
Hari ini pagi-pagi sekali Qiara sudah bersiap untuk menghadiri pernikahan mas Ando. Ando adalah sabahat Putra sejak bangku SMA dan Ando juga berteman baik dengan Qiara karna Ando dan Putra satu perusahaan tak heran kalau Qiara juga berteman baik dengan Ando.
Hari ini Qiara dan Putra diminta untuk menjadi pendamping pengantin. Dalam hati Qiara sangat senang bisa terlibat dalam pernikahan Ando tapi dia juga sangat grogi karna dia akan berpasangan dengan Putra.
"Qiara berangkat ya Ma" pamit Qiara sambil mencium punggung tangan sang mama.
"Kamu sama siapa?" tanya mama Qiara.
"Naik ojek online ma tuh udah didepan".
"Kok gak sama Putra?"
"Mama neh kayak gak kenal Mas Putra aja deh, mana mau dia jemput aku kalau belum jelas gini" jawab Qiara sambil menenteng tas dan segera berangkat.
Sesampainya digedung pernikahan tempat Ando melaksanakan pernikahannya masih belum terlalu ramai hanya ada kerabat dekat dari kedua mempelai yang sudah berkumpul.
__ADS_1
Qiara tampak celingukan mencari orang yang mungkin dia kenal karna Qiara tak tahu harus kemana untuk dirias terlebih dahulu.
"Kamu Qiara kan pacarnya Putra?" tanya seorang perempuan yang tak dikenal Qiara.
"Ya aku Qiara tapi aku bukan..." belum selesai berbicara tapi Qiara sudah ditarik masuk kedalam oleh perempuan tadi.
Qiara diajak ke ruangan tempat khusus rias pengantin dan keluarganya.
"Kak Kara cantik banget" kata Qiara sambil memeluk pengantin perempuan yang belum sepenuhnya selesai make-up.
"Makasih ya Qiara udah mau bantuin jadi pendamping aku nanti" jawab Kara sang pengantin yang masih dirias.
Acara hampir dimulai dan para tamu sudah mlai berdatangan memenuhi gedung pernikahan. Acara pertama dimulai dengan akad nikah. Ando memasuki ruangan terlebih dahulu dengan didampingi para sahabatnya. Ando tampak gagah mengenakan baju adat jawa begitu juga dengan para sabahatnya juga mengenakan baju adat jawa serupa tapi berbeda warna.
Tak lama pengantin wanita memasuki ruangan dan tampak Qiara bertugas untuk menggandeng sang pengantin. Qiara yang hampir tak pernah menggunakan makeup pun tampil cantik tak kalah menawan dari sang pengantin dan sampai Putra pun tak bisa berhenti untuk menatapnya.
__ADS_1
"Udah bro buruan sikat tar kelamaan aku ambil lho" goda Trio salah satu teman Putra.
"Apaan sih orang aku liat Kara kok" jawab Putra pura-pura tak menatap Qiara.
"Liat Kara apa liat yang gandeng Kara?" tambah temannya.
"Kalo aku jadi kamu udah deh dijalani aja dulu daripada temenan doang malah diambil orang gimana hayo".
"Kalau udah jodoh itu gak bakal kemana bro" jawab Putra santai.
"Kalau gak usaha ya jodoh kamu bisa aja diambil orang dan yang ada malah jagain jodoh orang" ledek Trio.
"Udah gak usah berisik" lama-lama Putra kesal juga dengan ledekan teman-temannya.
Akad nikah pun dimulai. Kedua mempelai duduk berdampingan berhadapan dengan penghulu, wali dan saksi nikah mereka.
__ADS_1
"Sah" tak lama setelah Ando melafalkan ijab qobul dengan lantang dan dengan satu tarikan nafas. Raut wajah lega dan bahagia tampak jelas diwajah kedua pengantin.
Putra tampak masih mencuri pandang pada Qiara yang duduk bersebrangan dengannya. Dia juga tampak tersenyum melihat Qiara yang tampak berbeda dengan Qiara yang biasa dia temui.