Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
37. Kencan Setelah Menikah Part 2


__ADS_3

"Sayang tunggu beli pop corn sama cola dulu deh" kata Putra menarik tangan Qiara agar berhenti berlari.


"Keburu main filmnya sayang" Qiara melambat jalannya dan mengikuti Putra membeli popcorn dan cola.


"Masih ada waktu sayang".


"Kok cuma satu belinya?".


"Biar romantis aja" kata Putra sambil menggenggam tangan Qiara dan berjalan menuju kedalam bioskop.


Kali ini bukan film romantis yang mereka tonton tapi film tentang gunung merapi yang meletus dan menyebabkan seluruh negara hancur terkena dampak letusannya. Film korea yang salah satu pemainnya idola Qiara banget.


"Film korea ternyata ya sayang" bisik Putra.


"Iya kan aku udah bilang kalau yang main Suzy favorite aku sayang" kata Qiara sambil tetap menatap layar bioskop.


Putra hanya pasrah menonton film sampai habis. Qiara sangat menikmati filmnya. Ya demi istri tercinta Putra rela mengalah menuruti kemauan Qiara.


"Ini kan gak romantis juga sayang emang sayang gak suka ya?" tanya Qiara sambil meminum cola.


"Suka kok sayang cuma pemainnya kurang suka".


"Kan yang penting ceritanya sayang bukan pemainnya".


"Idah nonton aja lama-lama aku juga suka kok" kata Putra sambil tersenyum.

__ADS_1


Melihat Putra kurang menikmati filmnya, Qiara memegang tangan Putra dan sesekali ia menoleh sambil tersenyum. Berharap sikapnya bisa membuat Putra nyaman.


Film pun selesai dan mereka keluar dari bioskop. Putra tampak lega akhirnya selesai juga menonton film.


"Sayang bete ya gara-gara nonton film korea?".


"Nggak kok sayang" kata Putra sambil menggandeng tangan Qiara dan tangan satunya membawa belanjaan.


"Makasih ya buat hari ini sayang. Aku happy banget dari kemarin diajakin jalan terus".


"Oya sayang tapi ini gak gratis lho" goda Putra.


"Maksudnya?" tanya Qiara kaget dengan perkataan Putra.


"Ih apaan sih mulai deh genitnya" kata Qiara malu-malu dan muka mulai memerah.


Putra tertawa melihat Qiara malu-malu seperti sekarang.


"Kita pulang aja ya udah capek" ajak Putra.


"Ya udah yuk" jawab Qiara.


Mereka berjalan ke parkiran dan tanpa sengaja mereka bertemu dengan Kalyla manta pacar Putra.


"Ua ampun pengantin baru lagi ngemall" sapa Kalyla sambil cupika-cupiki dengan Qiara.

__ADS_1


"Kakak juga ngapain kesini?" tanya Qiara.


"Mau belanja aja kok Qiara".


"Kamu sendirian?" tanya Putra.


"Iya Put sendirian soalnya suamiku keluar kota" jawab Kalyla "Kamu habis nikah beda banget".


"Beda gimana?" tanya Putra.


"Ya kamu sekarang kelihatan lebih banyak senyum udah gak datar lagi muka kamu".


"Ah biasa aja deh".


"Pasti Qiara neh udah bisa merubah kamu dari cowok cool dan muka lempeng sekarang udah penuh senyum jadi gak kliatan serem lagi tu muka".


"Aku gak ngapa-ngapain kok kak" kata Qiara.


"Kamu berhasil Qiara".


"Ua udah kita pamit dulu ya Kal udah capek jalan seharian" kata Putra mengalihkan pembicaraan.


"Ok hati-hati ya".


Putra dan Qiara berjalan menuju mobil mereka. Putra langsung menjalankan mobil keluar dari area parkir mall. Qiara hanya tersenyum menatap suaminya. Qiara tahu kalau Putra berusaha menghindari Kalyla. Dia takut Qiara cemburu padahal Qiara biasa saja karna baginya itu sudah masa lalu yang sudah tutup buku. Bagi Qiara adalah masa sekarang. Dia yang sudah menjadi istri Putra dan masa depan Putra adalah dia dan anak-anaknya kelak.

__ADS_1


__ADS_2