
Pernikahan Qiara dan Putra masih penuh dengan kebahagiaan. Mereka berdua sangat menikmati saat-saat berdua. Hanya ada Qiara dan Putra dirumah mereka. Putra sempat menawarkan untuk memakai jasa asisten rumah tangga tapi Qiara menolak karena dia masih bisa mengurus rumah sendiri.
Setelah cuti menikah, kegiatan mereka kembali seperti biasa. Qiara kembali ke kampusnya dan menyelesaikan skripsi dan Putra kembali bekerja.
Pagi-pagi sekali setelah sholat subuh Qiara sudah berkutat di dapur menyiapkan sarapan. Putra berangkat lebih pagi dari Qiara karena jam kerjanya mulai pukul 7 pagi.
"Sayang ayo sarapan dulu" kata Qiara dari dapur memanggil Putra.
"Wah sarapan sudah siap ya" kata Putra sambil mencium pipi Qiara.
"makan siang diluar apa bawa bekal?" tanya Qiara.
"Bawa bekal aja deh sayang hari ini jadwalnya servis takut gak bisa keluar beli makan".
"Ya udah habisin sarapannya aku siapin dulu bekal makan siangnya" kata Qiara sambil mengambil kotak bekal buat Putra.
Dengan cepat Qiara menyiapkan bekal makan siang Putra dan menaruhnya ke dalam ransel Putra. Setelah selesai sarapan Putra langsung berganti baju dan segera berangkat kerja.
"Aku berangkat dulu ya sayang kamu ati-ati ke kampusnya" kata Putra sambil memakai ransel dan dia juga memeluk dan mencium istrinya.
__ADS_1
"Iya sayang tar aku nyetirnya ati-ati kok" kata Qiara.
"Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
Sebelum berangkat ke kampus, Qiara membersihkan rumah terlebih dahulu. Setelah itu dia baru mandi dan bersiap berangkat ke kampus.
Setelah menikah dengan Putra, Qiara membawa kendaraan sendiri untuk pergi kuliah. Ia merasa lebih cepat untuk pulang pergi dan kadang dia juga mampir untuk berbelanja.
Sesampainya di kampus Qiara langsung bertemu dengan dosen pembimbing untuk skripsinya. Banyak yang harus Qiara kerjakan karna banyak juga koreksi di skripsinya.
"Pengantin baru kok cemberut sih" kata Rini yang sudah duduk disampingnya.
"Banyak koreksi Rin".
"Sama dong".
"Terus gimana dong sekarang?".
__ADS_1
"Iya dibenerin lah Qi masa mau dibuang sih".
"Ayo semangat kamu pasti bisa".
"Ok semangat".
Mereka tertawa bersama dan beranjak dari tempat duduknya. Mereka berjalan menyusuri jalanan kampus sambil bercerita dan tertawa.
"Kamu mau langsung pulang apa gimana?" tanya Rini sambil antri membeli cilok.
"Langsung aja deh Rin tar keburu Putra pulang kerja" jawab Qiara.
"Makan cilok dulu deh sambil duduk disitu yuk Qi liatin mobil lewat biar gak stress" kata Rini.
Mereka berdua duduk dipinggir jalan sambil melihat mobil dan motor yang berlalu lalang. Sambil makan cilok makanan rakyat legendaris. Qiara tampak sedikit bisa menghilangkan stressnya setelah bertemu dengan dosen pembimbing terlebih ia tak sendirian ada Rini yang menemani. Setelah menghabiskan cilok mereka berpisah. Rini kembali ke kost dan Qiara berjalan sendirian ke parkiran mengambil mobil.
Sesampainya dimobil Qiara langsung meletakkan tas dan buku-bukunya dijok samping. Qiara keluar dari halaman kampusnya dan menjalankan mobilnya perlahan dan sangat hati-hati.
"Sampai rumah masak dulu terus benerin skripsi" gumamnya sendirian.
__ADS_1
Sambil memutar lagu kesukaannya Qiara menyetir sambil bernyanyi menghilangkan sepi. Biasanya ada Putra yang menemani tapi sekarang dia sendirian dan cuma musik yang bisa membantunya mengusir sepi. Dengan suara yang pas-pasan Qiara dengan pede bernyanyi dalam perjalan pulang.