Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
23. Lamaran


__ADS_3

Hari ini pagi-pagi sekali Qiara sudah bangun dan berkutat dengan Mama dan kedua adiknya di dapur. Qiara dan keluarganya masak dan mempersiapkan hidangan untuk tamu malam ini. Mama Qiara lebih suka memasak sendiri daripada memesan jasa catering.


"Kak Qi gak usah bantuin deh kan tar malam kak Qi harus tampil sempurna" kata Shafa.


"Kalau kakak cuma diem aja malah tambah grogi dek" jawab Qiara.


"Udah mending Qiara sama Shafa bantuin Mama siapin buat es buah aja ya" kata Mama.


"Dinda kamu bantuin Mama bersihin sayuran".


Tak lama Paman dan Bibi dari pihak Mama Qiara datang membantu persiapan acara lamaran Qiara. Mama Qiara punya keluarga yang sangat besar jadi tiap ada acara tak perlu memanggil catering atau pake WO karna keluarga saja sudah sangat membantu.


"Udah Qiara gak usah capek-capek tar malam malah kelihatan kusut" ucap Bibi Qiara.


"Kan cuma bantu potongin buah doang gak bakalan capek" jawab Qiara.


Karna Qiara yang ngotot tetap membantu akhirnya salah satu kakak sepupunya menariknya masuk kedalam kamar.


"Kak Bunga apaan sih kan belum selesai" kata Qiara sedikit sebel.

__ADS_1


"Sudah kamu diem aja kakak mau bersihin muka kamu terus pakein kamu masker biar cantikan dikit" Bunga mendudukkan Qiara didepan meja rias dan mulai membersihkan wajah Qiara.


"Nggak cantik juga Putra udah suka kok sama aku kak".


"Ini itu hari istimewa buat kamu setidaknya kamu harus tampil sempurna dong".


"Tapi Putra gak suka kalau aku tampil terlalu beda kak".


"Udah pokoknya hari ini kamu harus nurut sama kakak karna kakak akan bikin kamu tampil sempurna dimata Putra.


"Pokoknya jangan terlalu pangling kayak orang nikah lho kak" pinta Qiara.


Entah kenapa hari ini waktu terasa sangat cepat berlalu dan tak terasa hari sudah semakin sore. Semua persiapan juga telah rampung. Qiara juga sudah siap dengan kebaya lengkap dengan riasan natural yang membuatnya tampak cantik dan mempesona.


"Mbak Qiara cantik banget hari ini Mas makanya Mas ngebet banget pengen nikah" kata Dito adik Putra.


"Hus kamu harus sopan dong kan Qiara itu kakak ipar kamu" kata Putra sambil terus menatap Qiara.


"Kya lah mas kan aku juga seneng mbk qiara jadi istri mas putra" Trio ikut berbisik.

__ADS_1


"Udah gak usah berisik" tambah Putra.


Acara lamaran pun dimulai dengan sambutan dari masing-masing keluarga. Setelah sambutan akhirnya Putra langsung meminta Qiara untuk menjadi isterinya didepan semua anggota keluarga yang hadir disana.


Putra berdiri berhadapan dengan Qiara tak lupa membawa seikat bunga mawar merah dan ia berlutut sambil menyerahkan bunga kepada Qiara.


"Maukah kau menikah denganku?".


"Iya aku mau" jawab Qiara malu-malu sambil menerima bunga dari Putra.


Semua bertepuk tangan dan tertawa bersama. Kebahagiaan yang dirasakan Qiara dan Putra juga ikut dirasakan semua keluarga yang hadir menyaksikan acara lamaran hari ini.


"Eh harus sabar dong gak boleh mepet-mepet dulu masa 3 minggu lagi gak bisa sabar sih" goda salah satu keluarga yang melihat Qiara dan Putra duduk berdekatan.


"Kalian mulai besok gak boleh ketemu ya sampai hari pernikahan" kata Bunga.


"Tapi masih boleh telponan kan mbak?" tanya Putra sedikit kaget.


"Telponan boleh tapi gak boleh video call tar ilang kangennya" jawab Bunga.

__ADS_1


"Udah gak usah cemberut tar juga kalau udah nikah ketemu terus" tambah Qiara.


Acara hari berjalan dengan lancar dan keluarga memutuskan untuk melangsungkan acara pernikahan 3 minggu lagi lebih cepat dari dugaan Qiara. Siap gak siap Qiara harus memantapkan hatinya untuk menjadi pendamping hidup Putra.


__ADS_2