Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
24. Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Acara pernikahan akan dilangsungkan hanya dalam waktu 3 minggu. Selama tiga minggu Qiara dan Putra dilarang bertemu sampai hari pernikahan dilangsungkan.


Pagi ini Qiara mengurus ijin dari kampusnya untuk meminta ijin selama satu minggu. Sementara untuk urusan pernikahan sudah diurus papa dan mama qiara.


"Cie calon manten kok kelihatan murung sih kenapa?" tanya Vivi yang melihat Qiara duduk menyendiri di taman kampus.


"Enggak kok aku cuma capek aja" jawab Qiara sambil memandangi ponselnya.


"Kamu kan mau nikah harus jaga kondisi juga dong kan tiga minggu itu cepet banget Qi" tambah Rini.


"Iya neh walaupun pake wo tetap aja aku harus turun langsung juga kan".


"Eh gimana hari ini kita jadi fitting baju gak?" tanya Vivi.


"Ya jadi lah kalau gak cepet tar yang ada bajunya gak selesai" jawab Qiara "kita berangkat sekarang aja yuk Mama udah nunggu di butik".


Karna tempat yang agak jauh dan lebih aman mereka naik taxi online. Dalam perjalan menuju butik Qiara dapat telpon dari Putra.


"Ya sayang aku mau ke butik neh" kata Qiara sambil memandang keluar jendela.

__ADS_1


"Kamu berangkat sama siapa sayang?" tanya Putra.


"Ya sama Rini dan Vivi lah kan mau fitting baju juga".


"Coba ya bisa fitting barengan pasti enak kam bisa ketemu kamu".


"Udah nurut aja kan cuma 3 minggu aja. Dulu juga sebelum pacaran ketemu 2 bulan sekali juga biasa aja kok sekarang jadi rewel sih" goda Qiara.


"Ya kan kalau dulu beda sayang soalnya aku masih takut".


"Takut kenapa?".


"Takut kalau di tolak lah sama kamu soalnya aku belum punya apa-apa".


"Ya udah kamu ati-ati tar aku fittingnya pulang kerja sama adek-adek".


"He.em ya udah assalamualaikum" Qiara mengakhiri panggilan telponnya.


"Waalaikumsalam" jawan Putra.

__ADS_1


Tak lama Qiara dan kedua sahabatnya telah sampai di butik langganan keluarga Qiara. Mama Qiara dan kedua adiknya sudah sampai terlebih dahulu.


"Assalamualaikum tante" kata Vivi sambil mencium tangan Mama Qiara begitu juga dengan Rini.


"Waalaikumsalam" jawab Mama Qiara.


"Qiara kamu dulu ya yang fitting udah disiapin beberapa model jadi kamu tinggal pilih yang sesuai sama selera kamu" kata Mama.


"Iya ma" jawab Qiara sambil memilih baju yang sudah dipilihkan mamanya terlebih dahulu.


Sementara Qiara memilih gaun yang akan dia kenakan, kedua sahabatnya dan kedua adik perempuannya juga tampak memilih model baju terlebib dahulu. Qiara didampingi mamanya untuk memilih baju yang akan dia kenakan dihari spesialnya.


"Kalau buat akad nikahnya aku mau yang putih aja deh ma terus buat resepsi boleh gak kalau yang navy kombinasi abu-abu kayaknya lebih kelihatan mewah aja dan nanti kan Putra bisa pke setelan jas yang warna abu-abu kayak motif baju aku" usul Qiara.


"Boleh juga ide kamu nak tadi mama juga mikirnya gitu" jawab Mama.


"Kalau mbk Qiara mau warna putih buat akad nanti sekalian sama veilnya juga mbak atau mau pake kebaya adat jawa kayak yang ini" kata orang butik sambil menunjukkan pilihan baju.


"Pengennya kebaya aja deh mbak baru nanti buat resepsi baru pake model gaun gitu" jawab Qiara.

__ADS_1


"Kamu yakin? sekarang kan juga banyak model gaun warna putih buat akad nikah" tanya Mama Qiara.


"Iya ma soalnya Qiara pengennya itu akad nikahnya pake adat jawa aja biar gak lupa sama budaya kita baru pas resepsi lebih internasional ma" kata Qiara.


__ADS_2