Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
50. Almeera Putri Kurniawan (END)


__ADS_3

Hari ini Qiara cukup lega karna ada Ayah dan Bunda yang menemani. Qiara bisa bersantai karena Bunda menyuruhnya untuk istirahat. Qiara memang akhir2 ini susah tidur karna kandungannya sudah semakin besar.


Ada Ayah dan Bunda dirumah, Qiara bisa tidur siang dan Putra yang menemani Ayah Bundanya mengobrol. Qiara tidur siang walaupun tak bisa tidur dengan nyenyak.


Setelah merasa cukup lama ia tidur, Qiara keluar kamar dan menghampiri Putra dan mertuanya diruang keluarga.


"Kok sudah bangun?" tanya Putra.


"Iya neh kok tadi aku bangun tidur rasanya udah ganjel banget disini" kata Qiara sambil memegang perut bawahnya.


"Emang gitu nak soalnya kepala baby udah dibawah dan udah siap lahir" jelas Bunda.


"Aku mandi dulu ya" kata Qiara.


Qiara merasa sangat gerah mungkin karna memang semakin besar kandungannya dan semakin berat juga. Qiara langsung masuk kekamar mandi dan segera mandi. Setelah mandi Qiara ganti baju dan ia merasa seperti mengompol dan merasa aneh Qiara melihat celana dalamnya kok ada lendir dan Qiara berteriak memanggil Putra.


"Sayang cepet kesini" teriak Qiara dari kamar mandi.


Putra yang mendengar Qiara berteriak langsung berlari ke kamar disusul kedua orang tuanya.


"Kenapa sayang?" tanya Putra panik.


"Aku kok ngompol" kata Qiara dengan wajah ketakutan.


"Coba Bunda lihat" Bunda yang tanpa rasa jijik mengambil celana dalam Qiara dan melihat ada lendir di celana dalam menantunya.


"Ngompol lagi Bunda" kata Qiara yang cuma mengenakan daster dan terlihat mengompol dengan deras.

__ADS_1


"Cepet siapin mobil Put ini istrimu mau melahirkan. Ayah ambil tas yang tadi udah Qiara siapin" perintah Bunda.


Qiara menangis ketakutan karna ini adalah pengalaman pertamanya melahirkan. Bunda menuntun Qiara untuk berganti baju dan segera berangkat kerumah sakit. Sebelum berangkat ke rumah sakit, Putra menelpon keluarga Qiara untuk segera menyusulnya mereka ke rumah sakit.


Qiara mulai merasakan mulas dan sakit di perutnya. Gelombang cinta yang merupakan kode dari si jabang bayi bahwa ia akan segera keluar dari rahim sang Ibu.


Bunda mengelus perut Qiara sambil membacakan doa. Putra menyetir dengan cepat ke rumah sakit dan langsung memarkir mobilnya didepan UGD. Qiara turun dari mobil langsung dipapah oleh suster dan langsung dibawa ke ruang bersalin.


Putra selalu menemani Qiara dan memegang tangan istrinya. Qiara hanya bisa menahan sakit dan sesekali menarik napas panjang. Suster yang memeriksa belum melihat pembukaan sempurna dan Qiara masih harus menunggu sampai pembukaan sempurna untuk bisa melahirkan bayinya.


Qiara meremas tangan Putra saat rasa sakit yang teramat sakit datang. Putra hanya bisa mengusap kening Qiara yang mulai berkeringat. Sebenarnya sudah mulai pagi tadi Qiara merasakan mulas tapi ia tak menghiraukannya karna cuma datang sesekali.


Diluar ruang bersalin semua keluarga sudah berkumpul untuk menyambut kelahiran anggota baru keluarga.


"Sabar sayang kamu pasti kuat" kata Putra sambil mengusap kening Qiara.


"Nak jangan buat ibu sakit terlalu lama ya sekarang semua orang sudah menunggu kamu lahir nak" kata Putra sambil mengelus perut Qiara.


Dokter datang dan memeriksa Qiara ternyata pembukaan sudah lengkap. Qiara yang sudah menahan dari tadi mulai mengikuti arahan dari dokter untuk melahirkan sang bayi.


"Ayo ibu dorong lagi kepalanya sudah kelihatan bu sekali lagi dorong yang kuat ya bu" arahan dari Dokter.


"Aaahhhkkkkk" Qiara mendorong sekuat tenaga sambil meremas tangan Putra.


Oek oek oek...tangis sang bayi terdengar dan Qiara berhasil melahirkan sang bayi dengan selamat. Putra langsung mencium kening sang istri. Qiara menangis haru mendengar suara tangis bayi yang ia lahirkan.


"Terima kasih sayang kamu sangat hebat" kata Putra sambil mengecup kening Qiara.

__ADS_1


"Selamat ya bayinya perempuan" kata Suster sambil memberikan bayi mungil itu untuk skin to skin dengan Qiara.


Putra dan Qiara sangat bahagia bisa melihat bayi mungil mereka. Bayi mungil yang saat ini sudah ada dalam dekapan Qiara. Putra lagsung mengadzani sang putri sesuai dengat syariat islam.


Setelah itu Qiara dipindahkan keruang rawat dan sang bayi setelah dibersihkan diletakkan dalam box bayi. Semua keluarga berebut untuk melihat bayi mungil itu sampai kamar rawat Qiara penuh dengan semua keluarga.


"Ya allah cantik banget anak kalian" kata Mama sambil menggendong si bayi mungil.


"Udah kalian kasih nama belum?" tanya Papa.


"Udah pa" jawab Qiara.


"Siapa namanya mbak?" tanya Shafa.


"Almeera Putri Kurniawan" jawab Putra.


"Hai Meera" kata Dinda sambil mencium keponakannya.


"Selamat ya kalian sudah resmi jadi orang tua sekarang" kata Bunda sambil tersenyum.


"Selamat ya Mas akhirnya bakalan ada yang bikin rumah rame" kata Trio sambil memukul. lengan Putra.


"Awas kamu jangan suka mainin cewek inget ponakan kalian cewek sekarang" kata Putra menggoda adiknya.


Putra dan Qiara tersenyum bahagia melihat putri kecilnya. Putra tak henti-hentinya mengecup Qiara. Melihat betapa kuat sang istri berjuang untuk melahirkan buah cintanya.


Putra duduk disamping Qiara sambil memeluk Qiara dari belakang. Ia sudah tak memperdulikan orang yang ada disana.

__ADS_1


"Terima kasih sayang sudah berjuang untuk anak kita. Kamu wanita yang hebat. Terima kasih sudah memberiku malaikat kecil yang sangat cantik yang akan semakin melengkapi keluarga kecil kita" bisik Putra sambil mencium pipi Qiara "I Love You".


__ADS_2