
"Akhirnya selesai juga masakan kita nak. sekarang kamu bangunin suami kamu biar bunda yang beresin sisanya ya" kata Bunda.
"Sebentar bun Qiara bantu siapin sarapan di meja makan dulu" kata Qiara sambil memegang masakan dan menatanya di meja makan.
"Sudah cepet bangunin suami kamu biar bunda yang lanjutin" kata Bunda sambil mendorong Qiara untuk membangunkan Putra.
Karna Bunda memaksa Qiara akhirnya pergi meninggalkan Bunda menata meja makan sendiri. Qiara berjalan ke kamar Putra sambil. membawa segelas air putih. Setelah masuk kamar Qiara tak melihat Putra di tempat tidur tapi dia mendengar suara air dari kamar mandi.
"Oh sudah bangun dia" kata Qiara sambil meletakkan segelas air putih dimeja samping tempat tidur.
Sambil menunggu Putra selesai mandi Qiara membuka jendela kamar dan menghirup udara pagi yang masih segar. Kamar Putra mempunyai jendela yang cukup besar dan Qiara berdiri disana sambil memejamkan mata menikmati udara pagi yang sangat menyegarkan.
"Seger ya sayang" Putra yang tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang.
"Iya udara disini enak banget coba kita bisa punya rumah dengan halaman yang luas kayak rumah disini pasti enak tiap hari bisa buka jendela dan menghirup udara pagi" kata Qiara sambil memegang tangan Putra yang melingkan diperutnya.
"Iya semoga aja kita dikasih rejeki sama Allah dan bisa beli rumah yang lebih besar dan punya halaman yang besar juga ya sayang".
"Udah yuk keluar sarapan dulu makanannya udah siap tadi Bunda masakin makanan kesukaan kamu" Qiara melepas pelukan Putra dan berjalan mengambil segelas air yang ia bawa tadi.
__ADS_1
"Beneran sayang?" tanya Putra.
"Iya sayang kan aku masak sama bunda tapi sekarang minum dulu airnya" kata Qiara sambil menyodorkan segalas air kepada Putra.
"Makasih istriku sayang" kata Putra sambil mengambil segelas air dan meminumnya.
Setelah melihat Putra menghabiskan air minumnya Qiara membuka pintu kamar tapi Putra malah menarik tangannya dan menutup pintu kembali. Qiara yang kaget hanya berdiri didepan pintu dengan posisi berhadapan dengan Putra yang meletakkan kedua tangannya di pintu.
"Eh kamu lupa vitamin buat aku mana?" tanya Putra sambil menatap mata Qiara.
"Vitamin apaan kan nggak pernah minum vitamin" kata Qiara sedikit gemetar.
"Maaf aku gak tahu. Emang dimana vitaminnya?".
Putra langsung mencium bibir istrinya dengan lembut.
"vitamin cium sayang" kata Putra sambil tertawa.
"Ih apaan sih kan aku takut kirain aku lupa kalau kamu juga minum vitamin" kata Qiara kesal sambil memukul dada Putra dan menghempaskan badannya di sofa.
__ADS_1
"Ya udah ayo sekarang kita sarapan".
"Nggak mau".
"Oh mau aku gendong ke meja makan" goda Putra.
"Aku bisa jalan sendiri" kata Qiara dan keluar dari kamarnya.
Putra berjalan dibelakangnya sambil tersenyum melihat Qiara ngambek. Qiara yang masih kesal duduk dimeja makan dengan wajah memerah menahan kesal dan malu.
"Mbak Qiara kenapa kok kelihatannya kesel gitu?" tanya Trio.
"Nggak papa kok cuma sebel aja sama kakak kamu" jawab Qiara.
"Eh kamu apain menantu bunda?" tanya Bunda kepada Putra.
"Aku cuma minta vitamin aja kok bun" jawab Putra sambil mengelus pipi Qiara.
"Kamu itu ya jangan bikin Qiara sebel dong kan kasihan Qiara udah bangun pagi buat bantuin Bunda siapin sarapan buat kamu. Qiara juga belajar banyak lho buat bisa masakin makanan kesukaan kamu" kata Bunda sambil mengambilkan nasi untuk Ayah.
__ADS_1