
"Udah dong ngambeknya sayang" Kata Putra sambil memegang tangan Qiara "Aku minta maaf ya".
Sambil manyun Qiara menarik tangannya dan segera keluar dari mobil.
"Eh tungguin dong" Putra menyusulnya keluar dari mobil sambil sedikit berlari.
Qiara langsung menuju lantai dua restoran siap saji tersebut. Memilih duduk disamping jendela yang membuatnya bisa melihat pemandangan kota. Qiara memetakkan pipi pada tumpuan tangannya. Sambil memandang keluar jendela dan sesekali mengambil nafas panjang.
Tak lama Putra datang dengan membawa dua porsi ayam goreng lengkap dengan nasi dan minuman.
"Udah lega belum?" tanya Putra sambil menaroh makanan yang dia bawa.
"Emang lega kenapa?" tanya Qiara balik.
"Udah makan dulu biar gak keroncongan lagi perutnya".
"Emang benaran kedengeran ya mas?" tanya Qiara malu-malu.
"Kamu kan punya asam lambung kalo telat makan bisa kambuh lagi" jawab Putra sambil memegang tangan kekasihnya itu.
"Iya makasih ya mas".
__ADS_1
Sambil makan mereka berdua ngobrol dan sesekali tampak Putra memandang Qiara diam-diam. Sungguh dia merasa beruntung bisa bersama dengan Qiara. Gadis periang yang sudah mengajarinya cinta. Gadis yang sudah membuat dia bangkit dari patah hatinya. Awalnya dia cuma iseng berkenalan dengan Qiara. Andra lah yang memperkenalkan Qiara kepadanya karna Andra yang lebih dulu berteman dengan Qiara. Sebelum bertemu Qiara, Putra sempat berpacaran dengan seseorang dan entah kenapa hubungan berakhir begitu saja. Karna sikap tertutupnya membuat Putra menjadi sosok yang sangat pendiam. Namun sekarang Qiara sudah merubahnya menjadi sosok yang penuh cinta lagi.
"Besok aku jemput jam 10 ya".
"Emang mau kemana?".
"Pengen ajak kamu jalan-jalan aja biar fresh lagi".
"Ok deh".
"Kamu mau kemana?".
"Belum tahu sih mas tapi kayaknya pengen jalan yang bisa liat pemandangan gitu biar seger otaknya kak" jawab Qiara sambil tersenyum.
Qiara tertawa mendengar perkataan Putra yang membuatnya menjadi seorang yang sangat istimewa.
"Yuk kita sholat magrib dulu kayaknya tadi aku liat ada masjid deket sini".
Selesai makan mereka langsung menuju ke masjid yang bersebrangan dengan alun-alun kota. Mereka beribadah sendiri-sendiri. Selesai sholat entah kenapa Qiara pengen jalan-jalan sebentar di alun-alun.
"Mau nggak temenin jalan-jalan ke alun-alun bentar?" pinta Qiara.
__ADS_1
"Emang kamu gak capek kan besok juga jalan-jalan".
"Sebentar aja kak pengen liar air mancur".
"Ya udah deh kita nyebarang kesana".
Dengan sigap Putra langsung menggandeng Qiara untuk menyebang jalan. Sepanjang jalan mereka masih berpegangan tangan. Tampak Qiara seperti terisi kembali baterai yang habis setelah kuliahnya hari ini. Mereka berjalan-jalan sebentar melihat air mancur ditengah alun-alun kota. Setelah puas melihat air mancur, mereka melanjutkan perjalan ke rumah Qiara. Qiara tampak kelelahan dan dia tertidur sepanjang perjalan pulang.
"Tadi kayak udah full baterai ternyata kena ac mobil pules juga kamu sayang" Putra yang sambil menyetir tersenyum melihat kekasihnya tertidur disampingnya.
Sesampainya di depan rumah Qiara, Putra membangunkan Qiara pelan-pelan sambil memegang tangannya.
"Sayang bangun udah sampai".
"Ehm" Qiara mengeliat sambil mengucek kedua matanya.
"Aku gak mampir ya udah malem. Besok pagi aja aku mampir jemput kamu".
"He.em makasih ya udah jemput aku".
"Cuman makasih doang?" goda Putra.
__ADS_1
"Cup" ciuman hangat Qiara mendarat dipipi Putra dan membuat Putra kaget sampai tak bisa berkata apa-apa, sementara Qiara yang malu-malu langsung keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam rumahnya.