Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
15. Senin Lagi


__ADS_3

Weekend sudah berakhir dan sekarang saatnya kembali ke rutinitas lagi. Senin lagi artinya kuliah lagi dan kampus lagi.


Qiara berjalan menyusuri koridor kampus yang masih terlihat sepi. Qiara sengaja datang lebih pagi karna semalam tak bisa tidur dengan nyenyak dan akhirnya pagi-pagi sudah berangkat ke kampus.


"Woi kamu lagi nglamun ya Qi" kata Rini sambil menepuk pundak Qiara.


"Eh kamu Rin kok sendirian? Vivi mana?" tanya Qiara yang terbangun dari lamunannya.


"Masih mandi" jawab Rini sambil menuntun Qiara untuk duduk di bangku taman kampus.


Qiara masih terdiam dan melamun.


"Kamu kenapa Qiara kok nglamun? Ada masalah?" tanya Rini membuyarkan lamunan Qiara.


"Enggak kok Rin aku baik-baik aja" jawab Qiara tampak murung.


"Kamu gak percaya sama aku sampai gak mau cerita dan pendam masalah kamu sendiri" bujuk Rini.


"Aku binggung Rin kemarin Putra bilang gak mau lama-lama pacaran" kata Qiara.

__ADS_1


"Bagus dong Qi kan ini yang sudah kamu nantikan selama ini kan?" tanya Rini penuh antusias.


"Tapi kan kita bentar lagi skripsi Rin".


"Kamu kan dari awal sudah tahu Putra itu orangnya seperti apa dan dia juga sudah mapan tinggal tunggu wanita yang pas buat pelengkap hidupnya. Dan dia sudah menemukan itu pada kamu Qiara kalau bukan kamu yang dia rasa tepat dia nggak mungkin ngomong kayak gitu kan?" Jelas Rini yang sedikit membuka pikiran Qiara.


"Terus aku harus gimana Rin?".


"Jalani aja dulu Qiara kan skripsi udah didepan mata dan waktu juga cepat berlalu kok".


Disela obrolan Qiara dengan sahabatnya, Putra mengirimi pesan singkan kepadanya.


Qiara menunjukan pesan itu kepada Rini dan Rini langsung memeluk sahabatnya.


"Ya ampun Qiara hidup kamu beneran kayak ftv deh" peluk Rini.


"Gimana neh Rin aku takut banget" Qiara kebingungan membaca pesan dari Putra.


"Tak sia-sia penantian kamu Qiara" kata Rini sambil memeluk Qiara.

__ADS_1


Jam demi jam berlalu dan hari ini Qiara tak bisa fokus sama sekali. Masih memikirkan pesan Putra dan apa yang dia katakan kemarin malam. Selesai kuliah Qiara langsung menuju kost bersama kedua sahabatnya. Disana Qiara numpang mandk dan sholat karna Putra mungkin paling telat jam 5 baru sampai kost untuk menjemputnya.


"Aku berangkat sayang tunggu ya kalau gak macet 30menit aku sampai. Gak usah takut aku cuma mau ngajak kamu kesuatu tempat aja kok" bunyi pesan yang Putra kirim sebelum berangkat menjemput Qiara.


"Ok. Hati-hati ya sayang gak usah ngebut aku tunggu kok sampai sayang datang" balas Qiara.


"Jangan-jangan kamu mau diajak kerumahnya Qi ketemu sama keluarganya" kata Vivi.


"Duh gimana neh aku grogi banget" jawab Qiara sambil memegang tangan Vivi.


"Ya kan kemarin dia bilang kayak gitu dan aku yakin kalau hari ini dia ajak kamu ketemu orang tuanya" tambah Rini.


Qiara bertambah gugup sampai dia mondar-mandir menunggu Putra datang. Tak lama Putra menelpon mengabari kalau sudah sampai depan kostan. Qiara segera keluar bersama Vivi karna Vivi harus mengunci pagar kembali setelah Qiara pergi. Qiara langsung menemui Putra. Putra membukakan pintu mobil untuk Qiara dan segera pergi dari tempat kost Vivi dan Rini.


"Kamu kenapa sayang kok kelihatan gugup gitu?" tanya Putra sambil tersenyum.


"Aku gak papa kok" jawab Qiara singkat.


"Tenang aja aku bakal macam-macam kok sayang" kata Putra sambil memegang tangan Qiara dan mencoba membuatnya tenang.

__ADS_1


__ADS_2