
Pagi ini seperti biasa Qiara terbangun saat adzan subuh berkumandang. Tapi hari ini Qiara terbangun dengan kepala pusing dan merasa mual. Qiara berjalan ke kamar mandi dengan sempoyongan dan sesampainya di kamar mandi rasa mual makin tak tertahankan. Qiara muntah-muntah dan merasa badannya lemas.
"sayang kamu kenapa?" tanya Putra sambil mengetuk pintu kamar mandi setelah mendengar Qiara muntah-muntah.
Qiara keluar dari kamar mandi dengan tubuh lemas dan langsung dipapah oleh Putra.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Putra cemas.
"Nggak tahu sayang tadi bangun tidur kepalaku pusing banget terus mual" jawab Qiara sambil menyandarkan kepalanya disofa.
"Kita ke dokter aja yuk" Putra makin panik.
"Nggak usah sayang emang 3 bulan pertama kehamilan ya kayak gini mual-mual" jelas Qiara.
"Tapi kamu yakin kuat sampai 3 bulan sayang?" tanya Putra sambil mengusap kepala Qiara.
"Harus kuat sayang demi baby didalam perut nanti lama-lama juga ilang kok mualnya sayang dan bisa makan banyak lagi" jawab Qiara sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu kamu istirahat aja gak usah masak biar aku beli makanan diluar aja".
__ADS_1
"Beneran gak papa aku gak masak dulu?" tanya Qiara.
"Iya sayang neh aku sekarang mau keluar cari makanan dulu ya buat sarapan" kata Putra.
"Noleh minta dibeliin soto ayam gak sayang kayaknya enak deh makan yang anget-anget dan berkuah gitu" pinta Qiara.
"Kayaknya dedek dalam perut udah mulai bisa pilih-pilih makanan neh" kata Putra sambil mengelus perut Qiara.
"Nggak tahu sayang tiba-tiba aja pengen" kata Qiara sambil tersenyum.
"Jangan bikin ibu repot ya sayang, ayah mau keluar beli makanan sebentar ya" pamit Putra sambil berbisik di perut Qiara.
"Ati-ati sayang".
"Iya sayang lagian perginya cuma sebentar kan".
Qiara berusaha menikmati setiap moment kehamilannya. Walaupun masih terasa sedikit pusing dan mual, Qiara berjalan ke dapur. Qiara mau membuatkan minuman hangat buat dirinya dan Putra.
Putra membeli makanan dengan sedikit terburu-buru karna takut meninggalkan Qiara sendirian dirumah terlebih lagi Qiara mual-mual dan juga merasa pusing.
__ADS_1
"Lho kok kamu disini sih sayang?" tanya Putra sambil meletakkan makanan yang baru ia beli diatas meja makan.
"Kalau dikamar terus malah tambah lemas nanti sayang lagian aku cuma bikin teh kok" jawab Qiara.
"Ya udah kita makan dulu yuk ini pesanan kamu" kata Putra.
"Ya udah aku ambil piring sama tempat sayur dulu" kata Qiara.
Setelah makanan sudah didepan mata dengan lahap Qiara menyantap makanannya. Entah karna memang lapar atau bawaan bayi yang memang pengen makan soto ayam. Putra senang melihat Qiara bisa makan dengan lahap. Sebelumnya Putra sangat khawatir waktu melihat Qiara muntah-muntah sampai lemas.
"Sayang nanti jam istirahat aku pulang kerumah ya? Kamu mau dibawaan apa pas aku pulang?" kata Putra sebelum berangkat kerja.
"Nggak pengen apa-apa sih sayang tapi bawain makanan aja deh kan aku gak masak hari ini" kata Qiara.
"Kalau tiba-tiba nanti pengen sesuatu kabarin aja nanti aku beliin" kata Putra sambil mengelus perut Qiara.
"Iya sayangku ati-ati ya kerjanya" kata Qiara sambil memeluk Putra.
"Kamu juga ati-ati dirumah, ya udah aku berangkat dulu ya assalamualaikum" pamit Putra.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab Qiara.
Setelah Putra berangkat kerja, Qiara kembali ke kamar dan tiduran. Entah kenapa masih pagi matanya terasa sangat berat. Tak bisa menahan kantuk yang teramat sangat akhirnya Qiara tertidur lagi.