Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
47. Bumil


__ADS_3

Setelah mendengar kabar Qiara hamil, Mama merasa sedikit khawatir karna Qiara berada di rumah sendirian. Mama khawatir karna awal kehamilan akan terasa sulit.


"Qiara kemana sih kok rumahnya di kunci terus di bel juga gak keluar juga" gerutu Mama sambil mencoba menelpon Qiara.


"Oya Ma ada apa?" jawab Qiara dengan nada lemas.


"Bukain pintunya Mama di depan rumah kamu neh" kata Mama.


Qiara langsung bangun dari tidurnya dan segera membuka pintu rumah.


"Kamu ini jam berapa udah tidur?" tanya Mama.


"Nggak tahu neh Ma bawaannya ngantuk dan badan rasanya lemas banget" jawab Qiara sambil merebahkan badannya di sofa.


"Emang bawaan awal-awal orang hamil itu gitu sayang kalau gak dilawan ya gitu terus" jelas Mama sambil mengusap kepala Qiara.


"Iya Ma nanti Qiara biasain deh biar gak malas dan lemaa terus".


"Kamu udah makan belum?".


"Udah kok Ma tadi pagi Mas Putra beli soto ayam buat sarapan".


"Ya udah makanannya Mama taro dalam kulkas aja ya tar tinggal panasin aja kalau mau makan".

__ADS_1


"Iya Ma".


"Kamu jangan terlalu capek tapi jangan malas juga tar ngaruh ke bayi dalam kandungan kamu".


"Iya Ma".


"Hari ini Mama temenin kamu sampai Putra pulang tar kenapa-kenapa dirumah sendirian".


"Makasih Mama" kata Qiara langsung memeluk Mamanya.


Kedatangan Mama sangat membantu Qiara karna Mama datang membawa makan terus Mama juga membantu Qiara berberes rumah. Qiara juga ada teman untuk ngobrol jadi dia bisa lupa dengan rasa mual dan kantuk yang datang.


Jujur karna baru pertama hamil jadi banyak yang tak Qiara tahu terlebih banyak pantangan bagi orang jawa saat hamil. Pantangan jawa ini juga berlaku buat para suami saat istrinya hamil.


"Kamu sekarang jangan sering keluar malam Qi pamali kalau keluar malam-malam".


"Ih kamu ini jorok banget sih sampai malas mandi".


"Qiara jadi takut sama air dingin Ma sama sikat gigi juga kalau paa sikat gigi mesti muntah" jawab Qiara.


"Mandi pake air hangat dong trus habis gosok gigi kumur pake air hangat juga".


"Iya deh nanti Qiara coba Ma".

__ADS_1


"Nerarti sekarang kamu belum mandi?" tanya Mama.


"Kan pas Mama dateng aku baru bangun" jawab Qiara sambil tersenyum.


"jangan-jangan kamu hamil anak cowok neh kok jorok banget".


"Ye kan masih kecil Ma belum bisa dilihat juga jenis kelaminnya" jawab Qiara.


Menghabiskan waktu bersama Mama membuat Qiara senang. Apalagi Putra juga baru ngabarin kalau tidak bisa pulang saat istirahat karna ada kerjaan mendadak.


Putra sebenarnya khawatir tapi dia merasa tenang setelah tahu ibu mertuanya ada di rumah untuk menemani Qiara.


"Udah Put nggak usah terlalu khawatir gitu Qiara pasti baik-baik aja kok" kata Pras salah satu teman Putra.


"Tapi kasihan dia muntah-muntah terus sampai lemas" kata Putra.


"Awal kehamilan memang begitu Put nanti kalau udah 4 bulan juga udah ilang mualnya dan bisa makan banyak lagi".


"Iya tadi Qiara juga bilang gitu sama aku tapi aku masih nggak tega liatnya".


"Istriku dulu malah sampai 6 bulan muntah terus tapi begitu ilang muntahnya makan terus sehari kadang bisa sampai 5x".


"Ya semoga aja Qiara kuat ya mas kasihan kalau lemes terus".

__ADS_1


"Itulah kenapa surga ada di telapak kaki seorang ibu Put".


"Iya mas sekarang aku paham artinya karna perjuangan seorang ibu sangat luar biasa untuk anaknya mulai dari janin ada di dalam rahimnya".


__ADS_2