Qiara Dan Penantiannya

Qiara Dan Penantiannya
19. Diantar Kuliah


__ADS_3

Qiara belum bisa memejamkan mata. Berulang kali dia melihat ponselnya untuk melihat jam. Entah kenapa dia masih gusar. Hatinya malah berdegup kencang seolah akan ada sesuatu yang tak menyenangkan terjadi.


"Kenapa aku belum bisa tidur juga ya" gumam Qiara sambil beranjak dari tempat tidurnya dan meraih gelas berisi air.


Tak lama ponselnya berbunyi dan terlihat nama Putra di ponselnya. Qiara langsung mengangkat ponselnya karna tak pernah Putra menelponnya tengah malam gini.


"Assalamualaikum" jawab Qiara.


"Waalaikumsalam sayang".


"Ada apa sayang kok telpon malam-malam gini? sayang baik-baik aja kan?" Qiara yang tampak khawatir.


"Aku gak papa kok cuman gak bisa tidur aja. Kamu juga belum tidur?".


"Aku gak bisa tidur gak tahu kenapa rasanya aneh banget dari tadi perasaanku gak enak".


"Sholat malam gih biar tenang".


"Iya neh juga mau ambil minum sekalian wudhu trus sayang telpon jadi angkat telpon dulu".


"Aku besok libur lho sayang".


"Kok libur kan besok masih kamis?".

__ADS_1


"Iya dituker sama temen biasa lah kan orang dibagian aku udah nikah semua mungkin mau jalan-jalan sama keluarganya pas weekend".


"Aku besok ngampus cuma satu mata kuliah aja jadi jam 10 udah selesai".


"Besok aku anterin ya ke kampus sekalian aku tungguin sampai selesai kan cuma sebentar".


"Tar bosen lho nungguin aku kuliah".


"Ya kan pas kamu masuk kelas aku bisa jalan-jalan dulu tar kalau udah selesai aku balik lagi sekalian aku mau cari sesuatu".


"Ua udah deh jemput aku jam 7 ya sayang".


"Siap tuan putri. Ya udah kamu sholat trus bobok ya".


"Ya udah assalamualaikum sayang".


Qiara langsung mengambil minum sekalian wudhu dan melanjutkan dengan sholat untuk menghilangkan kegundahan hatinya.


Seperti yang sudah direncanakan hari ini Qiara berangkat kuliah diantar Putra. Tak seperti biasanya kalau kuliah pagi jam 6 pagi Qiara sudah berangkat karna Qiara harus naik angkutan umum.


Tepat jam 7 pagi Putra sudah berada didepan rumah Qiara.


"Ma Qiara berangkat dulu ya hari ini berangkat sama Putra". kata Qiara berpamitan sambil mencium tangan sang mama.

__ADS_1


"Ati-ati ya nak".


Qiara berjalan kedepan dengan penuh senyuman. Ini adalah kali pertama Putra mengantarnya pergi ke kampus.


"Yuk berangkat" kata Qiara sambil memakai helm.


"Siap tuan putri" jawab Putra sambil tersenyum.


Sepanjang perjalanan ke kampus Qiara bercerita banyak hal kepada Putra. Sambil memeluk Putra yang mengendarai motor dan sesekali Putra juga memegang tangan Qiara yang memeluknya dari belakang.


Sesampainya di kampus Qiara menyerahkan helm kepada Putra dan Putra pergi membeli sesuatu sambil menunggu Qiara selesai kuliah.


"Kamu diaterin Putra?" tanya Vivi.


"Iya mumpung hari ini dia libur" jawab Qiara sambil mengeluarkan buku dari tasnya.


"Terus sekarang Putra kemana?" tanya Rini.


"Gak tahu katanya mau beli apa gitu" jawab Qiara.


"Kayaknya gak lama lagi temen kita nikah deh Vi" goda Rini.


"Iya aku juga gak sabar liat Qiara nikah dan pastinya kita bakal jadi pendamping pengantin ya Qi" tambah Vivi.

__ADS_1


"Kalian apaan sih lagian Putra itu belum lamar aku kok" jawab Qiara.


Walaupun Putra sudah mengutarakan niatnya untuk menikahi Qiara kepada kedua orang tuanya tapi Qiara juga berharap Putra melamarnya secara pribadi seperti yang ada di film romantis yang sering Qiara tonton. Tapi sepertinya itu nggak mungkin terjadi karna Puta bukan tipe lelaki romantis.


__ADS_2