Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
45. Hello Baby Part 2


__ADS_3

"Langsung panggilan grup aja sayang biar cepet" usul Qiara.


"Iya sayang" jawab Putra.


Panggilan video secara grup pun segera mereka lakukan dan mereka sudah tak sabar untuk membagikan kabar bahagia ini. Terlebih ini akan jadi cucu pertama bagi keluarga Qiara dan Putra.


"Assalamualaikum semua" kata Putra.


"Waalaikumsalam".


"Kalian kok tumben sih pake panggilan grup gini?" tanya Bunda.


"Kita punya kabar bahagia buat semuanya" kata Putra dengan penuh senyuman.


"Labar apaan sih orang Mama liat mata Qiara kayak habis nangis gitu?" tanya Mama.


"Kamu apain itu menantu ayah" tambah Ayah mulai posesif.


"Tara kita mau kasih liat ini" kata Putra sambil menunjukkan testpack dua garis milik Qiara.


"Qiara hamil?" tanya Mama.


"Iya Ma Qiara hamil" kata Qiara penuh senyuman.


"Alhamdulillah kita mau punya cucu Ma" kata Papa.

__ADS_1


"Ini jadi cucu pertama lho buat kita" kata Bunda.


"Selamat ya kalian berdua sebentar lagi akam jadi orang tua" kata Papa.


"Jagain Qiara Put jangan sampai kecapekan dan jangan lupa cepat periksa ke dokter ya" pesan Bunda.


"Iya Bunda besok kita ke dokter" kata Putra.


Kabar bahagia untuk semua orang dan semua ikut merasakan kebahagiaan Qiara dan Putra. Putra tak henti bersyukur dan memeluk istrinya.


"Aku masih gak percaya sayang kita dikasih kepercayaan secepat ini" kata Qiara.


"Kita kan baru bulan kemarin rencanain punya baby dan langsung dikasih lho sama Allah" kata Putra sambil mengelus perut Qiara.


"Ya biarin aja kan aku pengen babynya bisa rasain sentuhan ayahnya dari masih kecil walaupun belum bisa rasain" kata Putra yang sekarang menempelkan telinganya ke perut Qiara.


"Yang ada malah aku yang geli sayang" kata Qiara sambil tertawa.


"Baby baik-baik di dalem perut ya jangan bikin ibu kamu repot ya" bisik Putra ke perut Qiara.


Keesokan harinya Putra mengambil cuti untuk mengantar Qiara ke dokter kandungan. Periksa pertama cukup membuat Qiara sedikit takut. Qiara terus memegang tangan Putra untuk mengatasi rasa takutnya.


"Nyonya Qiara" suster memanggil nama Qiara untuk masuk ke ruangan dokter.


Qiara masuk ditemani Putra. Mereka duduk di depan dokter yang akan memeriksa Qiara.

__ADS_1


"Nggak usah gugup bu tenang aja" kata Dokter yang bisa melihat Qiara yang tampak gugup.


"Iya dok" jawab Qiara singkat.


"Anak pertama ya?" tanya Dokter.


"Iya" jawab Putra.


"Yuk silahkan saya periksa dulu ya" kata Dokter.


Qiara berpindah ke kasur periksa. Suster membantunya untuk membuka perut Qiara dan mengoleskan gel untuk pemeriksaan usg. Dokter memerika sambil melihat ke monitor.


"Kantung kehamilannya sudah kelihatan ya bu dan ini janinnya masih kecil banget baru 6 minggu kehamilan" jelas Dokter.


"Sehat kan Dokter?" tanya Putra.


"Sehat kok pak cuma masih harus dijaga banget ya karna masih tahap awal kehamilan dan masih rawan banget. Jangan terlalu capek dan batasi pekerjaan yang terlalu berat" jelas Dokter.


"Pasti dokter" kata Qiara.


"baiklah karna ini masih awal kehamilan jangan lupa bulan depan datang lagi ya bu dan ini resep vitamin bisa ditebus di apotik".


"Makasih dokter" kata Putra sambil menuntun Qiara keluar dari ruang periksa.


Bisa melihat baby dalam perut untuk pertama kalinya membuat Qiara terharu dan sangat bahagia tentunya. Sekarang dia tak hanya menjaga dirinya sendirk tapi juga bayi dalam kandungannya. Putra juga pasti akan menjaga Qiara dengan lebih perhatian lagi.

__ADS_1


__ADS_2