Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
7. Menjemput tiba-tiba


__ADS_3

Tak terasa hari berlalu begitu cepat. Hari ini hari terakhir Qiara masuk kuliah karna besok sudah hari sabtu. Seperti biasa hari jumat menjadi hari yang panjang bagi Qiara karna kelas terakhirnya berakhir jam 5 sore.


"Akhirnya bisa pulang juga" Qiara sambil membereskan bukunya.


"Yuk pulang" ajak Rini sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Gak tahu kenapa aku capek banget hari ini Rin" kata Qiara masih belum beranjak dari tempat duduknya.


"Ayo cepetan tar kamu kemalaman lho sampai rumah" kata Vivi sambil menarik tangan Qiara.


Sambil bermalas-malasan Qiara beranjak dari tempat duduknya dan menenteng tasnya.


"Kamu gak bareng kita aja Qi kan kita juga mau pulang kerumah biar gak sendirian naek angkotnya" usul Rini.


"Gak deh aku langsung pulang aja ya" jawab Qiara yang sudah merasa sangat capek.


Mereka berjalan beriringan menuju gerbang depan sambil mengobrol dan sedikit bercanda juga. Rini dan Vivi masih menggoda Qiara tentang hubungannya dengan Putra. Saat asik mengobrol Putra menelpon Qiara.


"Tu kan yang diomongin kerasa" ledek vivi sambil tertawa.


"Assalamualaikum mas" jawab Qiara.


"Waalaikumsalam sayang".


"Ada apa mas? aku baru kluar kampus neh mau naek angkot".

__ADS_1


"Aku ada didepan sayang"


"Dimana?" Qiara celingukan mencari Putra tapi dia tak bisa menemukan Putra.


"Gak usah celingukan gitu deh" tiba-tiba Putra ada disebelah Qiara.


"Mas Putra ngagetin aja sih" jawab Qiara sambil sedikit manyun.


"Ya udah kita duluan ya Qi sampai ketemu hari senin" pamit Vivi sambil memeluk sahabatnya.


"Ati-ati ya Qi" Rini juga berpamitan sambil memeluknya.


"Kita duluan ya kak" pamit Vivi kepada Putra.


"Yuk pulang" kata Putra sambil menggandeng tangan Qiara.


"Mas Putra gak pake motor?" tanya Qiara.


"Enggak soalnya aku tahu kamu pulang sore pasti capek banget takut kamu tidur lagi kalo dibonceng motor" jawab Putra sambil mengambil tas dan buku yang dibawa Qiara.


"Aku bisa bawa sendiri mas" Qiara mencoba menolak tapi Putra sudah terlanjur mengambilnya.


Qiara memang punya kebiasaan buruk sering tertidur walaupun dibonceng pake motor. Apalagi kalo pulang kuliah sampai sore pasti kena angin sedikit mata Qiara langsung terasa berat.


"Kok tumben udah pulang dan tumben juga pake mobil kan di kost gak ada parkir mobilnya" tanya Qiara penasaran.

__ADS_1


"Aku libur hari ini biasa hari liburku dituker teman ada katanya ada urusan".


"Berarti besok kakak kerja dong" Qiara sedikit kecewa karna besok kan weekend.


"Masih libur dong sayang kan tukernya cuma satu hari aja hari minggu aku kerja" jawab Putra sambil memencet hidung Qiara.


"Sakit tau kak kenapa sih suka gemes sama hidungku?" Qiara kesakitan sambil memegang hidungnya.


"Habis hidung kamu mancung banget sih" jawab Putra sambil tersenyum.


"Nyebelin".


"Tapi sayang kan walaupun nyebelin" goda Putra.


"Tau ah" Qiara malah ngambek.


"Mau makan dulu apa langsung pulang?" tanya Putra.


"Pulang aja" jawab Qiara masih ngambek.


krucuk krucuk terdengar bunyi perut Qiara dan itu membuat Qiara sangat malu padahal dia kan niatnya mau ngambek.


"Ini perut kenapa sih pake bunyi aja bikin malu kan aku lagi ngambek" gerutu Qiara dalam hati.


Tak lama Putra memarkirkan mobilnya didepan restoran siap saji. Dia tak bertanya apa Qiara laper karna itu pasti akan membuat Qiara bertambah malu.

__ADS_1


__ADS_2