Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
25. Persiapan Pernikahan Part 2


__ADS_3

"Kalau mau pake gaun mending yang warna agak cerah aja nak kan nanti Putra bisa ngikutin" usul Mama.


"Iya mbak kalau menurut saya mending gaunnya peach atau lavender gitu kalau cowoknya kan menyesuaikan mbak dan paling juga kalau cowok biasanya pake jas hitam, coksu ato biru dongker" tambah orang butik.


"Tapi terserah kamu aja sayang kan ini acara spesialnya kamu" kata Mama sambil mengelus punggung Qiara.


"Qiara boleh gak telpon Putra dulu ma?" tanya Qiara yang binggung harus pilih warna apa untuk baju resepsinya nanti.


"Iya boleh dong sapa tahu Putra bisa kasih saran" jawab Mama sambil tersenyum.


Qiara langsung menggambil ponsel di dalam tasnya dan menelpon Putra.


"Assalamualaikum".


"Waalaikusalam".


"Sayang sibuk gak?"


"Enggak kok lagi santai aja. kenapa?".


"Aku binggung neh milih bajunya bantuin dong milih warna dan konsepnya".


"Bukannya kemarin kamu bilang pengen pake gaun gitu biar kayak putri beneran".


"Iya tapi binggung mau pake yang model apa dan warna apa".


"Coba deh sekarang kamu ganti ke video call kalau gak liat gimana mau kasih saran sayang".

__ADS_1


"Ya udah bentar aku ganti ke panggilan video"


Qiara menggalihkan panggilannya dari panggilan suara ke panggilan video.


"Kni tu pilihan bajunya yang udah Mama pilihin buat aku" kata Qiara sambil mengarahkan ponselnya ke semua gaun yang tampak cantik di manekin.


"Kalau aku sih suka yang peach deh sayang kelihatan pas sama warna kulit kamu cuma kok kayaknya terlalu terbuka deh model bajunya".


"Iya kan emang modelnya lebih terbuka dibahu dan punggungnya".


"Coba deh cari model baju yang gak terlalu terbuka sayang kan aku gak mau istriku pake baju yang terlalu terbuka gitu".


"Kalau aku suka yang ini lho sayang cuma kok kata Mama terlalu gelap".


"Iya emang sih terlalu gelap sayang aku setuju kok sama Mama".


"Nggak papa dong sayang aku suka kok yang itu tar kan aku bisa pake jasnya yang biru dongker atau hitam".


"Jadi pake yang ini aja sayang?".


"Iya deh itu aja gak terbuka tapi modelnya juga bagus kok".


"Ok deh kalau gitu makasih ya udah bantuin"


"ya udah aku kerja lagi ya soalnya Trio udah manggil aku".


"Assalamualaikum".

__ADS_1


"Waalaikumsalam".


Qiara akhirnya menemukan gaun yang cocok dan sesuai juga dengan selera Putra. Sebenarnya Putra sangat rewel soal pakaian apalagi kalau Qiara memakai baju yang terlalu terbuka.


Setelah memutuskan model baju yang cocok orang butik langsung mengukur badan Qiara untuk pembuatan baju. Walapun Qiara membeli baju yang sudah ada tapi ukurannya belum pas dibadan Qiara jadi ada sedikit perombakan di gaunnya.


"Kalian sudah milih model bajunya belum?" tanya Qiara sambil mengampiri kedua sahabat dan adiknya.


"Mbak qiara jadi pake warna apa?" tanya Shafa sambil memegang beberapa gaun.


"Warna putih" jawab Qiara.


"Berarti konsepnya putih mulai dari akad sampai resepsi?" tanya Vivi.


"Iya soalnya Putra pengennya gitu" jawab Mama Qiara.


"Kalau gitu kita pake warna yang soft aja biar gak terlalu nyala kan pengantinnya pake putih" usul Rini.


"Gimana kalau kita pake coksu atau abu?" usul Dinda.


"Kalau ini gimana?" tanya Qiara sambil menunjukkan sebuah gaun berwarna pastel.


"Iya mbak itu bagus" kata Dinda semangat.


"Ya udah kalau warna udah ketemu kan tinggal cari modelnya" kata Mama.


Setelah itu orang butik menunjukkan beberapa model gaun dengan warna yang sama karna mereka berempat pingin baju dengan model yang berbeda-beda.

__ADS_1


Hari ini Qiara sangat senang bisa menyiapkan gaun pernikahannya bersama Mama, kedua adiknya dan kedua sahabatnya. Mereka mencoba beberapa gaun dengan tertawa. Bahagia Qiara adalah bahagia mereka semua. Orang-orang yang selalu ada saat Qiara susah dan senang.


__ADS_2