Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
33. Memasak Bersama Ibu Mertua


__ADS_3

Setelah berganti baju Qiara pergi meninggalkan Putra yang masih tidur dikamarnya. Qiara menghampiri ibu mertuanya untuk membantu memasak sarapan.


"Qiara bantuin ya Bun?".


"Kamu udah gak capek mau bantu bunda?".


"Nggak kok bun kan dari semalem udah puas tidurnya jadi udah gak capek lagi" jawab Qiara sambil tersenyum.


"Putra itu paling suka kalau bunda masak cumi goreng tepung sama capcay goreng" kata Bunda sambil membersihkan sayuran buat capcay.


"Berarti kesukaan Mas Putra itu seafood ya bun?".


"Sebenarnya dia tu gak pilih-pilih kok soal makanan sayang apa yang bunda masak pasti dia makan cuma kalau bunda masak cumi sama capcay pasti lebih lahap makannya".


"Kemarin Qiara gak masak apa-apa bun soalnya gak ada bahan dirumah jadi makan diluar".


"Nggak papa sayang kan Putra gak nuntut kamu buat selali masak kan?".

__ADS_1


"Iya sih bun cuma gak enak aja kan udah tanggung jawab Qiara buat masakin Mas Putra".


"Kalian kan baru 2 hari menikah sayang ya wajar aja kalau belum masak karna kalian kan belum belanja bahan makanan dan juga baru kemarin kan kamu tinggal dirumah kalian" kata Bunda sambil tersenyum dan meyakinkan Qiara bahwa itu bukan salah dia sepenuhnya walaupun tugas seorang istri adalah melayani suaminya.


"Mas Putra emang gak pernah rewel bunda pas pacaran juga gak pernah protes kalau Qiara minta makan dipinggir jalan".


"Masa kamu ajak dia makan dipinggir jalan?" tanya bunda sambil tertawa.


"Iya bunda malah pernah kan tiba-tiba aja jemput di kampus gak bilang juga katanya kebetulan aja lewat gak tahu dia nungguin Qiara dari jam berapa" cerita Qiara sambil tertawa.


"Tu anak emang gengsinya tinggi banget nak" kata bunda ikut tertawa.


"Ya ampun kurang ajar baget sih tu anak" kata bunda sambil tertawa terbahak-bahak.


Qiara dan ibu mertuanya memasak sambil bercerita kelakuan Putra sebelum mereka menikah. Bunda tertawa terbahak-bahak mendengar cerita menantunya. Tertawa mereka terdengar sampai keruang keluarga yang membuat ayah mertuanya penasaran dengan apa yang diceritakan menantunya sampai istrinya tertawa terbahak-bahak.


"Asik banget neh masaknya emang apa sih yang kalian bahas sampai tertawa gitu?" tanya ayah penasaran.

__ADS_1


"Emang kedengeran sampai depan ya yah?" tanya bunda balik.


"Iya lah sampai ayah gak konsen baca koran" jawab ayah.


"Jabisnya Qiara tu cerita kelakuan Putra sebelum mereka menikah gak jauh beda deh sama jaman kita pacaran dulu yah emang ya ayah dan anak sama kelakuannya" kata Bunda sambil tersenyum.


"Emangnya kenapa Qiara?" tanya ayah penasaran.


"Kasih tahu ayah gak neh bunda?" Qiara malah bertanya kepada Bunda.


"Anak ayah itu masa boncengan sama Qiara tangannya kedinginan malah disuruh pegang knalpot bukannya dimasukin ke saku jaketnya sih yah" cerita Bunda.


"Dasar tu bocah gengsinya ngalahin ayah" jawab Ayah ikutan tertawa mendengar cerita Bunda.


"Udah ayah lanjutin baca koran aja tar gak selasai bunda masaknya".


"Iya deh ayah kedepan lagi" kata ayah sambil berlalu meninggalkan istri dan menantunya memasak didapur.

__ADS_1


Pengalaman pertama Qiara memasak bersama ibu mertuanya sangat membantunya karna bunda banyak bercerita masakan kesukaan Putra dan juga mengajarinya memasak masakan kesukaan Putra juga. Bersama ibu mertua ternyata tak seseram bayangan Qiara. Ternyata tak seseram cerita di sinetron-sinetron yang sering dia tonton. Qiara juga sangat bersyukur bisa diterima dengan baik oleh keluarga Putra. Bunda memang sempat mengatakan sangat senang Qiara menjadi menantunya karna ketiga anaknya laki-laki dan dengan adanya Qiara sebagai menantunya membuatnya sangat bahagia bisa mendapatkan anak perempuan yang bisa menemaninya memasak dan berbelanja.


__ADS_2