi Putra langsung menggendong Qiara ke kamar mandi dan mendudukan Qiara diatas bathtub. Qiara hanya tercengang dan memandang wajah Putra dalam-dalam. Putra tak bisa menahan hasratnya lagi. Ia mencium Qiara dengan penuh cinta. Ciuman yang awalnya pelan lama-lama menjadi sangat dalam. Tangan Putra pun mulai meraba masuk kedalam baju Qiara. Qiara tak bisa menolak lagi. Dia sangat menikmati sentuhan Putra dan membuatnya ikut bergairah kembali. Putra melakukannya lagi. Putra tak perduli dengan rasa sakit yang masih dirasakan Qiara. Kali ini Putra melakukannya lebih lembut dari semalam. Putra takut bertambah menyakiti Qiara. Mereka melakukannya lagi dan selesai aktivitas suami istri mereka lagsung mandi bersama.
Putra membantu istrinya menggosok setiap inci dari tubuhnya. Sementara Qiara hanya tersenyum manis mendapat perlakuan spesial dari sang suami.
__ADS_1
Setelah mandi selesai mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah. Untuk pertama kalinya Qiara menjadi makmum dan Putra menjadi imam sholatnya. Mulai sekarang dan seterusnya Putra lah yang akan menjadi imam sholatnya.
Kebahagiaan yang mereka rasakan semakin lengkap. Awal perkenalan yang tak sengaja dan berakhir dengan 2 tahun berteman dengan tujuan yang dengan sabar Qiara nantikan dan sekarang mereka sudah sah sebagai suami istri.